Cerita Sex Tertancap Lubang Memek yang Sempit

Ceria Sex ~ Wajah yang sangat bagus asal dari jawa kulitnya coklat manis dengan bibir yang tipis sering dipanggil Maryati atau yati tubuhnya yang molek walaupun menggunakan pakaian yang ketat masih terlihat molek dibalut dengan jubah yang panjang dan berjilbab yang menutupi tubuhnya , tinggi badannya 168 cm dengan ukuran payudaaranya 36B , penampilannya sungguh menggairahkan.


Saat ini ia berprofesi sebagai karyawan di kerjaannya kalau ia menggunakan seragam yang ketat dengan rok yang ketat juga terlihat celana dalamnya yang menembus dan menghiasi kedua pantatnya , lantaran ketatnya roknya ia kalau berjalan sungguh ahh bikin ngaceng ni burung , semua teman yang sekantor selalu berfikir untuk bias mencicipi goyangannya.

Walaupun sudah memasuki usia kepala tiga , entah mengapa , Maryati masih belum mau berumah tangga. Banyak yang mengejeknya sebagai perawan bau tanah , perawan tak laris dan sebagainya. Tapi Maryati dingin aja , banyak yang mau melamar tapi selalu ia tolak.

Salah seorang yang mau melamar Maryati yaitu seorang laki-laki berjulukan Syamsul dan biasa disapa Syam , 38 tahun , punya dua orang istri dan cukup mapan hidupnya. Tapi Maryati juga menolak laki-laki ini. Syam sangat dendam dan sakit hati.

Dia menciptakan sebuah rencana terhadap Maryati.Pada suatu malam sehabis lembur , sekitar jam 10 malam Suryti berjalan sendirian meninggalkan kantor untuk pulang menuju ke kontrakannya yang kebetulan hanya berjarak sekitar 600 meter dari tempatnya bekerja.

Dia mencicipi badannya amat lelah akhir seharian kerja ditambah lembur tadi , sekujur tubuhnya pun terasa lengket-lengket lantaran keringat yang juga membasahi seragam kerja yang dikenakannya.

Dengan berjalan agak lambat , kini tibalah Maryati pada sebuah jalan pintas menuju ke kontrakan yang kini tinggal berjarak 100 meter itu , namun jalan tersebut agak sunyi dan gelap.

Tiba-tiba tanpa disadarinya , sebuah kendaraan beroda empat Kijang berkaca gelap memotong jalan dan berhenti di depannya. Belum lagi hilang rasa kagetnya , sekonyong-konyong keluar seorang laki-laki berbadan kekar dari pintu dan pribadi menyeret Maryati yang tidak sempat menghilangkan kekagetannya itu masuk ke dalam kendaraan beroda empat tersebut , dan kendaraan beroda empat itu kemudian pribadi tancap gas dalam-dalam meninggalkan lokasi.

Di dalam kendaraan beroda empat tersebut ada seorang pria. Maryati diancam untuk tidak berteriak dan bertindak macam-macam , sementara kendaraan beroda empat terus melaju dengan cepat. Maryati yang masih terbengong-bengong pun didudukkan di pecahan jok , di sebelah laki-laki itu.

Sementara kendaraan beroda empat melaju , lelaki itu berusaha meremas-remas pahanya. Tangan lelaki tersebut mulai mengusap-usap kedua paha mulus Maryati yang ada di balik rok panjangnya. Naluri Maryati berdiri dan berontak. Namun belum lagi berbuat banyak , tiba-tiba lelaki yang duduk di belakang setir itu membekap verbal Maryati dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.

Akhirnya Maryati pingsan.Kedua tangan Surtayi diikat ke belakang dengan tali tambang hingga dadanya yang molek dan masih dilapisi seragam kerja dan jilbab itu mencuat ke depan. Sementara itu selama dalam perjalanan , laki-laki itu memanfaatkan kesempatan dengan bergairah menyingkap rok seragam panjangnya Suryti hingga sepinggang.

Setelah itu kedua belah kakinya dibentangkan lebar-labar ke kiri dan kanan hingga karenanya tangan badung lelaki tersebut dengan leluasa menyeruak ke dalam celana dalam Surtayi , sementara dengan tangan sebelahnya ia mengemudikan mobilnya.

Akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah besar yang sudah usang tidak ditempati di suatu tempat sepi. Mobil pribadi masuk ke dalam dan garasi pribadi ditutup rapat-rapat. Kemudian Maryati yang masih pingsan itu pribadi dibopong oleh laki-laki itu masuk ke dalam rumah tersebut.

Rumah tersebut kelihatan sekali tidak terawat dan kosong , namun di dalamnya terdapat sebuah kamar besar yang cukup bersih. Ternyata di kamar itu tersedia ranjang dan di beberapa sudut kamar itu dipasang beberapa kamera.

Maryati kemudian didudukkan di sebuah dingklik sofa panjang di kamar itu.

”Waw betapa cantiknya perempuan ini.” guman lelaki itu sambil memandangi tubuh lunglai Maryati.

Tiba-tiba laki-laki itu mengambil segayung air dan menyiramkan air pelan-pelan ke wajah
Maryati.Beberapa ketika kemudian , ketika sadar karyawati bagus itu terlihat sangat terkejut melihat suasana di depannya , “Kamu..” katanya seraya menggerakkan tubuhnya , dan ia sadar kalau tangannya terikat erat.Kali ini Syam tersenyum , senyum kemenangan.

”Mau apa kamu..!” Maryati bertanya setengah menghardik kepada Syam.

”Jangan macam-macam ya , nanti saya laporkan ke polisi..!” lanjutnya lagi.Syam hanya tersenyum ,

“Silakan saja teriak , nggak bakal ada yang dengar kok. Ini rumah jauh dari mana-mana.” kata Syam.

”Asal tau aja , begitu kau waktu itu menolak lamaranku , elo udah jadi incaran gue nomer satu.”

sambungnya.Sadar akan posisinya yang terjepit , keputusasaan pun mulai terlihat di wajah karyawati itu , wajahnya yang bagus sudah mulai terlihat memelas memohon iba.

Namun kebencian di hati Syam masih belum padam , terlebih-lebih ia masih ingat ketika Maryati berani menolak lamarannya dan menghina dirinya. Hal inilah yang menciptakan Syam mendendam dan bertindak nekat menyerupai ini.

Memang di kalangan penduduk kampung itu nama Syam cukup terkenal.

“Ampun Mas , maafkan saya , saya waktu itu terpaksa bersikap begitu.” katanya seolah membela diri.

”Ha.. ha.. ha..” Syam tertawa lepas sambil mengejek Maryati yang duduk terkulai lemas.

”Hei perawan bau tanah goblok , gue ini berkuasa di sini tau! Elo nolak gue sama aja bunuh diri!” ujar Syam sambil meremas-remas tetek Maryati di balik jilbab dan baju seragam kerjanya.

”Sekarang elo musti bayar mahal atas tindakan elo itu , dan gue mau kasih elo pelajaran supaya elo tau siapa gue.” sambungnya.Maryati pun tertunduk lemas seolah ia meratapi tindakan yang telah diambilnya dulu , airmatanya pun mulai berlinang membasahi wajahnya yang bagus itu.

Tiba-tiba , “PLAK..” sebuah tamparan telak menghantam pipi kanannya , menciptakan tubuh Suryti terlontar ke belakang seraya menjerit. Lelaki itu telah menghajar pipinya , dan “BUKK” sekali lagi sebuah pukulan menghantam perut Suryat dan menciptakan badannya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.

”Aduh.. , ampun Bang.. ampunn.. ,” ujar Surtayi dengan bunyi melemah dan memelas.Syam sambil melepaskan baju yang dikenakannya berjalan mendekati Suryat , badannya yang gagah dan kekar itu semakin terlihat menakutkan dengan banyaknya otot yang menghiasi sekujur badannya.

”Udah lah , kini gue mau action.” ujar Syam sambil mendorong tubuh Maryati terbaring di ranjang kamar itu.Tidak perduli dengan pembelaan diri Maryati , Syam dengan kasarnya menyingkapkan rok seragam kerja Maryati ke atas hingga kedua paha mulus hitam manis perawam bau tanah ini terlihat terperinci , juga celana dalam putihnya.

Maryati menatap Syam dengan ketakutan , “Jangan , jangan Mas..” ucapnya memelas seakan tahu hal yang lebih jelek akan menimpa dirinya.Kemudian , dengan kasar ditariknya celana dalam Maryati sehingga pecahan bawah tubuh Maryati telanjang.

Kini terlihat gundukan kemaluan Maryati yang ditumbuhi bulu-bulu halus yang tidak begitu lebat lantaran sering dicukur itu , sementara itu Maryati menangis terisak-isak.Pria yang berjulukan Syam itu pun melongo melihat indahnya kemaluan karyawati itu.

Sekarang ia sanggup mengerjai sang karyawati itu untuk melampiaskan dendamnya. Kini Syam memposisikan kepalanya sempurna di hadapan selangkangan Surtayi yang nampak mengeliat-geliat ketakutan.

Tanpa membuang waktu , direntangkannya kedua kaki Suryti hingga selangkangannya agak sedikit terbuka , dan sehabis itu dilumatnya kemaluan Maryati dengan bibir dan pengecap Syam.Dengan rakus bibir dan pengecap Syam mengulum , menjilat-jilat lubang vagina Maryati.

Badan Maryati pun menggeliat-geliat kerenanya , matanya terpejam , keringat mulai banjir membasahi baju seragam kerjanya , dan rintihan-rintihannya pun mulai keluar dari bibirnya akhir ganasnya serangan bibir Syam di kemaluannya ,

“Iihh.. iihh.. hhmmh..”Maryati sesekali nampak berusaha meronta , namun hal itu semakin meningkatkan nafsu Syam. Jari-jari Syam juga meraba secara liar tempat liang kemaluan yang telah banjir oleh cairan kewanitaannya dan air liur Syam.

Jari telunjuknya mengorek dan berputar-putar dengan lincah dan sekali-sekali mencoba menusuk-nusuk.”Aakkh.. Ooughh..” Maryati semakin keras mengerang-ngerang.Setelah puas dengan selangkangan Maryati , kini Syam bergeser ke atas ke arah wajah Suryai.

Dan kini giliran bibir merah Suryatni yang dilumat oleh bibir Syam. Sama ketika melumat kemaluan Maryati , kini bibir Maryati pun dilumat dengan rakusnya , dicium , dikulum dan memainkan lidahnya di dalam rongga verbal Maryati tanpa melepaskan.jilbab yang dikenakan Maryati.

”Hmmph.. mmph.. hhmmp..” Maryati hanya sanggup memejamkan mata dan mendesah-desah lantaran mulutnya terus diserbu oleh bibir Syam.Bunyi decakan dan kecupan semakin keras terdengar , air liur mereka pun meleleh menetes-netes.

Sesekali Syam menjilat-jilat dan menghisap-hisap leher jenjang Maryati dengan sedikit menyingkap jiblab yang digunakan Maryati.

”It’s showtime..!” teriak Syam dengan gembira..Kini Syam yang telah puas berciuman berdiri di hadapan Maryati yang napasnya terengah-engah akhir gempuran Syam tadi , matanya masih terpejam dan kepalanya menoleh ke kiri seolah membuang wajah dari pandangan Syam.

Syam pun membuka celananya hingga karenanya telanjang bulat. Kemaluannya yang berukuran besar telah berdiri tegak mengacung siap menelan mangsa.

Kini Syam , yang telah berpengalaman bermain perempuan itu , meluruskan posisi tubuh Maryati dan merentangkan kembali kedua kakinya hingga selangkangannya terkuak sedikit kemudian mengangkat kedua kaki itu serta menekuk hingga pecahan paha kedua kaki itu melekat di dada Maryati.

Hingga kemaluan Maryati yang berwarna kemerahan itu kini menganga seolah siap mendapatkan serangan. Tangis Maryati semakin keras , badannya terasa gemetaran , ia tahu akan apa-apa yang segera terjadi pada dirinya.

Sementara adegan demi adegan berlangsung kamera yang terpasang merekam semuanya. Syam akan memanfaatkannya untuk memaksa Maryati semoga selalu mau ngentot dengannya.Syams pun mulai menindih tubuh Maryati , tangan kanannya menahan kaki Maryati , sementara tangan kirinya memegangi batang kemaluannya membimbing mengarahkan ke lubang memek Maryati yang telah menganga.

”Ouuhh.. aah.. ampuunn.. Mass..!” rintih Maryati.Badan Maryati menegang keras ketika dirasakan olehnya sebuah benda keras dan tumpul berusaha melesak masuk ke dalam lubang vaginanya.

”Aaakkh..!” Maryati mejerit keras , matanya mendelik , badannya mengejang keras ketika Syam dengan kasarnya menghujamkan batang kemaluannya ke dalam lubang vagina Maryati dan melesakkan secara perlahan ke dalam lubang memek Surytai yang masih kencang dan rapat itu walaupun Maryati sudah berusia kepala tiga.

Keringat pun kembali membasahi seragam kerja dan jilbab lebar yang masih dikenakannya itu. Badannya semakin menegang dan mengejan keras disertai lolongan ketika kemaluan Syam berhasil menembus selaput dara yang menjadi kehormatan para gadis itu.

Setelah berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya di dalam lubang vagina Maryatii , Syam mulai menggenjotnya mulai dengan irama perlahan-lahan hingga cepat. Darah segar pun mulai mengalir dari sela-sela kemaluan Maryati yang sedang disusupi kemaluan Syam itu.

Dengan irama cepat Syam mulai menggenjot tubuh Maryati , rintihan Maryati pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Syam.

”Ooh.. oh.. oohh..!” badannya terguncang-guncang keras dan terbanting-banting akhir kerasnya genjotan Syam yang semakin bernafsu.

Setelah beberapa menit kemudian tubuh Syam menegang , kedua tangannya semakin erat mencengkram kepala Maryati , dan karenanya disertai erangan kenikmatan Syam berejakulasi di rahim Maryati.

Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Maryati hanya sanggup pasrah menatap wajah Syam dengan panik dan kembali memejamkan mata disaat Syam bergidik untuk menyemburkan sisa spermanya sebelum karenanya terkulai lemas di atas tubuh Maryati.

Tangis Maryati pun kembali merebak , ia nampak sangat shock. Badan Syam yang terkulai di atas tubuh Maryati pun terguncang-guncang jadinya lantaran isakan tangisan dari Maryati. Ada rasa sesal alasannya sudah kehilangan keperawanannya.

Tapi Maryati pun menikmati perkosaan yang gres saja menimpa dirinya.”Gimana rasanya Sayang..? Nikmat kan..?” ujar Syam sambil menyusupkan tangannya di balik jilabab dan membelai-belai rambut Maryati dan kemudian mencopot jilbab yang digunakan Maryati.

Beberapa ketika lamanya Syam menikmati kecantikan wajah Maryati yang kini tanpa jilbab itu sambil membelai-belai rambut dan wajah Maryati yang masih merintih-rintih dan menangis itu , sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang memek Maryati.

”Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!” sambung Syam sambil berdiri dan mencabut kemaluannya dari memek Maryati.Setengah jam kemudian kembali nafsu Syam naik dan ia kembali menyetubuhi Maryati , kali ini Syam mencopot seluruh pakaian Maryati hingga telanjang bulat.

Untuk kedua kalinya ia orgasme di atas tubuh Maryati. Sejak itu , Syam sering mengajak Maryati untuk melayani birahinya. Maryati tak sanggup menolak alasannya kalau menolak ia diancam kalau adegan yang direkam itu akan disebarkan.

Karena serang mengentot tanpa pengaman karenanya jadwal bulanan Maryati tidak datang. Maryati hamil. Surytai memohon Syam untuk menikahinya walaupun harus jadi istri ketiga. Untung Syam berbaik hati mau menikahi Maryati.
close