Pesta Sex Dengan Sepupu Binal Ku

Cerita Sex ~Ting..tong..!!!…… Ting tong…!!!Suara bel mengagetkanku dikala sedang santai nonton TV dirumah paman dan bibiku.
Ini ialah hari keduaku di Yogya dalam rangka persiapan test masuk perguruan tinggi tinggi di kota tsb. Dengan malas2an akupun membukakan pintu ,


“Woyyy…. Ray!! kok gak ngomong2 sih dateng ke Yogya , saya juga kangen tau..!!” sosok elok yang memberondongku dengan kata2nya yang banyak omong itu ialah Dewi , anak dari salah satu pamanku di Yogya. Dewi ini mempunyai wajah yang elok agak oval , dengan hidung mancung dan kulit putih bersih. Tingginya sekitar 165cm dengan body proporsional aduhai dan ukuran bemper depan lumayan…yaaahhh 34B deh kira2. Dibelakang Dewi ada 2 lagi sepupuku yang juga gk kalah elok yaitu Rani 160cm / 34B dan Anis adiknya yang mempunyai badan lebih tinggi mungkin hampir 170cm dengan payudara kira2 seukuran lah dengan kakaknya.
“Iya nih Ray , kenapa juga kau gak ngabarin kita2? mang kau cuma kangen sama Winda saja ya? Awas ya kamu..” Rani menimpali ocehan Dewi padaku.

“Iya , rencananya saya hari ini mo jalan ke daerah kalian bareng Winda , tapi tadi pagi kata Winda kalian ber 3 malah mo kesini. Ya sudah tak tunggu saja disini. Sama aja toh… weeekk” sahutku cuek.
“Hayo buruan masuk , Winda masih tidur tuh kayaknya..” ajakku kepada mereka.
Dewi dan Rani dikala itu seusia denganku (18 tahun) dan sama2 gres lulus SMU , sementara Anis 2 tahun lebih muda dan gres naik ke kelas 2 SMU.

Ketiga sepupuku inipun kemudian masuk ke dalam rumah. Aku mengikuti mereka dari belakang sambil senyum2 sendiri melihat kecantikan ke 3 sepupuku yang sudah 3 tahun tak bertemu ini. Ternyata hanya  3 tahun sudah lebih dari cukup untuk membentuk 3 remaja anabawang menjadi sosok2 perempuan yang elok dan sangat menawan ibarat mereka.
Dewi , dengan rambut lurus sebahu dan mengenakan kaos santai dan rok mini benar2 sangat membuatku ingin tau , apakah ia senakal Winda sang empunya rumah ini yang semalam gres saja bercinta denganku. Sementara Rani dan Anis berpakaian lebih sopan dengan kemeja dan celana jeans panjang tapi tetap saja lekuk2 badan mereka menciptakan Ray juniorku bangkit diam2 dalam sangkarnya.
Tak lama kemudian , Winda keluar dari kamarnya. Nampaknya ia gres saja mandi. Dengan hanya menggunakan kaos model U Can See (my body).. dan celana batik kondor yang pendek banget. Dengan gaya cueknya ia menyapa ketiga bidadari lainnya ini…
“Weyy… wess do theko toh? sorry , saya kafe adhus..hehe” (Weyy… dah pada dateng ya? Sorry , saya gres aja selesai mandi)… gitu kira2 translatenya.

Pagi menjelang siang itupun kami habiskan dengan bercanda ria sambil mengenang hal-hal konyol yang dulu sering kami lakukan tolong-menolong dikala masih kecil. Kami berlima ini memang dari kecil erat sekali mungkin alasannya ialah kami semua seumuran. Sementara sepupu-sepupuku yang lain rata2 berusia 4-5 tahun lebih bau tanah , bahkan ada yang berusia 15 tahun lebih bau tanah dariku.

Sekitar pukul 15.00 Rani dan Anis pamit alasannya ialah mereka katanya ada program lagi dengan kawan2nya. Tinggallah saya , Dewi dan Winda.
“Hehh… Win , kau tu semalam cuma berdua sama si Ray? Pakde budhe lagi ke Magelang kan? tanya Dewi menyelidik.

“Ho oh… untung ada Ray , kalo nggak malah sendirian toh aku?” jawab Winda.
“hehehe… Ray , kau ngaku aja deh semalam ngapain aja sama si Winda?” duuuhhhhhh…. saya benar2 terkejut tiba2 sanggup pertanyaan yang to the point ibarat itu.
“yeee…. kau mau tauuuu aja. Rahasia dong ah..” sahutku sambil coba2 memancing di air keruh. Karena jika dari gaya bicara dan bahasa tubuhnya , tampaknya Dewi ini juga gak kalah berpengalaman dibanding Winda dalam urusan Sex.

“Heee… kau nih yaa… sok rahasia-rahasiaan sama aku…” katanya sambil mencubit genit perutku.
Aku bukannya menghindar , malah kutarik aja Dewi dalam pelukanku. Kemudian kucium dengan dingin pipinya..

“Hehhh… kok malah ngesun saya toh? dasar ya kau ini..” katanya manja.
Tapi Dewi gak murka sama sekali , malahan tangan kirinya melingkari pinggangku.
“Win…. niscaya kau semalam ehem..ehem yaaa… saya kan tau kamu… dah deh ngaku aja” tanya Dewi semakin menyelidik.

“hihihi… yo takonen si Ray wae tho Wi. ” Winda menjawab dengan sangat cuek.
Aku semakin menangkap sinyal2 positif nih. Jangan2 Dewi dan Winda ini memang saling terbuka duduk perkara sex.
“tuh kan..!!! Ray , kau semalam ML ya sama Winda”
Deg..!!! kali ini saya beneran kaget dengan pertanyaan Dewi yang vulgar itu , terutama untuk seorang perempuan Yogya ibarat dia.

“hehehe…” saya hanya menjawab dengan terkekeh.
“Iiiihhh… kau nih ya , udah deh kalo sama saya dingin aja. Rahasia terjamin kok… asal…. hihihi”
“Asal apa?” tanyaku…
“Asal saya juga boleh ikutan nyobain ini…” Sambil tangannya tiba2 memegang kontolku dari luar celana.

“Tuh kan… belum apa2 aja kau dah konak begini… hahahhaa”
“hahaha… Iya Ray , kalo sama Dewi kita dingin aja kok. Aku sama ia selalu saling terbuka duduk perkara sex , yang belum pernah kita lakukan cuma… main ber 3..hahhaa”
fiuwww… saya terkejut sekaligus gembira dan horny meningkat membayangkan pesta sex dengan sepupu binal ku.
” Ray… kontolmu gede banget sih? kau ke mak Erot yah?” Tanya Dewi dengan mimik serius tapi ibarat bercanda begitu dengan cueknya ia membuka celana pendekku yang kebetulan memang gak pake retsleting tapi cuma karet saja.

“Enak aja… ini orisinil dong…uuhhh , yummy banget sih Wi” sahutku sambil melenguh keenakan alasannya ialah Dewi dengan santainya pribadi mengemut kepala bajaku.
“Ssssttt…. terus Wi… uhhh sedotan kau lebih mantep dari vacum cleaner deh…”
Dewi semakin bersemangat mengemut , menjilat dan menyedot2 kontolku. Posisi ia pun dikala ini menungging sambil terus mengoralku. Posisi ini semakin memudahkanku meremas2 susunya yang kenceng banget itu.

Kemudian kulihat Winda mendekati Dewi dari belakang. Dengan santainya ia meloloskan Rok dan Celana dalam Dewi. Sementara saya meloloskan kaosnya. Hingga dikala itu Dewi pun sudah telanjang bundar di hadapanku dan Winda. Kemudian tanpa kusangka- sangka , tiba2 Winda berjongkok di belakang Dewi , Windapun mulai menjilati memek Dewi yang menciptakan Dewi semakin menggila mengoralku. Melihat bencana ini membuatku semakin bernapsu untuk pesta sex dengan sepupu binal ku hingga hampir meledak orgasmeku yang pertama. Menyadari ini saya segera menyetop Dewi dari sepongan mautnya.

Kemudian saya pun mulai menghisap-hisap putingnya. Dewi pun tiduran terlentang di Sofa. Aku mulai mengerjai payudaranya kiri dan kanan. Putingnya benar2 sempurna… mungil tapi sangat keras dan berwarna pink muda. Payudaranya sangat kenyal dan bahkan sedikit lebih kencang dibanding payudara Winda. Kemudian jilatankupun mulai bergerak ke arah pusar dan kemaluannya. Sebelum kujilat kemaluan Dewi , sebelumnya kucium dulu bibir Winda dengan ganas dan ia pun menyambut dengan tidak kalah liarnya.

Kemudian Winda berdiri dan melucuti semua pakaiannya. Kemudia ia berjalan ke arah wajah Dewi dan mengangkangi Dewi hingga memeknya tepat berada didepan lisan Dewi. Sementara saya mulai mengorek2 dan menjilat2 kemaluan Dewi.

Bau kemaluan Dewi ini sungguh harum. Selain itu bulunya benar2 dicukur habis hingga memek tembem itu kelihatan begitu merah merona. Mendapat serangan dariku Dewi semakin blingsatan , sementara Winda juga tidak kalah liar sambil terus menekan-nekan memeknya ke wajah Dewi…. Aku benar benar menikmati pesta sex dengan sepupu binal ku.

“Sssttt…. ooohhh.. Wi… lidahmu penak Wi… terus sedot itilku Wi…” erang Winda..
Kemudian akupun meminta Dewi untuk menungging. Sementara Winda beringsut dan berdiri dihadapan Dewi.

Akupun mulai memasukkan kontolku ke dalam memek Dewi yang masih sempit banget…
“Aaahhhh… Rayyy..Edaaannn , pelan-pelan Ray.. kontolmu gede banget..” Dewi agak terkejut ketika kepala kontolku mulai memasuki liang surganya. Akupun mulai menggenjotnya pelan-pelan…
“ooohhh… Wii… memekmu sesek banget.. hhuufffftt…ooohhh..oohhhh…” erangku keenakan
“Rayy… ooohhh penuh banget Ray…ooohh…ssstt…. genjot terus Ray…aahh…ahhh”
Aku semakin bersemangat menggenjot Dewi , sementara Winda saya lihat mengocok-ngocok memeknya dengan jari-jarinya.
Setelah sekitar 10 menit….

“OOOhhh…Raayyyy…aku keluaarr…. oohh….”
Dewi pun terkulai sehabis mengalami orgasme yang Dahsyat. Sementara kontolku ibarat tersiram air hangat didalam memeknya…. uuhhhh nikmatnya benar2 super duper dahsyat pesta sex dengan sepupu binal ku.

Kemudian perlahan2 saya mencabut kontolku. Dan berjalan mendekati Winda yang kelihatan sudah sangat menanti kehadiran kontol kesayangannya ini. Windapun bersandar di dinding , sementara kakinya yang sebelah kanan dinaikkan ke sandaran kursi. Akupun sambil memeluknya kemudian mulai menancapkan Kontolku ke memek Winda dalam keadaan berdiri.
“Ahhh… Rayy… mantep banget sayangg….” erang Winda keenakan sambil mulai menggoyang pinggulnya.

Goyangannya ini ternyata mempunyai efek yang sangat dahsyat. Memeknya terasa ibarat menyedot kontolku semakin dalam ke dalam rongga-rongga memeknya.
“Ssttt…. memekmu legit banget sayang… saya pengen entotin kau terus2an kalo begini” ucapku sambil mengulum dan menjilat daun indera pendengaran Winda.
“Ahh… iya Ray , entotin aja saya terus Ray…. oohhh , kapan aja kau mau kau tinggal ngomong ke aku….

oohhaahhh…sstt….oohhh”
Winda semakin menikmati genjotan-genjotanku dalam memeknya.
Kemudian Winda memintaku berbaring di karpet.. Rupanya ia sudah tidak sabar untuk posisi favoritnya waktu ngentot yaitu Woman on Top.
Winda pun mengangkangi kontolku… kemudian menancapkan Kontolku ke dalam memeknya…
Blezzz….

“Ohhh…. Win , anjritttt… memekmu sempit bangettt” erangku keenakan.
Dewi yang sudah mulai segarpun mendekati kami. Kemudian ia mencium bibirku dengan sangat liar. Tangankupun gak mau kalah meremasi payudara Dewi. Gak cukup dengan itu , Dewi kemudian mencium Winda dengan sangat liar , Winda pun mengimbangi ciuman Dewi sambil pinggulnya terus menggoyang kadang ibarat goyang ngebor Inul , kadang goyang patah2 annisa bahar , dan masih banyak lagi deh.
Tangan kiriku kumanfaatkan untuk meremas payudara kanan Dewi , sementara ajudan meremas payudara kiri Winda. Dua perempuan absurd sex ini pun semakin menggila. Kemudian Dewi menawarkan payudaranya ke mulutku minta dihisap. Akupun menghisap pentil merahnya itu tanpa ampun membuatnya semakin terengah2. Sekarang tangan kiriku mulai mengocok memek Dewi , sehingga posisi kami dikala itu betul2 saling menawarkan kenikmatan satu sama lain. Kontolku menancap di memek Winda , jariku bermain di klitoris Dewi , Mulutku mengenyot payudara Dewi , sementara Dewi dan Winda masih terus berciuman dengan sangat liar dan saling menawarkan Rangsangan.

Tiba2 Winda berteriak…
“Rayy…. saya mau keluar Ray…. ooohhh…..”
“Aku juga Ray…. sstt… terus Kocok Ray…… ahhh..enak banget…”
Sementara akupun sudah hampir sampai…

dan mereka berduapun akibatnya orgasme bersamaan…
“Raayyyyy…. ooohhhhhhh…” teriak mereka bersamaan…
Akupun segera mencabut kontolku kemudian berdiri dihadapan mereka berdua.. Kemudian ku kocok dengan kecepatan tinggi alasannya ialah saya sendiri juga sudah hampir orgasme.
Dewi dan Winda sama2 membuka mulutnya menunggu tembakan2 liar dari kontolku… dan…
“Aaahhhh….. ahhhh… ahhhh… saya keluaaaaaarrr…..” erangku keenakan sambil menembakkan pejuku ke lisan mereka berdua.

Dewi dan Winda ibarat tidak ada puasnya dan ibarat berlomba menelan pejuku sebanyak-banyaknya.
Kemudian mereka berdua segera menjilati dan menghisap kontolku secara bergantian. Semua bab kontolku mulai dari kepalanya , batangnya hingga bijinya benar2 diusap habis dua pengecap betina-betina muda dan sexy dari yogya ini.

“Heee… absurd banget kau Ray… nyesel saya gres tau kalo kontol kau segede dan sekuat ini” kata Dewi sambil tangannya terus mengelus-elus batang dan kepala kontolku.
“hehehe… kau sih gak pernah mau tanya-tanya ke aku… hahaha” sahutku bangga.
Tak terasa ternyata dikala itu sudah pukul 17.30 Kemudian kami pun mandi tolong-menolong dan kembali melaksanakan pesta sex yang luar biasa hingga pagi.

Saat ini Dewi berumur 32 tahun , mempunyai 1 orang putri namun tubuhnya masih sangat terawat dan kami kadang2 masih melaksanakan pesta sex dengan sepupu binal ku dikala saya sedang berkunjung ke Yogya , tentu saja tanpa sepengetahuan suaminya dong.
Sementara Winda dikala ini berumur 33 tahun , mempunyai 2 orang anak. Winda tinggal di Kalimantan kini alasannya ialah ikut dengan suaminya.
close