Istriku Diperkosa Dikala Ku Pergi

Cerita Hot , Cerita Sex , Cerita abg molek , Cerita panas bergambar , Cerita Dewasa  Hot Istriku Diperkosa ketika ku pergi

Cerita Dewasa  Hot – Fery mengenal bunyi itu , ya bunyi itu tak lain dari Rusdi , bujangan petugas hotel. Nampaknya ia yang memegang handycam dan mengambil gambar Nina di ranjang. Inilah awal mula cerita remaja hot istriku diperkosa ketika ku pergi.
“Eng.. ing.. eng… ini ia gigolonya… ,” kata Rusdi , di ketika yang sama muncul gambar Salman petugas hotel lainnya.
Salman hanya memakai kolor putih , di baliknya nampak penisnya yang mulai menonjol tegang. Salman menyeringai di kamera sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap masakan lezat.

Salman naik ke ranjang di mana Nina terikat. Ia berlutut di antara kaki Nina sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Nina. Nina memberontak meronta-ronta , teriakan tertahan terdengar keras.
“Eit.. eit… percuma tante… lebih baik tante nikmati saja , ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he.. ,” ejek Salman dengan seringai mesumnya.

Salman terus meraba Nina mulai dari kaki , paha , perut , dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Nina yang masih terbungkus bra. Nina terus meronta berusaha melawan , tetapi percuma alasannya ialah ikatan di tangan dan kakinya sangat berpengaruh memakai tali plastik jemuran , semakin berpengaruh ia meronta justru membuatnya semakin sakit pada pergelangannya.
“Kurang ajar!!!” , pikir Fery ketika menyaksikan adegan itu di handycam , tubuhnya bergetar menahan amarah.

Rasanya ia ingin sekali menemukan petugas hotel itu dan menghajarnya habis-habisan. Fery melanjutkan menyaksikan adegan di LCD handycam , kini tangan Salman mencabik paksa bra istrinya itu hinga tanggal. Payudara molek Nina hingga tergoncang-goncang. Pemandangan itu menciptakan Salman makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Nina , bergantian , satu dihisap satu diremas-remas.
 
“Ehmmhhkk… ehmhkkk…jangan!!” Nina terus meronta berusaha melawan , tapi Salman tak peduli dan terus melaksanakan aksinya menikmati payudara perempuan bagus itu.
“Eihh.. hening aja tante.. nanti juga wenak.. ,” kata Salman sambil tangannya memberi instruksi ke kamera biar mendekat.

“Waduh.. ini bayi renta lagi netek nih… , cucu mamah gede sih ,” bunyi Rusdi terdengar dalam rekaman , sementara adegan itu diclose-up , nampak terang bagaimana pengecap Salman bermain di putting susu Nina , sesekali dihisap dengan keras , kemudian dijilati lagi pelan perlahan.
Handycam di tangan Rusdi juga merekam terang bagaimana puting susu Nina perlahan-lahan mengeras sesudah mendapatkan jilatan dan hisapan Salman.
 
Handycam kemudian diarahkan Rusdi ke bab bawah , merekam tangan kiri Salman yang mulai menggerayangi CD Nina. Gambar kembali diclose-up , pinggul Nina bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Salman , namun percuma. Jemari-jemari kekar Salman mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Nina , sementara di bab atas yang tak terekam kamera bisa dipastikan Salman makin bernafsu menghisapi susu Nina. Rusdi menjauh dan mengambil gambar utuh. Salman bergerak membuka epilog mata Nina , kemudian ia mencabik CD Nina dan menjilatinya beberapa kali.

“Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang , tante niscaya suka. Ini buktinya cairan memeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya ,” Salman menghisap celana dalam Nina di bab tengah yang ada bercak basahnya , kemudian menghempasnya ke arah kamera.

Rusdi mengclose-up wajah Nina. Mata Nina melotot murka dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan bunyi tertahan menyerupai membentak protes.
“Waduh.. si tante makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.. , ntar gantian kita.. , ” bunyi Rusdi menyemangati Salman.

“Santai aja Rud.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin…. Ayo ke siniin kameranya biar lebih terang gambarnya ,”
Salman meremas susu Nina dan menjawil dagunya , Nina semakin murka , kemudian Salman mengarahkan kepalanya ke selangkangan Nina. Handycam di tangan Rusdi mendekat ke selangkangan Nina. Jemari Salman membelai-belai vagina Nina yang sudah telanjang penuh , sementara Nina tetap berusaha melawan dan meronta-ronta. Bibir vagina Nina direngkah dua jemari Salman hingga terbuka , warnanya merah muda dan mulai lembap karena klitorisnya dimainkan jemari Salman.

“Ini itil namanya frend.. makin digosok , tante makin kenikmatan… nggak tahan.. ha ha ha… ,”suara Salman bernafsu , sementara gambar di LCD menunjukkan jempolnya menekan dan menguyak klitoris Nina.

Bibir Salman kemudian mendekat ke vagina Nina , lidahnya mulai menjulur menjilati klitorisnya. Telapak tangannya menekan bab atas vagina Nina yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.
“Hmmm.. sedep bener nih tante. Wangi…nggak ada wangi terasinya memeknya nih , ga kaya *****-***** di gang itu…he he. Rud kamu suting mukanya tante pas saya mainin itilnya ya.. ,” Salman kembali menjilati vagina Nina , kali ini sambil dihisap-hisap.

Rusdi merekam ekspresi Nina. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak , namun tubuhnya sudah lemah tak bisa meronta lagi. Tenaga Nina sudah terkuras alasannya ialah berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.

“Ehmmhh.. ehmmmhhpp. ,” bunyi Nina melemas juga , rontanya justru menjadi gemulai menciptakan Salman makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan pengecap Salman di vagina Nina menciptakan pikirannya bercabang. Ia mulai mencicipi kenikmatan yang tak mungkin dihindari , secara naluriah ia terang sangat menikmatinya , namun secara moral , bagaimanapun ini perkosaan , apakah pantas ia menikmatinya?

“Ehmm.. kenapa tante? Nikmat ya? ,” bunyi Rusdi bertanya sambil wajah Nina di close-up. Nina melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya , ia berusaha berteriak lagi , memprotes gambarnya direkam Rusdi.

Fery semakin murka melihat adegan itu. Dalam hatinya ia menaruh dendam kesumat pada Salman dan Rusdi yang mengerjai istrinya. Tapi adegan demi adegan yang dilihatnya di layar LCD handycam juga membuatnya semakin penasaran.

Rusdi tiba-tiba melepaskan sapu tangan epilog bibir Nina. Tapi Nina justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun , apalagi teriakan.

“Ayo tante.. mau murka apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi? ,” bunyi Rusdi meledek Nina.
“Ehmm.. jangan… amphuunnn.. jangan disuting… amphunnn ,” bunyi Nina memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang.
“Ampun kenapa tante..? ,” bunyi Rusdi kembali menggoda.

“Akhhss.. amphuunnnn… oughhh… mmpphh.. ,” mata Nina kembali terpejam , tubuhnya bergetar menyerupai menahan birahi yang memuncak. Dari LCD handycam , Fery bisa menandai ciri-ciri wajah istrinya mulai dilanda gairah seksual.

Di bab bawah Salman terus menjilati vagina Nina , Rusdi mengarahkan kameranya di bawah. Kepala Salman seakan terbenam di selangkangan Nina , ketika di close-up nampak vagina Nina sudah sangat lembap dan cairannya terus dijilati dan dihisap Salman. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Salman.

“Oughh.. ampphhhuuunnn… akhhsss.. ,” bunyi Nina terdengar.
“Nih suting nih.. nah lihat nih.. tante udah nggak tahan mau dientotin nih.. ,” kata Salman sambil jemarinya membuka bibir vagina Nina.
Handycam Rusdi mengclose-up vagina Nina yang terkuak oleh jemari Salman. Terlihat terang dinding vagina Nina berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Salman masih menahan vagina Nina dengan jarinya , kemudian penis Salman terekam di kamera sudah tegang mengacung dan mulai mendekati bibir vagina Nina.

“Eh Rud.. kamu rekam yang lengkap ya.. saya entotin dulu nih tante , ntar kalau saya cabut kontolku.. kamu close-up lagi memeknya ya…biar kamu lihat bagaimana kalau nih tante puas.. ha ha.. ,” Salman menyeringai.

Salman mengambil posisi tepat di tengah kaki Nina , dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Nina.
“Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. tolong jangan lakukan” Nina memelas pasrah , seolah sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi laki-laki lain yang bukan suaminya.

“Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan murka marah kayak tadi hah..!! Ayo kini mau apa , mau dilepas? Rud turuti tante ini , lepas ikatan kakinya Rud , cepat… ,” Salman tetap pada posisi siap menindih Nina , ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Nina yang merekah.
“Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan.. ,” Nina memelas sejadi-jadinya dengan bunyi parau ketika mencicipi benda hangat melekat di bibir vaginanya.

Rusdi merekam semuanya sambil melepas ikatan di kaki Nina. Dari posisi itu nampak terang penis Salman sudah melekat di bibir vagina Nina.

“Sudah siap tanthee.. ouh.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh.. ,” Salman menindih tubuh Nina dan memegang kedua pipi Nina biar wajah Nina menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan menciptakan kepala penisnya menembus bibir vagina Nina.

“Ngghhh… amphuunnn.. jangahhnnn…tolong janganhhh… engghhhmmm… ouuhhhhggghhh… akhhhssss ,” bunyi Nina yang memelas bermetamorfosis desahan tak tertahan ketika Salman mulai memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.

Fery melihat bagaimana tubuh mulus istrinya menggelinjang setiap sentakan pinggul Salman terjadi. Nina mendesah tak karuan ditindih tubuh Salman yang kekar. Perawakan Salman agak pendek , penisnya juga lebih pendek dari milik Fery. Tapi penis hitam Salman jauh lebih gemuk dan lebih tegar dari milik Fery. Rusdi mengclose-up bab yang sedang intim itu. Bibir vagina Nina hingga monyong-monyong didera penis Salman. Salman menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.

“Akhhss… ouhhh.. ahhhh… sssttt…ughhh… ,” Nina terpejam sambil mendesah menahan nikmat , ia tak sadar wajahnya yang bersemu kemerahan alasannya ialah terangsang sedang diclose-up oleh Rusdi.

Rusdi kemudian menjauh mengambil gambar lengkap. LCD handycam yang dilihat Fery menampakkan bagaimana kaki mulus Nina kini justru merangkul pinggul Salman yang semakin cepat memacunya , nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Nina juga makin keras , dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.

“Ougghhh… argghhh… huh… nikmat sekalih tubuhmuuhh tannteehhh… ouhhh.. aaahhhhhkkkk…ouhhh nikhhhmmaaathhhh…. ,” Salman mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Nina dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar , sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma hingga ke perut Nina. Salman mencapai puncaknya.

“Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.. , sini gantian.. biar saya ambil alih memuskan si tante” Rusdi bergegas naik ranjang menggantikan posisi Salman.
Rekaman di handycam sempat goyang menampilkan gambar lantai , cermin rias , dan langit-langit kamar. Kini Salman yang merekam gambar , sementara Rusdi sudah bugil menindih tubuh Nina. Penis Rusdi sangat kekar , panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Rusdi menggambarkan keperkasaan , ia memang perenang tangguh di daerah wisata itu.

“Sudahhh… amphuunnn… jangan lagihh.. amphunnnhhh… ,” pinggul Nina bergerak ingin menghindari penis Rusdi yang sudah mengarah ke vaginanya , tapi percuma alasannya ialah kedua tangannya masih terikat menciptakan posisinya tertahan terlentang.

“Tenang tante sayang.. kan masih tanggung tadi.. kini saya kasih biar tante puas.. ,” Rusdi tiba-tiba menindih Nina , ia melumat bibir ranum Nina , meremas susunya , dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina perempuan bagus beranak dua itu. Nina mulai mendesah , gerakan Rusdi menciptakan ia kembali terangsang jago sesudah puncak klimaksnya hampir hingga bersama Salman tadi. Fery melihat dari layar LCD bagaimana istrinya mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang bekerjasama intim dengan lelaki lain yang memperkosanya. Nina terpejam dengan bibir terus dilumat Rusdi , malah Nina nampak membalas lumatan-lumatan Rusdi , nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.

“Goyang yang keras Rud.. si tante dah mau hingga puncak tuh… ,” bunyi Salman terdengar
Sementara gambar di close-up ke wajah Nina dan Rusdi yang berpagutan bibir. Rusdi mengocok semakin kencang , kaki Nina merangkul pinggul Rusdi seolah ingin hantaman yang lebih tepat di vaginanya. Dalam hati Fery bercampur banyak sekali macam perasaan , murka , cemburu , murung , juga terangsang hingga tangannya bergetar memegangi handycam itu

“Oughh… ghimmana tanntehhh… enakkhhhss…?? ,” Rusdi melepas pagutannya dan terus menggenjot Nina sambil mengeluarkan dialog nakal
Nampak ludah mereka saling bertaut ketika bibir mereka berpisah. Nina semakin lepas kendali di ketika puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Rusdi yang kekar.
“Gimana tanthee… jawabbbhhh aghhh… ,”
“Ngghhhmm ahhsss…. ,” Nina mendesis. Rusdi menggenjotnya lebih keras , dan terus meluncurkan pertanyaan mengejek pada Nina.
“Akhhss.. amphunnn… ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt.. ,”
“Apa tanthe??? Yang keras bilang… ,”
“Ughhh… ssstnnikkhhmmmaatt… ssshhh aaahhh… ihhh… ,”
“Enakh digoyanghhh… ayo bilang… ,” Rusdi terus memancing Nina.

Nina menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes. Nina sanggup mencicipi urat-urat penis Rusdi yang menonjol itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Benda panjang itu demikian keras dan perkasa hingga bisa memabukkannya dalam birahi , sebuah sensasi yang belum pernah ia dapatkan dari suaminya sekalipun.
“Apanya yang nikmat tantehh? Apanya hah? Omong yang jelas!”
“Ssttt.. ahhgg.. konthhh… tholll… assttt oughhh… ,” Nina menjawab refleks di luar kendalinya.
“Yahhkk begithuu tannthee… akhhhsss… nihhhh.. ouh…memekmu juga enakhh loh” Rusdi semakin liar menggenjot Nina.

Kini kaki kanan Nina diangkat ke bahunya kemudian dengan posisi itu Nina kembali dihajarnya. Ia terus menyetubuhi perempuan itu sambil tangan satunya meremasi payudaranya yang montok.
“Hajar terus Di!” terdengar bunyi Salman yang sedang mengambil gambar menyemangati temannya.
“Tanhtee enakhh diapainnn hahh..?? ,” Rusdi memacu penisnya semakin cepat , ia mulai mencicipi kedutan dari dinding vagina Nina mengambarkan Nina hampir klimaks.
Salman mengclose up lagi wajah Nina yang terpejam , sementara Rusdi menggenjot Nina sambil terus bertanya nakal. Salman berusaha melepaskan ikatan tangan Nina sambil terus merekam pertempuran ranjang itu.

“Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss… ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt… akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm ,”desah Nina.
“Diperkosa ini tanthee.. enakhss diperkosaaa..?? ,”
“Yeahhh… akhhsss eeehhhnnn…naaakkhhh.. perkohhssaa…aahhhsss… ,” Nina menceracau mengikuti pertanyaan Rusdi.

Tangan Nina yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Rusdi tapi justru merangkul leher Rusdi dan meremasi rambut Rusdi dari belakang. Dari LCD handycam di tangannya , Fery melihat istrinya sudah mencapai klimaksnya , bunyi Nina terdengar sangat menggairahkan ketika itu. Tanpa sadar penis Fery mulai tegang , sungguh tak disangka , istrinya terlihat begitu menikmati korelasi tubuh dengan laki-laki pemerkosanya dibanding dengan dirinya. Sungguh sebuah ironi tapi tanpa anehnya Fery malah terangsang menyaksikan rekaman perkosaan istrinya itu
“Ayooo.. tante.. ahhh.. ayohh… ,” Rusdi juga hampir mencapai titik puncak , secara maksimal tenaganya dipacu menggoyang Nina.

Tubuh Nina mulai bergetar jago dan kakinya menyerupai kejang merangkul pinggul Rusdi yang terus bergoyang di atas tubuhnya.
“Akkhsss.. ahhhh… ammphuuunnnnhhhh… ssttttt akkhhhsssss…. Mmmmphhhmmmm… emmphhhhpppp ,” pertahanan Nina kesannya bobol , tubuhnya seakan kejang , tangannya menarik rambut Rusdi , dan kepalanya terangkat meraih wajah laki-laki itu. Saat klimaksnya membludak , Nina justru melumat bibir Rusdi , memeluk Rusdi kuat-kuat , melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.

“Akhhh… ouhh.. yeahhh.. yeahhhh… ouhhh… yeaaahhhhh… ,” Rusdi melenguh kejang melepas lumatan Nina. Rusdi juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Nina , mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan , kemudian lemas beberapa ketika kemudian.

Salman mengclose-up bab vital itu , perlahan Rusdi mencabut penisnya. Air sperma Rusdi terhujam di dalam vagina Nina perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Nina. Rusdi berbaring di sisi Nina , sementara Salman mengangkangkan kaki Nina dan menguak vagina Nina dengan tangan kirinya , tanga kanannya mereka close up vagina Nina. Fery melihat vagina Nina masih berkedut-kedut. Selanjutnya tampak kamera diatur sedemikian rupa sehingga mengarah ke tengah ranjang , kemudian Salman nampak di layar menghampiri Nina. Kini kedua laki-laki itu menggarap Nina secara threesome , Rusdi duduk selonjoran sambil bersandar pada kepala ranjang dengan penisnya dikulum oleh Nina , sementara dari belakangnya Salman menyetubuhinya daalam posisi doggie. Sesekali tangan Salman menepuk pantat Nina yang semok itu. Tiap sodokan penisnya mendorong keluar sperma Rusdi meleleh di bibir vagina perempuan itu. Gambar di handycam kemudian terputus dan menampakkan Nina yang tertidur pulas di ranjang , bugil tanpa ikatan , pada bibirnya masih berbekas cipratan sperma.

“Ya beginilah kondisi nyonya sombong yang sudah kami perkosa hingga puas.. diperkosa malah kenikmatan ia sampe tidur ngorok ha.. ha.. ha.. ,” bunyi Salman terdengar.
“Ini ia film bokep made in Indonesia orisinil , tidak ada rekayasa dalam pembuatan film ini” bunyi Rusdi menimpali.

Rusdi dan Salman terus mengeksplore tubuh telanjang Nina sambil berkomentar. Dari komentar mereka Fery tahu kalau mereka nekad memperkosa Nina alasannya ialah Nina menyinggung perasaan mereka. Waktu hendak membenahi shower dan kamar mandi , Nina sempat melontarkan kata-kata menyuruh mereka berdua cepat selesaikan pekerjaannya alasannya ialah Nina tak tahan wangi tubuh mereka. Tangan Fery luruh dan handycam hampir jatuh. Pikirannya kacau sesudah melihat rekaman pelecehan seksual terhadapa istrinya itu. Bukankah Nina kesannya menikmati juga? , bagaimana mungkin ini dilaporkan ke polisi? , akan lebih menjadi malu kalau nantinya dua pelakunya membeberkan ini suka sama suka. Fery berteriak sejadi-jadinya , kemudian kembali ke kamar hotel. Setelah memastikan belum dewasa sudah tidur lelap , ia menggauli Nina secara brutal membayangkan memperkosa istrinya sendiri.
close