Aku Menikmati Ketika Diperkosa

Cerita Seks ~ Sorot mataku hanya dalam kekosongan , semua tak bisa ku lindungi , semua tak bisa ku dekap sampai saya tak bisa lakukan sesuatu hal guna dalam diriku.Aku tak berdaya dalam tangisan , saya hanya membisu dalam seribu bahasa , gerak pun untuk melawan juga percuma. Tiada lagi rasa ingin menjerit dalam kesunyian ,tak bisa lagi saya meronta dan lari pergi dalam jeratannya.Aku pasrah , sungguh lemahku mencerminkan ketololanku sebagai perempuan yang di cap banyak orang sebagai makhluk tak berdaya. Tidak bertenaga hanya menangis dalam batin yang penuh siksa tanpa guna. Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi.

Tak ada bunyi dari mulutku yang tersumpal. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku ,

“Kamu anggun banget….. ” beliau berusaha menenangkanku.
Dia juga menciumi tepian bibirku yang tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus sebab tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut.

Betapa saya dilanda perasaan aib yang amat sangat. Hanya suamiku yang melihat auratku selama ini , tiba-tiba ada seorang lelaki gila yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.

Aku mencicipi betisku , pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat sampai kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.

“ Ah…..” Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga tidak begini suamiku selama ini. Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian saya mencicipi lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.

Aku ialah perempuan berumur 25 tahun , kini saya tinggal sendirian di rumahku yang terletak di salah satu komplek yang disebut sebagian orang sebagai komplek orang berduit di wilayah Jakarta. Aku ialah janda tanpa anak , suamiku telah meninggal enam bulan yang kemudian sebab kecelakaan. Saat itu usia perkimpoian kami gres menginjak tahun kedua.

Rumah yang kutempati ini ialah hadiah perkimpoian untukku , suamiku membeli rumah ini atas namaku. “Sebagai bukti ketulusan sayangku padamu” katanya.

Rumah-rumah di komplekku terbilang saling berjauhan sebab masing-masing rumah mempunyai pekarangan yang luas. Hidup di Jakarta mengakibatkan saya juga tidak begitu mengenal tetanggaku. Kami masing-masing mempunyai kehidupan sendiri-sendiri.

Sering saya merasa kesepian tinggal sendiri di rumah ini , tapi saya tidak mau memakai jasa pramuwisma , saya ingin mengerjakan pekerjaan rumahku sendiri. Alasanku pada mama sih semoga saya ada kesibukan di rumah , rasanya lebih enjoy kalau semua dikerjakan sendiri.

Malam itu saya pulang agak larut sebab gres pulang dari program ulang tahun temanku. Setelah mengunci pintu depan saya mencari-cari kontak lampu sebab suasana rumahku masih gelap. Aku berangkat dari tadi siang untuk bantu-bantu di program ulang tahun tersebut. Begitu lampu menyala , saya pribadi menuju kamarku untuk mengganti baju yang kotor.

Aku melepaskan seluruh pakaianku kemudian menyimpan baju kotorku di keranjang yang memang kusediakan di kamar untuk pakaian kotor. Sungguh saya kini telanjang bulat. Aku merasa sendiri di rumahku sehingga saya merasa bebas walaupun ke ruang tengah atau ke dapur dalam keadaan telanjang.

Aku masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badanku. Selesai mandi rasanya badanku terasa segar. Kemudian duduk santai menonton TV di ruang tengah sambil minum susu hangat. Aku hanya melilitkan handuk pada badanku , sambil mengeringkan rambutku dengan kipas angin saya buka channel TV sana-sini. Acaranya tidak ada yang menarik hatiku.

Iseng-iseng saya menonton film BF koleksi suamiku. Aku pernah protes padanya sebab beliau menonton film begituan. Dia hanya tersenyum dan menyampaikan bahwa beliau mencari style bercinta untukku. Di film itu laki-laki bule sedang mencumbu seorang perempuan asia yang kelihatannya begitu menikmati cumbuan dari pri bule. Aku sedikit terangsang melihat adegan itu , seandainya suamiku masih ada….

Aku melepaskan handuk yang melilit badanku , kemudian mengelus-elus payudaraku sendiri dengan lembut. Payudaraku memang tidak begitu besar , tapi suamiku selalu memujiku dengan sebutan montok. Untuk urusan mengurus tubuh , saya memang agak telaten. Karena bagiku kecantikan perempuan dan kemulusan tubuh itu ialah harga mati. Aku tidak menyadari sama sekali kalau ada sepasang mata yang memperhatikan kegiatanku

Kuelus-elus buah dadaku dengan lembut sampai terus jelas mengakibatkan rangsangan tersendiri bagiku. Libidoku tiba-tiba tiba dan hasratku jadi memuncak , rasanya saya ingin berlama-lama , matakupun tak terasa mulai sayu merem melek mencicipi rangsangan.

Kali ini bukan lagi belaian yang kulakukan , tapi saya sudah mulai melaksanakan remasan ke buah dadaku. Kupilin-pilin puting susuku dengan memakai ibu jari dan jari telunjukku. Nikmat sekali rasanya. Tanganku perlahan-lahan turun mengelus-elus selangkanganku. Saat jari-jariku mengenai bibir-bibir vaginaku , saya pun mencicipi darah yang mengalir di tubuhku seakan mengalir lebih cepat daripada biasanya.

Aku terangsang sekali , liang vaginaku sudah dibanjiri oleh lendir yang keluar membasahi bibir vaginaku. Lalu jari-jariku kuarahkan ke klitorisku. Kutempelkan dan kugesek-gesek klitorisku dengan jariku sendiri sampai saya pun tak kuasa membendung gejolak dan hasratku yang semakin menggebu. Badanku melengkung mencicipi kenikmatan , kukangkangkan pahaku semakin lebar. Jari tengah dan telunjuk tangan kiriku kupakai untuk menyibak bibir vaginaku sambil menggesek-geseknya. Sementara jari tengah dan telunjuk tangan kananku aktif menggosok-gosok klitorisku.
Kualihkan jari tangan kananku ke arah lipatan vaginaku. Ujung jariku mengarah ke pintu masuk liang kenikmatanku , kusorongkan sedikit masuk ke dalam. Liang vaginaku sudah benar-benar berair oleh lendir yang licin sampai dengan mudahnya menyeruak masuk ke dalam liang vaginaku. Kini jari tangan kiriku sudah tidak perlu lagi menyingkap bibir kemaluanku lagi sampai kualihkan tugasnya untuk menggesek-gesek klitorisku.

Kukocokkan jari tangan kananku keluar masuk liang vaginaku. Jari-jariku menyentuh dan menggesek-gesek dinding vaginaku potongan dalam , ujung-ujung jariku menyentuh G-spot , punggung dan kepalaku jadi tersandar berpengaruh pada sofa di ruang tengah , seolah-olah tubuhku melayang-layang dengan kenikmatan tiada tara.

Aku sudah benar-banar mencapai puncaknya untuk menuju titik puncak ketika ada sesuatu yang rasanya akan meledak keluar dari dalam rahimku , ini membuktikan saya akan segera mencapai orgasme. Gesekan jari tangan kiri di klitorisku makin kupercepat lagi , demikian pula kocokan jari tangan kanan dalam vaginaku pun makin kupercepat pula. Untuk menyongsong orgasmeku yang segera tiba , kurasakan kedutan bibir vaginaku yang tiba-tiba mengencang menjepit jari-jariku yang masih berada di dalam liang senggamaku.

Bersamaan dengan itu saya mencicipi sesekali ada semburan dari dalam yang keluar membasahi dinding vaginaku. Aku serasa sedang kencing namun yang mengalir keluar lebih kental berlendir , itulah cairan maniku yang mengalir deras.

“AHH……..” saya terpekik , kemudian tubuhku bergetar hebat. Setelah beberapa detik gres terasa badanku menyerupai lemas sekali.
Mataku terpejam sambil menikmati rasa indah yang menjalar di sekujur badanku , tiba-tiba tersa ada benda hambar melekat di leherku.
Mataku sedikit terbuka , lalu…..

“ Diam atau lehermu akan terluka.” Suara seorang laki-laki terdengar mengejutkanku. Jantungku rasanya hampir berhenti menyadari ada laki-laki yang menempelkan pisau ke leherku , dan saya dalam keadaan telanjang……..

Aku melamun tak berdaya ketika beliau berusaha mengikat tanganku. Aku takut kalau beliau merasa terancam , maka beliau akan membunuhku. Matanya jelalatan melihat tubuhku yang tidak tertutup sehelai kain. Terbersit penyesalan dalam hatiku , kenapa saya sangat gegabah. Bagaimana beliau masuk ke dalam rumah ini , dan apa yang akan mereka lakukan. Segala macam perasaan dalam diriku ketika itu.

“He.. he.. he… anggun , ijinkan saya untuk membantumu menuntaskan hasrat terpendam dalam dirimu.” Lelaki itu duduk disampingku.

“Nah cantik…. Sekarang Abang akan memuaskanmu.” Laki-laki yang memanggil dirinya Abang kemudian dengan kalemnya beliau raih tangan dan pinggangku untuk memelukku. Antara takut dan murka , saya masih berontak dan berusaha melawan. Kutendangkan kakiku ke tubuhnya sekenanya , tetapi.. Ya ampuunn.. Dia sangat tangguh dan berpengaruh bagiku.

Lelaki itu berpostur tinggi pula dan mengimbangi tinggiku , dan usianya yang saya rasa tidak jauh beda dengan usia suamiku disertai dengan otot-otot lengannya yang nampak gempal ketika menahan tubuhku yang terus berontak.

Dia kemudian menyeretku menuju ke kamar tidurku. Aku setengah dibantingkannya ke ranjang. Dan saya benar-benar terbanting. Dia ikat tanganku ke backdrop ranjang itu. Aku meraung , menangis dan berteriak sejadi-jadinya , tapi hanya terdengar gumaman dari mulutku sebab mereka membekap mulutku. sampai balasannya , sehingga saya menyadari tidak ada gunanya lagi berontak maupun berteriak. Sesudah itu beliau tarik tungkai kakiku mengarah ke dirinya. Dia nampak berusaha menenangkan saya , dengan cara menekan mentalku , seakan meniupi telingaku. Dia berbisik dalam desahnya ,

“Ayolah anggun , jangan lagi memberontak. Percuma khan , jarak antar rumah di komplek ini cukup berjauhan. Lagian kalaupun ada yang tahu mereka tidak akan berani menggangu”.

Aku berpikir cepat menyadari kata-katanya itu dan menjadi sangat khawatir. Laki-laki ini seolah-olah sengaja memperhitungkan keadaan. Kemudian dengan tersenyum beliau benamkan wajahnya ke ketiakku. Dia menciumi , mengecup dan menjilati lembah-lembah ketiakku. Dari sebelah kanan kemudian pindah ke kiri. Menimbulkan rasa geli sekaligus membangkitkan gairah. Tangan-tangannya menjamah dan menelusup kemudian mengelusi pinggulku , punggungku , dadaku.
Tangannya juga meremas-remas susuku. Dengan jari-jarinya beliau memilin puting-puting susuku. Disini beliau melakukannya mulai dengan lembut dan demikian penuh perasaan. Bajingan! Dia pikir bisa menundukkan saya dengan caranya yang demikian itu. Aku terus berontak dalam geliat.. Tetapi saya bagaikan mangsa yang siap diterkam.

Aku sesenggukan melampiaskan tangisku dalam sepi. Tak ada bunyi dari mulutku yang tersumpal. Yang ada hanya air mataku yang meleleh deras. Aku memandang ke-langit-langit kamar. Aku merasa sakit atas ketidak adilan yang sedang kulakoni. Kini lelaki itu menatapku. Aku menghindari tatapan matanya. Dia menciumi pipiku dan menjilat air mataku ,

“Kamu anggun banget….. ” beliau berusaha menenangkanku.
Dia juga menciumi tepian bibirku yang tersumpal. Tangannya meraba pahaku dan mulai meraba-raba kulitku yang sangat halus sebab tak pernah kulewatkan merawatnya. Lelaki ini tahu kehalusan kulitku. Dia merabanya dengan pelan dan mengelusinya semakin lembut. Betapa saya dilanda perasaan aib yang amat sangat. Hanya suamiku yang melihat auratku selama ini , tiba-tiba ada seorang lelaki gila yang demikian saja merabaiku dan menyingkap segala kerahasiaanku.
Aku mencicipi betisku , pahaku kemudian gumpalan bokongku dirambati tangan-tangannya. Pemberontakanku sia-sia. Wajahnya semakin turun mendekat sampai kurasakan nafasnya yang meniupkan angin ke selangkanganku. Lelaki itu mulai menenggelamkan wajahnya ke selangkanganku.

“ Ah…..” Bukan main. Belum pernah ada seorangpun berbuat macam ini padaku. Juga tidak begini suamiku selama ini. Aku tak kuasa menolak semua ini. Segala berontakku kandas. Kemudian saya mencicipi lidahnya menyapu pori-pori selangkanganku.

Lidah itu sangat pelan menyapu dan sangat lembut. Darahku berdesir. Duniaku seolah-olah berputar
dan saya tergiring pada tepian samudra yang sangat mungkin akan menelan dan menenggelamkan aku. Aku mungkin sedang terseret dalam sebuah arus yang sangat tak bisa kulawan. Aku mencicipi lidah-lidah lelaki ini seakan menjadi seribu lidah. Seribu pengecap lelaki ini menjalari semua bagian-bagian rahasiaku. Seribu pengecap lelaki inilah yang menyeretku ke tepian samudra kemudian menyeret saya untuk tertelan dan tenggelam. Aku tak bisa pungkiri. Aku sedang jatuh dalam lembah nikmat yang sangat dalam.. Aku sedang terseret dan karam dalam samudra nafsu birahiku. Aku sedang tertelan oleh gelombang nikmat syahwatku yang telah enam bulan tidak terlampiaskan sejak suamiku meninggal.

Dan ketika kombinasi pengecap yang menjilati selangkanganku dan sesekali dan jari-jari tangannya yang mengelusi paha di wilayah puncak-puncaknya rahasiaku , saya semakin tak bisa menyembunyikan rasa nikmatku. Isak tangisku melamun , berganti dengan desahan dari balik kain yang menyumpal mulutku. Dan ketika kombinasi olahan bibir dan pengecap dipadukan dengan bukan lagi sentuhan tetapi remasan pada kemaluanku , desahanku berganti dengan rintihan yang penuh derita nikmatnya diperkosa.

Laki-laki itu tiba-tiba merenggut sumpal mulutku.Dia begitu yakin bahwa saya telah tertelan dalam syahwatku.

“Ayolah , sayang.. mendesahlah.. merintihlah.. Puaskan aku…..”
Aku mendesah dan merintih sangat histeris. Kulepaskan dengan liar derita nikmatnya diperkosa  yang melandaku. Aku kembali menangis dan mengucurkan air mata. Aku kembali berteriak histeris. Tetapi kini saya menangis , mengucurkan air mata dan berteriak histeris beserta gelinjang syahwatku. Aku meronta menjemput nikmatnya diperkosa. Aku menggoyang-goyangkan pinggul dan pantatku dalam irama nafsu birahi yang menerjangku.

Aku tak bisa mengendalikan diriku lagi. Aku bergoncang-goncang mengangkat pantatku untuk mendorong dan menjemputi bibirnya sebab kegatalan yang amat sangat pada kemaluanku dilanda nafsu birahi. Dan kurasakan betapa kecupan dan gigitan pengecap lelaki ini membuatku seolah-olah menggigil dan gemetar lupa diri.

“Masukin… bang.. auh… saya gak tahan…..” saya mendesah tidak karuan. Akhirnya sebab tak bisa saya menahannya lagi saya merintih.
Rintihan itu menciptakan lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai bisa kuraih bibirnya. Aku rakus menyedotinya. Aku berpagut dengan pemerkosaku. Aku melumat mulutnya. Aku benar-benar dikejar tornado birahiku. Aku benar-benar dilanda gelombang syahwatku. Aku benar benar mencicipi nikmatnya diperkosa.

Aku betul-betul tidak sabar menunggu beliau melepas pakaiannya. Aku masih berkelojotan diranjang. Dan kini saya benar-benar menunggu lelaki itu memasukkan kontolnya ke kemaluanku pula. Aku benar-benar berharap sebab sudah tidak tahan mencicipi tornado birahiku yang demikian melanda seluruh organ-organ peka birahi di tubuhku. Tiba-tiba saya mencicipi sesuatu yang sama sekali diluar dugaanku. Aku sama sekali tak menduga , sebab memang saya tak pernah punya dugaan sebelumnya. Kemaluan lelaki ini demikian gedenya.

Rasanya ingin tanganku meraihnya , namun belum lepas dari ikatan dasi di backdrop ranjang ini. Yang balasannya kulakukan ialah sedikit mengangkat kepalaku dan berusaha melihat kemaluan itu. Ampuunn.. Sungguh mengerikan. Rasanya ada pisang ambon gede dan panjang yang sedang dipaksakan untuk menembusi memekku. Aku menjerit tertahan. Tak lagi saya sempat memandangnya.

Lelaki ini sudah pribadi menerkam kembali bibirku. Dia kini berusaha menjulurkan lidahnya di rongga mulutku sambil menekankan kontolnya untuk menguak bibir vaginaku. Kini saya dihadapkan kenyataan betapa besar kontol di gerbang kemaluanku ketika ini. Aku sendiri sudah demikian dilanda birahi dan tanpa aib lagi mencoba merangsekkan lubang kemaluanku.Cairan-cairan kewanitaanku membantu kontol itu memasuki kemaluanku.

“Blesek……..Blesek………. Ohh…… Kenapa sangat nikmat begini…….. Oh saya sangat merindukan kenikmatan ini…..” Aku semakin meracau.

Sensasi cengkeraman kemaluanku pada bulatan keras batang besar kontol lelaki ini sungguh menyuguhkan fantasy terbesar dalam seluruh hidupku selama ini. Aku rasanya terlempar melayang kelangit tujuh. Aku meliuk-liukkan tubuhku , menggeliat-liat , meracau dan mendesah dan merintih dan mengerang dan.. Aku bergoncang dan bergoyang tak karuan…. Orgasmeku dengan cepat menghampiri dan menyambarku. Aku kelenger dalam kenikmatan tak terhingga.. begitu nikmatnya diperkosa. Aku masih kelenger ketika beliau mengangkat salah satu tungkai kakiku untuk kemudian dengan semakin dalam dan cepat menggenjoti sampai balasannya muntah dan memuntahkan cairan panas dalam rongga kemaluanku.

“Auh………. AHH…… “ saya menjerit mencicipi gelombang-gelombang listrik kenikmatan menjalar di sekujur tubuhku.

Kami pribadi roboh. Hening sesaat. Aneh , saya tak merasa menyesal , tak merasa khawatir , tak merasa takut. Ada rasa kelapangan dan kelegaan yang sangat longgar. Aku mencicipi seakan mendapatkan sesuatu yang sangat saya rindukan selama ini. Apakah saya memang hipersex atau memang sebab lelaki ini memang tangguh dan pandai bercinta. Ah saya tidak mau berfikir lagi.. Akupun tertidur kelelahan.

Besok pagi saya terbangun dengan tubuh sedikit pegal-pegal. Tidak ada gejala beliau masih ada di rumah. Dan kuperiksa tidak ada barang yang hilang. Apakah beliau memang tiba untuk memperkosaku?…. kadang kala saya masih inigin melaksanakan hal yang sama. Aku merindukan kontolnya yang telah membuatku mencapai kenikmatan tertinggi dalam bercinta. Dimanakah kamu………Aku merindukan nikmatnya diperkosa olehmu…..
close