![]() |
| Cerita Sex Jeritan Guru Rista |
“sshh..emhhh”.
Sekarang perempuan manis berjilbab itu nampak berpindah posisi menghadap tembok sembari membungkuk menahan tubuhnya di tembok toilet dengan sedikit menungging. Tangan kanannya bertopang di dinding dan yang lain membelai klitorisnya dari depan.
”Uuuh…mmhhh…ssshhh…” , desis perempuan berjilbab itu pelan tertahan.
Keringat nampak mulai mengalir dari atas keningnya. Saat PNS manis berjilbab itu hampir datang di puncak kenikmatan , tiba-tiba ,”Braaak!!” , bunyi pintu toilet didobrak paksa.
”Ustazah Rista!” , kata orang yang berdiri di depan pintu toilet.
Matanya yang tidak berkedip sedikitpun melihat perempuan manis berseragam dan berjilbab itu.
Diapun tersentak kaget ,
“Ustad Adi!!” , katanya kaget setengah berteriak.
Karena kaget dan tidak tahu berbuat apa , yang dipanggil Ustazah Rista alias PaRista perempuan berjilbab itu pribadi jongkok merapatkan kakinya , namun tangannya masih berada diantara selangkangan. Rista yang begitu kaget hingga lupa menarik tangannya dari situ.
”Ustad Adiiii keluar!!” , hardiknya panik.
Wajahnya yang manis terbungkus jilbab putih sedada itu nampak pucat sebab takut dan malu. Yang dihardik , bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya.
”Ngapain pak??!!… Keluar!!” , bentak Rista sekali lagi sembari tetap berjongkok sambil merapikan rok panjangnya ke bawah yang tadinya tersingkap hingga sepinggul.
”Ustazah Rista” , kata Adi seraya mendeka dan mendekap badan guru perempuan berjilbab itu.
Perempuan itu terhenyak kaget , tapi tidak berani berteriak sebab takut kalau-kalau ada orang yang mengetahui bila ia bermasturbasi di toilet sekolah.
”Jangaan pak” , ronta Rista seraya berusaha melepaskan dekapannya.
Perempuan berjilbab itu menggeser tubuhnya untuk melepaskan diri dari dekapan laki-laki tersebut , namun ia tetap mendekap Rista erat-erat. Sampai-sampai PNS berjilbab itu hampir menabrak dinding.
”Tolong…jangan paak” , pintanya dengan bunyi memelas ketakutan.
Namun laki-laki paruh baya tersebut tidak menggubris rengekan gadis berjilbab berusia 24 tahun itu bahkan ia malah mendekatkan wajahnya serta menciumi leher Rista yang tertutup jilbab putihnya.
”Jangaaan” , pinta Rista dengan pekik tertahan.
Adi nampak begitu beringas dengan nafas mendengus sambil menciumi leher yang tertutup jilbab putih. Tangannya mulai meraba-raba buah dada guru berjilbab itu dari luar baju seragam coklat mudanya. Rista sadar bila ia terjebak makanya ia berusaha melawan. Dengan sekuat tenaga didorong tubuhnya dan berhasil. Pria itu terjatuh di lantai toilet.
Memanfatkan situasi itu , Rista bergegas ke arah pintu. Namun tatkala hendak mencoba membuka grendel pintu toilet , tangan PNS berjilbab itu tertahan oleh tangan Adi yang kekar.
”Lepaskan” , kata Rista meronta.
Namun Adi yang sudah kesetanan itu tidak mendengarkannya lagi. Pria itu malah memiting asisten guru manis berjilbab itu ke belakang dengan garang , sedang tangannya yang lain menahan tangan kiri Rista di dinding. Perempuan berjilbab itu terjebak nampak tubuhnya menyerupai terkunci dan tidak sanggup bergerak.
”Adaammmm …sakit..lepaskan” , pinta Rista dengan bunyi memelas.
”Ustazah Rista… biarkan aku…” , bisik laki-laki itu ketelinga Rista yang tertutup jilbab itu disertai dengusan.
“Ahhh lepaskan” , pinta guru SD yang manis itu memohon lagi begitu mengetahui badan kekar laki-laki itu menekan badan Rista ke dinding.
Perempuan berjilbab putih itu nampak panik ketakutan dikala merasa ada benda yang keras kenyal menekan kearah bokongnya yang tertutup rok panjang berwarna coklat muda itu.
Guru perempuan itu semakin memberontak berusaha melepaskan kuncian tangan Adi.
”Sebaiknya Ustazah Rista jangan berisik , nanti ada orang yang dengar. Biarlah saya dipukuli orang tetapi saya akan dongeng ke semua orang bila Ustazah Ristauah masturbasi di kamar mandi” , ancam Adi.
Ancamannya begitu mengena sehingga guru manis berjilbab itu menghentikan perlawanannya.
Mengetahui mangsanya mengendurkan perlawanan , tangan-tangan kekar laki-laki itu menarik kedua tangan Rista merapat kedinding hingga saling berhimpitan.
“Jangan paak , kumohhhon jangaan” , pinta guru berjilbab itu memelas kepada Adi.
Tapi sia-sia , asisten laki-laki itu dengan bebas meraba-raba buah dada Rista sambil sesekali meremasnya. Sedangkan tangan kiri laki-laki itu mengunci kedua pergelangan tangan Rista yang merapat didinding. Ekspresi wajah berbalut jilbab putih itu terlihat ketakutan bercampur sendu.
“Aahh Ustazah Rista….teteknya gede banget emmhh…” , kata-kata kotor sekaligus memuji keindahan badan Rista keluar dari mulutnya. Kurang puas meraba buah dada perempuan berjilbab itu dari luar blazer lengan panjang berwarna coklat muda tersebut , tangan Adi yang garang meyusup masuk kedalam baju yang dikenakan Rista.
”Ammpuun pak lepaskan” , mohon Rista kala laki-laki itu mulai memeras kedua buah dadanya.
Namun Adi tidak menggubrisnya , malah guru manis berjilbab itu mencicipi penis laki-laki itu sudah sangat keras sekali menabrak-nabrak pantatnya. Ini semua mengambarkan ia benar benar sudah sangat ingin menyetubuhi Rista.
”Ugghh…sssayaang…puaskan kont0lku kini yah?” , bisik Adi pelan penuh nafsu sambil menarik rok panjang semata kaki coklat muda Rista keatas.
“Pakk..jangan…jangan. Kasihani saya” , kata guru berjilbab itu memelas putus asa.
Sepertinya apapun yang dikatakan Rista tidak sanggup membendung nafsu setan Adi. Sejenak Rista tidak mencicipi asisten laki-laki itu meraba-raba tubuhnya.
Penasaran apa yang Ristakukannya , guru berjilbab itu menoleh ke belakang dan alangkah kagetnya Rista tatkala melihat laki-laki itu mengeluarkan penisnya.
Meski guru manis berjilbab itu tidak melihat dengan terperinci namun sanggup terlihat bentuk penis laki-laki tersebut besar dan hitam legam keluar dari sarangnya.
Belum hilang rasa kaget Rista , Adi menekan badan perempuan berjilbab putih itu hingga melekat ke dinding. Dirasakannya benda kenyal dan keras itu sedang menggesek-gesek dan menabrak pantat Rista.
”Ssshhh pantatmu molek banget sayang..” , kata Adi seraya meremas remas pantat guru manis berjilbab itu.
Rista terhenyak kaget sebab teringat dikala bermasturbasi tadi ia melepas celana dalam dan masih tergantung di pintu toilet.
Rista nampak sudah pasrah sebab meras mustahil lepas. Terasa oleh guru berjilbab itu sebuah benda keras dan kenyal sedang menggesek-gesek pecahan vagina miliknya yang licin menyerupai mencari-cari sasaran. Akhirnya benda itu berhenti sempurna di celah bibir vagina Rista.
”Ampun pak…Jangan…tolong kumohon..” , pinta Rista lagi frustasi kala menyadari dalam hitungan detik penis Adi akan segera masuk kedalam tubuhnya.
”Oohh…Ustazah Rista udah usang saya pengen giniin kamu. Kamu seksi banget” , jawabnya tanpa memperdulikan permohonan perempuan berjilbab itu.
Dan datang tiba terasa oleh Rista laki-laki tersebut mulai bergerak menyeruak masuk membelah bibir vagina miliknya. Panik , Rista sekuat tenaga mencoba melawan dengan sisa-sisa harapannya. Namun bukannya terlepas tapi malah sebab gerakan badan Rista penis laki-laki itu malah makin terbenam masuk ke dalam lubang vagina miliknya.
”Aaaah tidaaak!!” , jeritnya dalam hati dikala mencicipi batang kejantanan laki-laki itu membenam memenuhi vaginanya.
Ekspresi wajah manis terbalut jilbab putih itu nampak ingin menangis sembari menggigit bibirnya.
Sungguh , vagina Rista yang sudah berair dikala bermasturbasi tadi malah memudahkan batang penis Adi itu masuk. Penis yang besar itu pun masuk perlahan menggesek dinding lubang vagina Rista dengan gerakan pelan tapi pasti.
”Uugghh…mmmh.. Ristaaa , memmme3kmu yummy banget…ooohhh…” , desahnya meracau didekat indera pendengaran Rista yang tertutupi jilbab dikala penisnya dibenamkan sedalam mungkin hingga menyentuh rahim miliknya.
”Nnggghh…mmmhh……” , desah Rista seolah membalas racauan nikmat Adi. dalam hati.
Raut wajah manis yang terbalut jilbab putih itu nampak sedikit mengernyit seakan menahan perih sebab mungkin belum pernah ada benda sebesar itu masuk ke dalam vaginanya.
Ketika batangan itu amblas , Rista termangu , antara galau , takut , takjub , nikmat dan kaget. Semuanya itu berkecamuk dikepalanya.
Rista pasrah , tidak mengeluarkan sepatah katapun , tidak menyangka fantasinya untuk bercinta di toilet sekolah dan disetubuhi dari belakang kesampaian juga , tetapi bedanya bukan dengan sosok laki-laki yang ada dlam fantasinya selama ini.
Tapi kenyataannya , laki-laki yang sedang mendesah-desah dibelakang perempuan berjilbab ini , yang sedang membenamkan dan memaju mundurkan penisnya ke dalam lubang surgawinya ini yakni penjaga sekolah dasar ini.
Kenyataan yang harus diterima Rista kala Adilah yang sedang asyik menikmati dan memompa penisnya keluar masuk di lubang kemaluan miliknya.
”Oooh Innnahh…sssayyanghh…ohhh enaknyah” , desah Adi sambil meracau nikmat berkali kali.
”Sshh…ngghh..mmmh” , desis Rista kecil seakan mulai mencicipi nikmatnya genjotan Adi.
Guru Olah raga itu terus menyodok dan memompa penis miliknya sedalam-dalamnya tanpa henti. Kedua tangan Rista masih ditahan oleh tangannya yang kekar di dinding toilet. Makin usang perempuan manis berjilbab ini hanyut oleh getaran birahi yang mulai menebarkan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.
“Sshh…mmmh…mmmmh” , desis Rista pelan dengan badan yang terguncang-guncang mendapatkan sodokan penis Adi dari belakang.
“Enakkan sayyanggh..?” , tanya Adi datang tiba.
Rista hanya termangu aib , tidak berani berkomentar seraya menundukkan wajahnya yang terbalut jilbab itu seraya mencoba menghindari perjuangan bibir Adi yang ingin mengecup pipi kanannya.
“Tunggingin dikit dong sayanghh..” , pinta Adi sambil menarik bongkahan pantat guru berjilbab itu keatas.
Tanpa menjawab Rista menunggingkan sedikit pantatnya.
”Emmh pantat kau memang molek banget sayang , nggak salah apa yang saya khayalkan selama ini” , ujar Adi seraya meremas remas bokong Rista dengan gemas.
Sambil tangan kirinya menahan pinggul guru manis berjilbab itu , Adi kembali menyodokkan penisnya kembali.
“Ough.. pak pelan..” , pinta Rista kala mencicipi penetrasinya terasa lebih dalam dari sebelumnya.
Mungkin sebab perempuan berjilbab itu menunggingkan pantatnya sehingga posisi vagina itu benar-benar bebas hambatan.
Adi tidak memperlambat sodokannya malah dipercepat , menciptakan Rista mulai mendesah pelan penuh nikmat.
”Sshh..ngghh..” , desis Rista pelan kala mencicipi tabrakan batangan Adi di lubang vaginanya.
Melihat badan guru berjilbab yang terdorong dorong ke depan , Adi dengan sengaja melepaskan kedua tangan Rista sehingga ia sanggup menahan tekanan badan laki-laki itu dengan kedua tangan Rista bertumpu pada tembok.
”Sshh…gilaa nikmatth banget” , erang Adi seraya kedua-tangannya mencengkeram dan meremas remas bokong yang lingkaran padat milik guru manis berjilbab itu sambil tidak berhenti menyodok-nyodokkan penisnya
”Ooh…sayyangghh..oooh” , desah Adi semakin kencang.
“Ohh…ngghh..pp..pak…ja..jangan berisik pak..” , pinta Rista sebab takut desahannya didengar orang.
”I..i..iyahh..Innhh.. emhh abis mem3kmu yummy bangetthh…ughh..” , katanya pelan dengan nafas menderu.
Sodokan laki-laki tersebut semakin cepat. Kurang puas meremas-remas bokong guru manis berjilbab itu , Adi menguakkan pecahan pantat Rista. Dan satu jari laki-laki itu mulai membelai anus Rista. Kontan Rista menggeliat seraya menggoyang pantatnya kekanan dan kekiri sebab kegelian.
”Ooooh… Ustad Adi..oooh” , Rista tidak lagi mendesis tetapi mendesah sebab rasa nikmat yang tercipta dari sodokan penis Adi ditambah tabrakan jarinya yang membelai anus milik gadis berjilbab itu.
Semua menyerupai racikan yang pas menciptakan guru SD berjilbab itu lupa diri membuatnya tidak sanggup membendung desahan nikmat yang keluar dari bibirnya.
“Ooghh…oohhh…ngghh..” , desah Rista menggila kala jari Adi menusuk-nusuk kedalam anus guru berjilbab itu.
Refleks , pantat Rista semakin menungging. Setiap kali laki-laki itu menarik penisnya jari ditusukkan kedalam anus Rista.
Gerakan dua manusia yang berlainan jenis itu semakin panas. Pantat guru manis berjilbab itu nampak bergetar-getar jago kala penis dan selangkangan Adi membentur-bentur keras bokong Rista.
Kepala Rista yang terbungkus oleh jilbab putih itu nampak mengangguk-angguk kepayahan mendapatkan sodokan Adi sedari tadi. Desahan dan racauan dari ekspresi kedua mahluk lain jenis ini juga semakin tidak karuan.
Baju seragam PNS coklat muda serta jilbab putih yang dikenakan Rista nampak berair kuyup jawaban keringat serta suhu lembab dan panasnya persetubuhan itu.
“Akkuu..mau keluar..ahh…Ristaaaa” , erang Adi yang hendak mencapai klimaksnya.
”Oooh…emmmh” , desah Rista lebih keras seraya merapatkan tubuhnya ke dinding diikuti Adi dengan menyodokkan penisnya dalam-dalam. Bahkan Adi juga menusukkan jarinya hingga amblas kedalam lubang anus Rista.
”Aakkhhhh….” , pekik tertahan guru manis berjilbab itu panjang tanda ia mencapai puncak orgasmenya (walau kenyataannya guru berjilbab itu habis diperkosa).
Ditelannya air liurnya sendiri seraya menikmati sisa kenikmatan puncak orgasme tadi , sedang penis Adi ternyata masih sibuk memompa liang vagina Rista. Kedua tangannya memcengkeram pantat yang lingkaran dan padat itu sambil memompa penisnya dengan ganas.
Dan , “Okkhh…Ristaa..oooh” , erang Adi sambil menghentakkan selangkangannnya rapat-rapat ke pantat Rista sambil menekan badan guru berjilbab itu hingga tertekan kedinding.
Ekspresi wajah manis terbalut jilbab itu nampak kaget kala menyadari penis Adi menyemburkan sperma hangat memenuhi rahim miliknya. Berkali-kali laki-laki itu menghentakkan penisnya dalam-dalam menciptakan badan Rista terdorong ke tembok.
”Ooh… emmmh…” , desah Rista sang guru berjilbab itu tanpa sadar ikut menikmati sensasi Adi berorgasme di dalam liang vaginanya.
Denyutan serta semprotan spermanya berhamburan hangat keluar membasahi rahim Rista.
Sekilas raut wajah guru manis berjilbab itu seakan tersadar kembali. Dirapatkan tubuhnya kedinding dan menarik nafas seraya teringat bila ia memang sudah mau haid. Dalam hati Rista hanya sanggup berharap spermanya tidak membuahi telur dirahimnya.
”Ustazah Rista…emmh” , desah laki-laki itu seraya mencoba mencium pipi Rista.
Guru berjilbab itu menolak sembari mendorong Adi dengan mata melotot. Melihat Rista yang protes , Adi segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan penisnya yang masih dilumuri cairan vagina guru berjilbab itu.
”Cepat keluar pak” , bentak Rista dengan bunyi lantang sambil merapikan rok panjangnya.
Adi tanpa berkata apa-apa pribadi keluar dari toilet. Guru berjilbab itu kemudian pribadi membersihkan kemaluannya dari sperma Adi yang mengalir keluar.
”Ihh…banyak banget spermanya” , pekik Rista dalam hati.
Selesai merapikan baju seragam PNS-nya , guru berjilbab itu kemudian mengendap endap keluar toilet dengan hati berdebar , takut ada orang yang mengetahui apa yang terjadi tadi di toilet. Dan Rista pun pulang dengan perasaan berkecamuk , apakah ia gres saja dipaksa bekerjasama seks oleh orang yang tidak diinginkannya ataukah ia memang justru menikmatinya? Ahh…entahlah.

