Cerita Sex - Sebut saja namaku Andra 29 tahun, 172/67 berparas ibarat kebanyakan orang pribumi dan kata orang saya orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh Seksi lantaran memang saya suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married (menikah).
Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum saya bekerja di Surabaya ini, saya yakni tergolong salah satu orang yg minder dan kuper lantaran memang lingkungan keluarga mendidik saya sangat disiplin dalam segala hal. Dan saya bersyukur sekali lantaran setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yg penuh dgn “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.
Suatu hari saya chatting dgn menggunakan nickname yg menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang mama muda yg berumur 30 tahun sebut saja namanya Vina. Vina yg bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dgn paras yg anggun dgn bentuk tubuh yg ideal (itu semua saya ketahui setelah Vina sering kirim foto Vina email aku).
Kegiatan kantor saya tidak akan lengkap tanpa online sama ia setiap jam kantor dan dari sini Vina sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yg cenderung tidak mampu menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin saya sempatkan untuk call dia.
Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, saya lupa tanggal berapa tapi yg pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana saya mau jemput, sepulang kantor saya pribadi kendarai kendaraan beroda empat butut starletku untuk meluncur di tempat yg janjikan. dgn perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan saya berfikir secantik apakah Vina yg usianya lebih bacin tanah dari saya 2 tahun.
Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika saya bener-bener ketemu dgn Vina. Wow! Aku berdecak kagum dgn kecantikan Vina, tubuhnya yg Seksi dgn penampilannya yg anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat ia seorang mama muda dgn 3 orang anak, Vina yakni sosok cewek favorite aku.
Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yg Seksi membuat saya menelan ludahku dalam-dalam ketika membaygkan bagaimana kalau saya mampu bercinta dgn Vina. Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menyampaikan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yg saya tahu dari temanku).
Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Vina yg anggun sekali dan saya membaygkan kalau saya mampu menikmati bibirnya yg tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai berdiri dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, saya pribadi memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.
Didalam kamar saya sangat grogi sekali bertatapan dgn wajah Vina..
“Met kenal Andra,” Vina membuka obrolan.
“hey Vina..,” saya jawab dgn gugup.
Aku benar-benar tidak percaya dgn yg saya hadapi, seorang mama muda, ibu rumah tangga yg anggun sekali, hingga sempat saya berfikir hanya suami yg bego kalau tidak mampu menyaygi perempuan secantik Vina.
Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja lantaran memang kami berdua tampak gugup ketika pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yg sudah meronta ingin unjuk gigi. Cerita Mesum dengan Mama Muda
“Andra meskipun kita di sini, tidak apa-apakan kalau kita tidak bercinta,” kata Vina.
Aku tidak menjawab sepatah katapun, dgn lembut saya gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. dgn lembut pula saya rangkul ia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando saya menciumi leher Vina yg terlihat sanagt bersih dan putih.
“Vina kau sangat anggun sayaang..,” saya berbisik.
“Dann.. jangan please..,” desahan Vina membuat saya terangsang.
Lidahku semakin badung menjelajahi leher Vina yg jenjang.
“Akhh Andra..”
Tanpa terasa tanganku mulai badung untuk menggeraygi payudara Vina yg saya rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
“Ooohh.. Danddyy..”
Vina si mama muda mulai mengikuti rangsangan yg saya lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yg lebih jauh..
“Vina, saya buka jas kau ya, semoga tidak kusut..,” pintaku.
Vina hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, hingga hasilnya ia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yg putih nampak dgn terperinci dimukaku. Setelah jas Vina terbuka, saya berusaha naik di tubuh dia, saya ciumi bibir Vina yg tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu pengecap Vina yg mulai terangsang dgn acara aku. Tanganku yg badung mulai menarik tanktop warna hitam dan..
Wow.. tersembul puting yg kencang.. Tanpa pikir panjang saya melepas lumatan di bibir Vina untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Vina yg berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Vina berdiri dgn kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Vina si mama muda yg lain nya.
“Ooohh Danndyy.. kau badung sekali sayaang..,” rintih Vina.
Dan ketika saya mulai menegang..
“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dgn harapan supaya ia cepat pergi
Setelah roomboy’s pergi, saya tidak menyampaikan kesempatan untuk Vina berdiri dari pinggir. Parfum Vina yg harum menambah gairah saya untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. dgn bekal pengetahuan sex yg saya ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan sobat kantor), saya semakin berani berbuat lebih jauh dgn Vina.
Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yg digunakan Vina, dan darahku mendesir ketika melihat tidak ada sehelai rambutpun di potongan vagina Vina. Tanpa berfikir lama, saya pribadi menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Vina.
“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayaang,” Vina si mama muda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat ia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku saya masukkan dalam lubang vagina dan saya semakin tahu kalau ia lebih mampu menikmati kalau diperlakukan ibarat itu. Terbukti Vina menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.
“Aakkhh Dann.. kau memang pintar sayaang..,” desah Vina si mama muda .
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Vina sudah mulai menunjukkan ciri-ciri orang yg mau orgasme dan sesat kemudian..
“Dann.. sayaang.. saya nggak tahan.. oohh.. Dan.. saya mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”
Vina merintih panjang ketika clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dgn itu, saya membuka ekspresi saya lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yg menetes sedikitpun dalam mulutku.
Aku biarkan Vina terlentang menikmati orgasmenya yg pertama, sambil membuka semua pakaian yg saya kenakan, saya memperhatikan Vina begitu puas dgn foreplay saya tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yg begitu berbinar-binar.
Tanpa memberi waktu panjang, saya segera menghampiri tubuhnya yg masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yg berukuran 19 cm dgn bentuk melengkung, pribadi menghujam celah kenikmatan Vina dan sontak meringis..
“Aaakhh.. Andra..,” desah Vina ketika penisku melesak kedalam lubang vaginanya.
“Andray.. penis kau besar sekali.. aakkh..”
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yg begitu seret, hingga saya berfikir suami macam apa yg tidak mampu merasakan kenikmatan lubang senggama Vina ini? Aku berpacu dgn nafsu, keringatku bercucuran ibarat mandi dan menetes diwajah Vina yg mulai saya rasakan sangat menikmati permainan ini.
“Danddyy.. sudah.. sayaang.. akhh..” sembari berteriak panjang saya rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan saya rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Vina si mama muda . Aku tidak mempedulikan desahan Vina yg semakin menjadi, saya hanya berusaha menyampaikan kepuasan bercinta, yg kata Vina belum pernah merasakan selama berumah tangga.
Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Vina menggelinjang hebat lantaran memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri. Tiba-tiba Vina mendekap tubuhku dekat dan saya tahu itu tanda ia mencapai orgasme yg kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dgn cepat dan..“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayaang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, saya merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan saya biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.
Sesaat kemudian saya melepas penisku dan mengarahkan ke ekspresi Vina si mama muda yg masih terlentang. Aku biarkan ia oral penisku.
“Ahh..,” sesekali saya merintih ketika giginya mengenai kepala penisku. Disaat ia asik menikmati batang penisku, jariku yg nakal, mulai menelusuri dinding vagina Vina yg mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Vina.
“Ohh.. Andra.. yummy sekali sayaang..”
1.. 2.. 3.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Vina. Aku kocok keluar masuk.., hingga hasilnya saya nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yg sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.
Dan..
“Ohh.. sayaang saya keluar lagi..”
Orgasme yg ketiga diraih oleh Vina dalam permainan itu dan saya pribadi meneruskan inisiatif menindih tubuh Vina, berkali-kali saya masukkan hingga mentok.
“Aaakhh.. sayaang.. yummy sekali.. ohh..,” rintih Vina. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Vina..
“sayaang saya boleh keluarin di dalam..,” saya tanya Vina.
“Jangan.. saya nggak mau, entar saya hamil,” terperinci Vina.
“Nggak deh sayaang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Andray.. saya nggak mau..,” rintihan Vina membuat saya semakin bernafsu untuk menyampaikan orgasme yg berikutnya.
“Akhh.. oohh.. Andra.. sayaang keluarin kau sayaang.. aakkhh..,” Vina memintaku.
“Kamu jangan tunggu saya keluar Andra.. please,” pinta Vina.
Disaat saya mulai mencapai klimaks, Vina si mama muda meminta berganti posisi diatas.
“Danndy saya pengen diatas..”
Aku melepas penisku dan pribadi terlentang. Vina berdiri dan pribadi menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kau hebat banget Andra asyik.. oohh.. enak..,” Vina merintih sambil menggoygkan pinggulnya.
“Aduhh yummy Andra.. “
Goygan pinggul Vina membuat gelitikan halus di penisku..
“Vina.. Vina.. akh..,” saya mengerang kenikmatan ketika Vina menggoyg pinggulnya.
“Andra.. saya mau keluar sayaang..,” sambil merintih panjang, Vina menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dgn itu saya sudah mulai merasakan titik puncak sudah diujung kepala.
“Vina.. Vina.. ahh..”
Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan spermaku pribadi muncrat dalam lubang Vina, tetapi tiba-tiba Vina berdiri.
“Aakhh Andra nakal..”
Dan Vina berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yg gres keluar dalam vaginanya, lantaran memang ia tidak menggunakan pernah menggunakan KB. Permainan itu berakhir dgn penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, lantaran gres ketika bercinta dgnku, ia mengalami multi orgasme yg tidak mampu digambarkan dgn kata-kata.
“Andra, kapan kau ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayaang,” tanya Vina.
Aku menjawab lirih, “Terserah Vina deh, saya akan selalu sediakan waktu buatmu.”
“Makasih sayaang.. kau telah menyampaikan apa yg selama ini tidak saya dapatkan dari suami aku,” puji Vina si mama muda .
“Dann.. kau hebat sekali dalam bercinta.. saya suka style kamu,” sekali lagi puji Vina si mama muda .
Pertemuan pertama ini kita akhiri dgn perasaan yg tidak mampu digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yg mampu rasakan itu. Aku memang termasuk orang yg selalu berusaha membuat pasanganku puas dan saya mempuyai fantasi sex yg tinggi sehingga tidak sedikit para abg, mahasiswi dan mama muda yg hubungi saya untuk sekedar membantu menyampaikan kepuasan buat mereka.

