Namaku Boby kini ini saya sudah bekerja di sebuah perusahaan swasta di kota Jakarta. Sekarang saya sudah berkeluarga dengan dikaruniain 2 anak laki-laki yang tampan'' dan istri ku yang tidak kalah cantiknya juga. Tetapi ada satu kenangan yang sangat sulit untuk di lupakan dan itu insiden sudah 8 tahun yang kemudian dimana saya memperkosa guru ku sendiri waktu masih duduk di kelas SMA.
Waktu itu saya masih duduk di dingklik Sekolah Menengan Atas kelas 2, kami semua mencar ilmu menyerupai biasa dan kebetulan bu guru yang mengajar PKN biasanya tidak masuk kelas hari ini. Maka itu, kami mengisi jadwal kosong tersebut dengan mengobrol''.
Tak berapa lama, muncul tiba-tiba seorang cewe yang masuk ke kelas kita.
" Hayooo... pada berisik apa ini ? " kata cewe tersebut
" Ow iya perkenalkan nama saya Bu Sri yang akan mengantikan Bu Narni mengajar PKN alasannya dia sedang sakit. " kata bu guru
" Yahhh bu Narni gak masuk.. " kata murid-murid.
" Halah tidak usa sedih-sedih gitu ah... ibu tau kalian seneng kan.. yud pribadi saja kita belajar, buka buku nya halaman 74 " kata bu guru
" Baik bu.. " kata murid-murid
" Ow iya.. ahad depan ada ulangan yaa .. itu pesenan dari bu Narni " kata bu guru.
" Yahh... gres masuk uda ada ulangan.. gampangan ya soal nya bu " kata murid-murid
" Oke.. nanti ibu bikin soal yang simpel ya.. selamat siang bawah umur " kata bu gutu sambil meninggalkan kelas kami.
" baik bu . selamat siang " kata murid-murid
Setelah pulang sekolah, saya buru-buru pulang kerumah dan pribadi membuka buku PKN untuk mencar ilmu ulangan nanti. Tidak menyerupai biasanya saya mencar ilmu segiat ini, semua ini saya lakukan alasannya ada nya bu Sri.
Singkat cerita, seminggu kemudian bu Sri mengadakan ulangan yang sebelum nya sudah pernah di beritahukan. Bu Sri membagikan satu persatu kertas soal ulangan, saya perhatikan satu persatu soal ulangan tersebut dan ternyata susah sekali meskipun saya sudah mencar ilmu mati-matian. Rasanya yang ku pelajari tidak masuk ke otak, balasannya saya kerjakan nomor soal yang sanggup saja.
Aku melihat teman-teman ku sudah pada selesai padahal waktu nya masih banyak, terpaksa saya gunakan cara terakhir ku adalah mencontek jawaban yang ada di sebelah sahabat ku, mumpung bu Sri lagi keluar. Eh gres 2 soal, bu Sri sudah masuk kembali dan sempak melihat ku mencontek, tapi dia membiarkan saja malah melihat siswa yang lainnya.
Aku pun jadi lebih berhati-hati lagi dan memperhatikan situasi untuk mencontek. Setelah semua soal berhasil ku isi, saya pun bergegas mengumpulkan soal ulangan ku ke atas meja bu Sri kemudian duduk kembali ke daerah ku. Aku masih khawatir dengan insiden tadi, takutnya nanti soal ulangan ku tidak sah lagi, namun saya tidak memperdulikannya tinggal menunggu hasil saja nanti.
3 hari berselang bu Sri kembali lagi ke kelas ku dengan membawa nilai ulangan soal yang akan di bagikan ke murid-murid. Bu Sri memanggil satu-satu murid-murid berserta nilainya ke depan untuk mengambil hasil ulangannya. Saat namaku di panggil dengan nilai menerima nilai 6, bu Sri menyuruhku untuk ke ruangan guru nanti untuk berhadapan dengan dirinya. Aku semakin deg-deg an saja, apa mungkin saya kena murka nanti.
Sepulang sekolah saya pribadi menghadap ke bu Sri di ruang guru.
" Kok kau nilainya paling buruk sih.. padahal ibu sudah buat soal paling simpel " kata bu Sri
" Maap bu... padahal saya sudah mencar ilmu setiap hari " kataku
" Sudah mencar ilmu setiap hari masih sanggup nilai jelek... kini ibu mau kasih kau les pemanis mau kau ? " kata bu Sri
" Mau bu boleh.. dimana ya ? " kata ku
" Ini alamat ibu... berhubung besok hari ahad dan sekolah libur.. jadi kau tiba ya " kata Bu Sri.
" Baik bu " kataku
" Yud kini kau boleh pulang " kata bu Sri.
Aku pun pribadi bersalaman dengan bu Sri dan lekas pulang ke rumah. Tidak tau mengapa rasanya senang sekali menerima proposal dari bu Sri., lama-kelamaan saya jadi makin suka dengan Bu Sri. Sesampainya di rumah saya pribadi masuk ke kamar ku dan tiduran sambil memikirkan bu Sri yang bagus tersebut.
Keesokan harinya, jam 2 siang saya hingga ke rumah bu Sri. rumahnya tidak mengecewakan bagus dan ku pencet bel rumahnya sebanyak 3 x dan bu Sri pun keluar.
" Ow Boby... pribadi masuk saja.. tidak di kunci pagarnya kok " kata bu Sri
Aku pribadi membuka pagar rumahnya dan masuk ke dalam rumahnya. Bu Sri waktu itu menggunakan baju kaos putih ketat dengan rok hitam mininya.
" Kamu mau minum apa ? " tawar bu Sri
" Apa aja deh bu.. " kata ku
Bu Sri kemudian ke dapur untuk mempersiapkan minuman dan sekalian membawa buku PKN yang akan ku pelajari nanti. Bu Sri pun pribadi mengajari ku kini itu juga, semua yang dia jelaskan menciptakan ku sanggup dengan simpel untuk memahaminya.
Tak terasa 1 jam sudah berlalu. saya pun pribadi berpamitan pulang kepada bu Sri.
" Makasih ya bu.. Boby jadi makin ngerti, saya pulang dulu ya bu " kataku
" Eh... jangan pulang dulu donk... temenin bu Sri bentar aja santai-santai dulu saja sambil nonton TV tuh " kata bu Sri
" Ow yud deh " kataku
Kami berdua pun pindah ke ruangan tamu sembaring menonton TV. Entah mengapa tiba-tiba bu Sri menyenderkan kepalanya di bahuku, saya dengan berani membelai rambutnya dengan tanganku.
" Tutup mata kau " Pinta bu Sri
" Kenapa bu ? " kata ku
" Uda tutup aja " kata bu Sri.
Lalu saya menyerah saja, ku tutup pelan-pelan mataku dan tiba-tiba bibirku terasa ada yang menyentuh dengan lembut. Saat ku buka mataku, ternyata bu Sri yang sedang menciumku dengan bibirnya. Aku pun tidak mau melewatkan kesempatan ini, saya landenin ciuman bu Sri sambil pengecap kami saling menjilati satu sama lain.
Ku jilati daun telingannya dan ku cupang lehernya menciptakan dia merasa kegelian. Kemudian tangan ku berusaha melepaskan kaos ketat yang di pakai bu Sri dan ku lihat payudaranya yang di tutupi oleh BH berwarna putih juga. kemudian ku lingkarkan tangan ku ke belakang punggungnya berusaha untuk melepas kaitan BHnya. Setelah terlepas, payudaranya pun menyembur keluar, dengan sigap saya pribadi memeras payudaranya dan menjilati puting susu nya yang sudah menegang.
" ohh... hmmmm... " terdengar desahan Bu Sri yang menciptakan ku bertambah semangat. Setelah puas bermain dengan payudaranya, kami berdua pribadi dengan cepat melepaskan semua pakaian kami sehingga kami telanjang lingkaran tanpa sehelai benang pun.
Aku sudah tidak memikirkan dia guru ku, yang ada hanya nafsu. Kami berdua pribadi berpindah daerah ke kamar bu Sri, dikala sudah masuk ke kamar, pribadi saja ku dorong bu Sri kemudian ku cumbuhi dia dengan penuh gairah.
Kami bertukar posisi menjadi 69, saya jilati memek bu Sri dan Bu Sri menyepong kontol ku. Memek bu Sri terasa harum sekali dan juga tidak ada bulu-bulu yang di tumbuh, mungkin dia selalu perawatan menjaga memeknya. " Hmmmm ohhh... " rintih bu Sri yang memeknya ku jilati terus dengan lidahku, ku mainkan kliotisnya sampai-sampai lendir pelumasnya banyak yang keluar.
" Ohhh sayaanggg.. terussss.. enaaakkkk .... ahhhh gaaak taaahaaan pengen kencinggg"
Ku percepat jilatan pengecap ku ke kliotisnya dan tiba-tiba tubuhnya mengejang hebat, terlihat dari lubang memeknya keluar lendir bening itu menerangkan dia sudah orgasme.
" Lemes saya sayanggg " kata bu Sri
" Enak kan ? " Tanyaku
" Ahh yummy bangeet.. masukin dong saayangg itu kau ke dalam memekku.. pgn rasain " pinta nya
Tanpa basa bau lagi, saya pribadi merubah posisi di mana kini di hadapan ku telihat memek dengan lubang yang sempit sekali. Ku buka kedua pahanya, kemudian ku hujam kan kontol ku ke dalam memeknya dengan perlahan-lahan, ternyata Bu Sri masih perawan. Tampak bu Sri meringis kesakitan mendapatkan kontol ku yang gres kepalanya saja yang masuk. " Ahhh... sakiittt... perrihhh aahhhh ".
Aku tidak memperdulikan ringisan nya tersebut, saya masih berusaha memasukan semua kontol ku ke dalam memeknya, dengan sekali hentakan saja kontol ku pribadi masuk semua dan terasa saya menembus sselaput darahnya. " Ahhhhhh...... sakiittttttt " teriak bu Sri yang terasa sakit di memeknya.
Ku membisu kan sejenak kontol ku di dalam hingga bu Sri tenang. Otot-otot memeknya terasa mengendut-gendut memijit batang kontol ku dan yummy sekali rasanya. Tak berapa lama, pinggul bu Sri mulai bergoyang maju mundur dengan pelahan, tampaknya dia sudah tidak merasak kesakitan lagi, pribadi saja ku genjot memek bu Sri dengan pelan.
" ahhhh... hmmm... terusss.. yang dalaaammm.. ahhh ...ohhhh" desah bu Sri yang sudah menjelma kenikmatan. Aku juga gres pertama kali memasukan kontol ku di memek cewe dan rasanya sungguh nikmat sekali apa lagi yang masih perawan terasa sempit sekali.
10 menit kemudian bu Sri tampaknya akan orgasme lagi " ahhh... sayaangg pengeen kenccinggg lagiiii " katanya
" Tunggu sayang sama-sama ya kita keluar bareng "
Aku percepat gerakan genjotanku dan crottt-crrooottt badan kami berdua terhempas menyerupai terbang. Aku mengeluarkan sperma ku banyak sekali di dalam memeknya, bu Sri tampaknya tampak kelelahan sekali habis 2 kali orgasme. Perlahan-lahan ku cabut kontol ku dari memeknya dan terlintas keluar cairan putih bercampur darah keluar dari lubang memeknya.
Ku peluk bu Sri dengan penuh kasih sayang " makasih ya... kau uda kasih saya pengalaman bercinta yang sungguh nikmat " katanya
" sama-sama sayanggg. ngomong-ngomong kau mau gak jadi pacarku ? " kataku
" Mau sayaanggg... saya sayangg banget sama kamuu..aku tidakmau kehilangan kamuaa " katany
Semenjak itu lah kami jadi resmi berpacaran, selama 2 tahun kami berpacaran dan sudah melaksanakan banyak sekali gaya bercinta, kadang saya menggunakan kondom semoga bu Sri tidak hamil. Tetapi sesudah itu bu Sri menikah dengan cowo lain dan bahagia, di susul saya yang dikala ini sudah menikah juga dan bahagia.



