Terpaksa Melayani Nafsu Tante Sofia

Cerita Seks ~Pada postingan kali ini, Pusaranlendir.com akan memperlihatkan sebuah kisah berjudul Terpaksa Melayani Nafsu Tante Sofia. Pengalaman hari itu menjadi hal pertama saya melepaskan keperjakaanku. Langsung saja saya ceritakan pengalaman ku ini.



Perkenalkan namaku Sutiyoso, kejadian ini terjadi ketika saya berumur 21 tahun. Sore itu saya sedang bermain playstation di kamarku, kemudian tiba-tiba terdengar bunyi ketokan pintu dari rumahku. Mama ku pun menyuruhku untuk membuka kan pintunya dan dikala ku buka pintunya terlihat perempuan sekitar umur 30 tahunan ke atas.

" Nyari siapa ya tante ? " kataku
" Saya tante Sofia, saya mau ketemu ibu kau " katanya.
" Oh... yud bentar ya tante saya panggil dulu mamanya. " kataku yang pribadi memanggil mamaku.
Pertemuan itu menjadi awal perkenalakan ku dengan tante Sofia, belakangan ini saya mengetahui dari mama ku bila tante Sofia itu ialah seorang rentenir. Hari demi hari kami selalu bertemu, alasannya ialah beliau kerumah ku untuk menagih utang yang harus di cicil oleh mamaku.

Hari ahad pun tiba dan menjadi harinya dimana saya sanggup bersantai dan tidur dengan nyenyak. Jam 11 siang saya pun terbangun dan pribadi mencari cemilan untuk di makan, dikala itu rumah sedang sepi alasannya ialah mama ku mengantarkan adik-adikku les. Lalu ku lihat di atas meja makan ada roti, pribadi saja ku makan dengan di temani kopi panas.
Tak berapa lama, terdengar bunyi ketukan pintu, dikala ku buka ternyata tante Sofia. " Eh tante.. cari ibu ya ? " tanyaku

" Iya nih.. tante sudah telat.. tadi janjiannya jam 10 eh alasannya ialah macet di jalan tadi jadi jam 11 datangnya.. kira-kira masih ada gak ibunya ? " tanyanya.
" Yahh.. mama uda pergi,,, nganterin adik-adik les,, saya juga gres berdiri ini.. yud tunggu aja di dalam " kataku
" Ow yud deh tante tunggu aja " katanya
Kupersilahkan tante Sofia duduk di sofa ruang tamu, akupun pribadi menuju dapur dan menyebarkan minuman.
" Wah ngerepotin aja nih " katanya dikala saya membawakan minuman.
" Gpp kok tan.. " kataku
" Sekarang kmu sendirian di rumah ? " katanya
" Iya tan.. pas berdiri uda gak ada siapa-siapa " kataku
" Ngak main sama teman-teman ? " tanyanya lagi
" Males main di luar,, panas,, capek.. mending di rumah maen playstation " kataku
" Ow iya tan.. saya mandi dulu ya belum mandi neh dari tadi " kataku
" Ihh pantesan bau... ganteng-ganteng kok jorok.. " katanya
" Bisa aja tante.. yud saya mandi dulu ya " kataku, belum saya tegak berdiri, tiba-tiba tanganku di tarik oleh tante Sofia.

Seluruh tubuhku menjadi panas dan detak jantungku berdegub dengan kencang.
" Mau tante madiin gak,, lezat loh bila tante yang mandiin.. beneran deh " katanya sambil mengelus-ngelus penis ku.

Aku dikala itu tidak sanggup berbuat apa-apa, perasaan takut dan lezat bercampur jadi satu. " Ahhh tan " desah ku dikala tangan tante memeras penis ku yang sudah menegang. Kemudian ia menjilati daun telingaku hingga turun ke arah leherku. Tanpa banyak buang waktu lagi, tante Sofia jongkok di sekitar selangkanganku, di buka nya celana ku dan celana dalamku kemudian di jilatinya penis ku " Ahhh tannn ehmmm " desah ku yang tidak sanggup ku tahan.

Tiba-tiba saja terdengar bunyi ketokan pintu, kami berdua pun pribadi kaget dan saya buru-buru membenarkan celana ku. " Eh ibu Sofia ,, sudah usang ? " ternyata itu mamaku yang gres saja pulang. " Eh ibu,, gres aja kok " kata tante Sofia. Aku yang masih gugup dikala itu pribadi saja minta izin untuk pergi mandi, di dalam kamar mandi saya pribadi memikirkan kembali perbuatan yang tante Sofia lakukan tadi padaku, entah mengapa saya jadi ketagihan hisapan tante Sofia di penisku.

Setelah selesai mandi, saya lihat di ruang tamu hanya tersisa Tante Sofia kemudian saya menyamperinnya " Mama mana Tante ? " tanyaku. " Ow itu lagi ke atm mau ambil duit dulu " katanya. " Ow gitu.. " kataku. " Eh kau jng kasih tau siapa-siapa ya ihwal yang tadi,,, tante ini uda usang tidak mencicipi relasi tubuh jadinya kesetanan tadi heheheh maaf ya " katanya. " Gpp kok tan.. lezat kok tadi hehehe ya buat pengalaman ku " kata ku sambil tertawa. " Lohh.. kau belum pernah bekerjasama tubuh memangnya ? " tanyanya kaget. " Belum tan,, pacar aja gak punya " kataku. " Hmm bila begitu mau gak tante ajarin ? " rayu tante Sofia.

Saat itu saya bener-bener syok dengan anjuran tante Sofia, entah saya harus ngomong apa dikala itu " Yud kau pikir dulu aja ya,, nanti malam jam 19.30 wib tante tunggu di hotel xxxx " katanya. Lalu tak usang mamaku kembali dan memperlihatkan sejumlah uang ke tante Sofia dan pribadi berpamitan pulang.

Aku pribadi balik ke kamar dan merenungkan anjuran tante Sofia tadi, Jika saya tidak mendapatkan nya tidak akan ada kesempatan kedua dan ini sanggup menjadi pengalaman pertama ku dalam bekerjasama sex, tapi bila beliau hamil nanti bagaimana ? hmm ada kondom. Akhirnya ku mantapkan anjuran tante Sofia dan buru-buru beli kondom di supermarket terdekat alasannya ialah dulu kondom berjejer di depan kasir supermarket.

Jam sudah memperlihatkan jam 19.00 wib, akupun segera bergegas untuk mempersiapkan diri, kupakai kemeja, celana panjang jeans dan menyemprotkan wewangian. Setelah berkemas-kemas hasilnya saya pergi dengan sepeda motor ku dan pamitan dengan orang tuaku dengan alasan menginap di rumah teman. 15 menit perjalanan saya hingga juga di lokasi hotel xxx dan ternyata tante Sofia sudah menunggu ku lebih awal. " Hei Sutiyoso... ayuk pribadi saja kita masuk ke hotel " ajak beliau sembaring saya memakirkan motorku.

Ternyata tante Sofia sudah memesan kamar untuk kami berdua, tanpa berlama-lama lagi kami pribadi menuju ke kamar. Setelah hingga di kamar yang di pesan, kami berdua pun masuk dan terlihat tidak mengecewakan cantik kamarnya, ada TV, kamar tidur yang empuk, vcd player dan banyak lagi.
" Sayaang,, kau duduk dulu di kasur.. rileks aja,, tante mau ganti baju dulu " katanya yang pribadi masuk ke dalam kamar mandi.

Aku pun menuruti kata-katanya, tak berapa usang tante Sofia keluar dengan pakaian daster tipis yang sanggup kulihat dengan terang BHnya dan celana dalam merahnya. Tante Sofia pribadi duduk di samping ku samping memegang pahaku " dah kau hening saja santai saja kali.. jangan tegang gitu " katanya " Hmm anuu iya tan.. " kataku yang sedikit grogi. " Sekarang tante ajarin kau cara-cara bekerjasama tubuh ya " katanya. Wajahnya kini sangat erat sekali dengan wajahku, dengan pelan-pelan beliau mencium bibir ku, kami pun saling berciuman. Entah mengapa rasanya lezat sekali dan ternyata begini rasanya berciuman dengan seorang wanita.

Tante Sofi kemudian menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku, saya yang tidak mau kalah pun ikut juga menjulurkan lidahku sehingga pengecap kami saling menjilati satu sama lain. Ciuman Tante Sofia turun ke arah leherku menyerupai pertama kali beliau lakukan dikala di rumahku, rasanya geli-geli gmn gitu, saya pun tidak mau tinggal membisu saya jilati juga leher nya dan kadang ku cupang sehingga menciptakan beliau mendesah " Ahhh.... ".

Tangannya kemudian membingbing tanganku ke arah payudaranya, " Remess sayaang " pintanya. Ku lakukan saja apa yang beliau suruh, ternyata hal tersebut menciptakan beliau semakin bernafsu " Ohh.. hmmm... sayaangg... " desahnya. Tante Sofia kemudian berdiir dan membuka daster nya, kemudian di lepaskan nya BHnya dan di depan mataku kini terlihat 2 buah gunung gembar dengan tonjolan coklat. Di sodorkan nya payudaranya ke mulutku, ku hisap pentil susu nya menyerupai bayi yang sedang menyusui. " Ahhh hmmm ohhh  shittt .. terusss " semakin usang saya semakin bersemangat menghisap pentilnya, tak usang asinya pun keluar dan terasa tawar menyerupai susu sapi.

Tiba-tiba ku rasakan penis ku menyerupai di remes, ternyata tante Sofia belakang layar membuka sleting celana ku sehingga beliau sanggup dengan gampang untuk memainkan penisku yang sudah menegang. Ow sungguh nikmat sekali penis ku di remes oleh tangannya, kadang di kocoknya dengan lembut dan menciptakan ku menyerupai tersengat listrik.

Di lepaskannya payudaranya dari mulutku, tante Sofia kemudian jongkok kemudian membuka celana jeansku dan celana dalam ku, penis ku seketika di hisapnya dengan penuh nafsu, nikmatnya sungguh tidak sanggup di ungkapkan dengan kata-kata " Ahh tanteee... " tanganya mulai mengocok penis ku dengan perlahan, saya hanya sanggup pasrah saja sambil memejamkan mata menikmati penis ku yang sedan di service tante Sofia.

10 menit ada di mainkan penisku, akupun ngerasa semua tubuh ku terasa keram dan saya ingin mengeluarkan sesuatu, semakin cepat kocokannya menciptakan ku semakin ingin kencing "Ahh tante saya mau kenccingg lepasiiinn " kataku, tapi tante malah bertambah semangat mengoral penis ku " ahh crottt crooorr,,, saya semprotkan cairan hangat yang keluar dari penis ku yang gres saya tau ternyata itu ialah spermaku. Tampaknya tante Sofia tidak mempermasalahkannya, malahan beliau menelan semua spermaku. " Hmm enaakk " kata tante Sofia. " Sekarang kau puasin tante yaa " pintanya.

Kemudian tante Sofia naik ke atas kasur kemudian berbaring, " Pelorotin celana dalam tante sayaang " pintanya. Akupun pribadi mengikut perintahnya, ku pelorotkan celana dalam nya dan terlihat vagina nya yang tidak di tumbuhi bulu sama sekali, " apa beliau potong ya ? setau gua orang cukup umur niscaya ada bulu-bulu nya menyerupai punya gua " kataku dalam hati. " Sekarang kau arahkan wajah mu ke vagina tante ya sayaang " pintanya lagi. Tanpa banyak pikir lagi, saya arahkan wajahku ke vagina tante Sofia terlintas tercium di hidungku basi vagina yang sedikit amis, apa vagina memang begini baunya.. " Jilat sayaang " suruh tante lagi. " basi bau begini apa rasanya ya bila di jilat ? " tanyaku dalam hati.

Tapi masa ndeso lah, saya pribadi julurkan lidahku dan mulai menjilati bibir vaginanya, tante kemudian tersendak kaget " terus sayaang " seruhnya. Aku teruskan jilatanku, rasanya asin-asin gmn gitu tapi lezat ya lama-lama saya ketagihan. Lalu ku lihat dari vaginanya keluar cairan-cairan lengket, tapi saya tidak memperdulikannya saya terus jilat, pinggul tante bergoyang-goyang naik turun menyerupai orang yang sedang di perkosa. " Ahhh hmmm sayaaggnterusss ahhh enaaak ohhh " rintihnya.

Lidahku lama-lama pegel sendiri entah hingga kapan saya harus terus menjilatinya " Stop sayaang ... masukin itu kau kini ke dalam lubang vagina tante " pintahnya lagi. Ini lah saat-saat nya yang saya tunggu, saya baca-baca dari artikel bila memasukan penis ke dalam vagina cewe rasanya nikmat sekali ketimbang semua permainan yang ku mainkan tadi.

Dengan bersemangat saya arahkan penis ku ke lubang vagina tante Sofia. Kaki tante terbuka lebar semoga saya sanggup lebih gampang untuk memasukannya, pelan-pelan ku masukan, " Ohhh sayaangg " rintih tante sofia, saya pun ngerasa lezat padahal gres kepalanya saja yang masuk. " Dorong saaayaang " kata tante.

Langsung saja ku dorong penis ku dan blass semua batang penis ku karam semua di dalam lubang kenikmatan tante Sofia. " Ahhhh " desahku. Aku pun hanya membisu saja, tiba-tiba tante Sofia protes " Jng membisu donk... goyangg kamunya maju mundur " katanya. Aku bener-bener polos sekali waktu itu, pribadi saja ku maju mundurkan penis ku di dalam vagina tante Sofia, " Ahhh ahhh ahhh ahhh " rintih tante Sofia. Penis ku menyerupai di pijit-pijit dari dalam dan sungguh rasanya lezat sekali, " Ahhh aghhh " rintihku berbaringan dengan rintihan tante Sofia.

Semakin usang gerakan maju mundur ku semakin cepat dan menciptakan tante Sofia menyerupai kesetanan dan berteriak " Sayaaangg aku  penggeen keluaarrr " teriaknya. Aku yang tidak mengerti maksudnya masih terus mengenjotnya, tak berapa usang ku rasakan semprotan cairan hangat di pala penis ku.

Sepertinya saya juga ingin keluar crottt... crotttt ku tembakan sperma ku di dalam vagina tante Sofia, sungguh lega sekali rasanya habis mengeluarkan sperma, Lalu ku keluarkan penis ku dari dalam vagina tante Sofia dan berbaring di sebelahnya " makasih ya tante atas pelajaran nya " kataku. " sama-sama sayaangg.. makasih juga sudah buat tante mencicipi nikmat kembali " katanya kemudian mengecup bibirku.

Tiba-tiba saya panik dan teringat bila sperma dilarang masuk ke vagina alasannya ialah sanggup menjadikan kehamilan. " tante tante,, tadi saya masukin sperma ke vagina tante,, ais saya lupa pakai kondom yang ku beli tadi " kataku panik. " hening saja,,, tante kan minum pil KB jadi tidak akan hamil " katanya. Cerita Sex

Sehabis itu kami habiskan waktu yang ada untuk bekerjasama kembali, kadang di kamar mandi, di teras, di lantai. Entah sudah berapa banyak sperma yang ku keluarkan hari itu.
close