Pengalaman Sex Dengan Gadis Spg

Pada postingan kali ini, Cerita bohai akan menyajikan sebuah dongeng remaja dengan judul Pengalaman Sex Dengan SPG Wanita Ganas kepada kalian semua. Cerita ini bermula ketika saya bersama dengan sobat ku sedang nongkrong dan tidak di sengaja tiba seorang SPG cantik. Langsung saja yuk.



Perkenalkan namaku Joni ketika ini gres berumur 19 tahun, saya menjadi orang yang beruntung sanggup mencicipi dan menikmati tubuh seorang gadis belia yang tak lain yaitu seorang SPG. Cerita ini berawal ketika saya dan sobat ku Jaka mengajakku untuk pergi ke tempat tongkrongannya di sekitar kawasan Kuningan.

Sesampainya di sana ia ada menemui beberapa kawan-kawannya di sekitar toserba circle K ( CK yang merupakan tempat tongkorongan anak muda. Sekalian saja basuh mata melihat gadis-gadis SPG yang sangat manis dan sexy'', berhubung di sana ada outlet isi pulsa jadi sekalian aja saya isi pulsa.

Saat sedang mengisi pulsa, tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku dari belakang.
" Woy di cariin dari tadi,, ternyata di sini " kata cewe tersebut. Saat ku tenggok gadis tersebut, tiba-tiba saja ia kaget dan aib lantaran salah orang.

" Eh maaf mass.. saya kira mas sobat saja .. heheheh " katanya
" Makanya luhh.. jangan asal nepok aja.. Nadia " kata penjaga outlet tersebut,  ternyata mereka sudah saling kenal.
" Sekali lagi maaf ya " sambil mengelus-ngelus bahu ku yang ia tepok tadi.
" Gpp kok " kataku sambil menebar senyuman yang mengoda hehehe,
" Ya elah gebuk lagi aja itu " kata Jaka.

Lalu gadis tersebut berlari dan meninggalkan kami.
" Kemana tuh gadis ? " kata Jaka temanku kepada outletnya
" Uda habis jam istirahatnya.. jadi masuk lagi ke dalam " kata outlet
" Dia kan kerjanya SPG " lanjut outlenya.
" Ow.. manis juga ya " kata Jaka

Aku ketika itu berpura-pura tidak mendengar omongan mereka dan sibuk dengan hp ku, dalam hati saya selalu menggingat gadis tadi berjulukan Nadia seorang SPG. Setelah kejadian itu, hari demi hari Jaka selalu mengajak ku ke tempat tongkrongannya bersama dengan kawan-kawan ia lainnnya. Gadis yang pernah menepok pundakku itu juga jarang terlihat dan hampir saja ku lupakan.

Sempat akibatnya saya bertemu dengan Nadia kembali, ketika itu saya di ajak oleh Jaka untuk menonton konser yang selalu di adakan 1 ahad sekali oleh radio kuningan. Di ketika sedang asyik-asyiknya menonton konser, tiba-tiba mataku tertuju pada sesosok perempuan yang sebelum nya pernah ku lihat dan ternyata itu yaitu Nadia, tapi ketika itu Nadia bersama dengan seorang laki-laki yang memeluknya dari belakang.

" Tuh Nadia,, uda punya perjaka ternyata " kata Jaka yang juga melihat Nadia.
" Ya masuk akal aja,, gadisnya manis dan manis begitu " kataku

Lalu saya berfokus kembali ke program konsernya, selang beberapa lagu saya kembali melihat Nadia yang masih bersama cowoknya, tetapi kali ini tampaknya terlihat mereka sedang bertengkar. Kemudian cowoknya pergi begitu saja meninggalkan Nadia yang sedang menangis.

Aku yang ketika itu tidak tega melihat Nadia yang masih menangis sendirian, pribadi saja ku samperin dirinya. " Halo.. kenapa Nadia ? " tanyaku, Ia pribadi menatapku dan tampak mukanya mengingat kembali " Kamu yang waktu itu ada di outlet pulsa kan ? " katanya

" Benar,, namaku Joni,, maaf ya bukannya ikut campur, tapi saya memang tidak tega melihat perempuan nangis " kataku
" Ah sudahlah tidak perlu di bahas lagi " kata ia sambil memalingkan wajahnya mungkin aib habis nangis.
" Ya begitu lah cowokku,,, emank tempramental begitu " lanjut dia
" Ow gitu... yud lah jng nangis lagi " kataku

Ia pun mengangguk, " Jon boleh minta tolong gak ? " tanyanya.
" Minta tolong apa ? " kataku
" Anterin gua pulang donk,, ngeri saya pulang malam-malam sendirian lagi " katanya
" Yud gua anterin,, mang rumah u dimana  ? " tanyaku
" Deket kawasan delegaran " katanya

Aku yang tidak tau kawasan tersebut masa bodo lah entar juga ia sanggup kasih tau jalannya.

" Ow yud yok,, saya ambil kunci motor dulu ya " kataku

Lalu saya hampiri Jaka dan meminjam kunci motornya.
" Widih mantap juga luh " kata Jaka sembaring melemparkan kunci motornya kepadaku.

Selama perjalan kami hanya belakang layar saja, terdengar juga Nadia masih menangis. Sesampainya di rumah, Nadia menyuruhku untuk menemaninya sebentar di rumahnya cuman tinggal kakeknya dan dirinya sedangkan orang tuanya tinggal di yogyakarta.

" Silakan di minum dulu ya " kata Nadia memperlihatkan minuman kepadaku, " Ganti baju sebentar ya " Lanjut Nadia yang meninggalkan diriku sendri di ruang tamu.

Kamar Nadia terletak tidak jauh dari ruang tamu, ketika itu saya galau mau ngapain, tiba-tiba saja terdengar bunyi teriakan dan tangisan kembali dari kamar Nadia, ternyata mereka berdua bertengkar kembali lewat telepon. Setelah menunggu 30 menit lamanya Nadia tidak kunjung keluar dari kamarnya, kemudian saya beranikan diri untuk masuk ke kamarnya dan berpamitan pulang.

Benar saja Nadia ketika itu sedang nangis di atas kasurnya.

" Hm maaf Nadia,,, saya pulang dulu ya " kataku
" Ehh maaf saya lupaa, bukan mau cuekin kau " katanya kaget ketika ku masuk ke kamarnya
" Ya gpp kok "
" Pusing saya entah belakangan ini korelasi kami berdua jadi kacau " katanya curhat kepadaku.

Seketika saya tau kalau Nadia butuh sobat bicara untuk mencurahkan seluruh hati dia, dengan sangat terpaksa saya harus mengurungkan niad ku untuk pulang dan menemani Nadia hingga ia hening kembali. Kemudian Nadia bangun dan duduk di pinggir kasur sambil mengelap air matanya dengan tangan.

" Nah begitu donk,, jangan duka teruss,, kan manis kelihatannya kalau begini " kata ku mengoda.
Nadia hanya tersenyum saja dan menyuruhku untuk duduk di sampingnya, tak ingin melewatkan kesempatan ini saya pribadi saja duduk di sampingnya. Tiba-tiba saja, ia memelukku " Terima kasih ya Jon uda temenin saya malam ini " katanya.

Entah mengapa ketika itu saya merasa kalau Nadia ini yaitu ceweku, kemudian ku beranikan diri mengangkat dagunya kemudian ku cium bibirnya yang sexy tersebut. Nadia pun hanya membisu saja dan menyambut ciuman ku tersebut, kami berdua pun saling berciuman sambil mengatakan jilatan kenikmatan satu sama lain.

" Hmmmmm  " Desah Nadia.
Tak berapa lama, ku turunkan ciuman ku ke lehernya dan tercium amis wangi dari tubuhnya yang menciptakan ku semakin bernafsu. " Ahhh Jonn " rintihan Nadia yang sangat esotis sekali. Kemudian ku baringkan Nadia di atas kasur dan perlahan ku buka satu persatu kancing baju tidurnya.

Setelah berhasil melepaskan bajunya, terlihat BHnya tidak sanggup menahan besarnya payudara yang di miliki Nadia. Perlahan ku naikkan katup epilog payudaranya dan bless payudaranya bener-bener kenyel dan besar sekali, putih susunya juga sudah berwarna kecoklatan, payudaranya niscaya sudah pernah di jamah yang tak lain yaitu pacarnya.

Aku yang tidak memperdulikan hal tersebut, pribadi saja mengulum puting susunya ku hisap dengan lembut menciptakan Nadia mendesah tidak karuan " ahhh ahh hmmmm ". Nadia yang ketika itu sudah terangsang sekali secara tidak pribadi menyuruhku untuk melepaskan semua pakaianku " Jon lepasin maju kau semuanya... " saya pun menuruti keinginannya, ku lepaskan semua pakaian ku dan penis ku yang besar sudah siap tempur.

Ku tindih Nadia sehingga kulit kami saling bersentuhan, bertahap saya lepaskan rok dan celana dalam nya Nadia sehingga kini Nadia sudah telanjang bulat. Entah mengapa ia tersadar kalau ia masih milik pacarnya " Jon.. saya masih milik pacarku,, apa yang harus saya lakukan " katanya.

" Apa kah kau masin perawan ? " tanyaku
Nadia pun mengelengkan kepalanya " pacarku sudah mengambilnya "
" Yud,, tidak ada salahnya kau memberi saya kesempatan " kataku.

Tak ingin berlama-lama lagi, tangan ku pribadi mengelus bibir vaginanya menciptakan tubuh ia mengejang sesaat " Ahhh " desah panjangnya, Ku rasakan vaginanya sudah lembap oleh cairan pelumas yang keluar dari vaginanya. Lalu ku tindih Nadia kembali sehingga penis ku kini berada sempurna di vaginanya.

Ku gesek-gesek kan penis ku di bibir vaginanya sungguh rasa sensasi yang sangat nikmat beberapa kali Nadia mendesah dan saya pun juga " Ahhh ahhh " ritih Nadia " Akhhh " desah nikmat keluar dari mulutku. Penis ku tampaknya sudah cukup di lumasi oleh cairan vaginanya, pribadi saja ku dorong pinggulku dan blesss batang penis ku keseluruhannya masuk ke dalam vaginanya tanpa ada halangan.

" Ahhhhhhh.... akhhhh " rintih Nadia, perlahan ku mulai genjotan di vaginanya, meskipun dirinya sudah tidak perawan, tetapi masih sangat sempit sekali di dalam, penis ku menyerupai di pijit-pijit oleh dingding vaginanya yang mengendut. " Ahhh ahhhh ahhh jonn ahh h" desah Nadia yang menciptakan nafsu ku semakin tinggi.

" Ahhh Jonnn gede kali punya mu " katanya
" Akhhh sayaanggg ,, vaginamu juga lezat sekali di entod " kataku yang terus mengenjot.
" Sayaaanggg.. akhhhh akuu sampaai " desah panjang Nadia.. Tak usang ku rasakan kepala penis ku menyerupai ada yang menyembur dari dalam.

Aku yang belum mencapai klimaks, terus saja mengenjotnya saya berdiri dan merapatkan kedua kakinya sehingga terasa penis menyerupai di jepit dari dalam. " Plakkk plakkk " bunyi tubrukan pinggul ku dengan pantat Nadia.

10 menit kemudian saya pun hampir mencapai klimaks, ku percepat lagi gerakan genjotan ku dan ku turunkan posisi tubuhku sehingga tangan ku memegang pinggul Nadia. " Akhhh akhhhhh Nadiaa saya mau keluaarrr " rintihku. " saya juga Jonii " kata Nadia.
" Keluar dimana sayaang ? " tanyaku
" Di dalam aja sayaangg, keluarrinn semua sperma ku " pinta Nadia.

Langsung saja ku lepaskan tembakan sperma dari penis ku yang memenuhi bab dalam vagina Nadia. Sungguh lega sekali rasanya sanggup mencapai titik puncak dan menyemprotkan nya di dalam vagina gadis SPG yang manis dan seksi.

" kau tak takut hamil ? " tanyaku
" Gak kok.. saya memang sudah hamil 3 bulan... ini lah yang menjadi alasannya yaitu pertengkaranku dengan pacarku " kata Nadia.
Aku pun mencabut penis ku dari vaginanya, terlihat lelehan sperma bercampur cairan vaginanya keluar dari lubang vaginanya. Lalu saya berbaring di sampingnya,
" Enak kali Jon .. " katanya

Rasa besar hati terasa sekali di dalam diriku " Kalau begitu berikan saya beberapa menit lagi ,, saya akan mengatakan lagi kenikmatan yang kau sukai itu " kata ku. Sejak malam itu kami melakukannya hingga 5 kali. Sekitar pukul 5.30 pagi saya pun bergegas pulang sebelum neneknya memergoki kami, Nadia yang ketika itu sudah lelah dan tidur ku tinggal pergi.

Baru saja hingga di rumah Jaka, saya sudah diocehin olehnya.

" Woi absurd luh ya ... uda tidurin cewe lupa sama gua luh ya,, kemarin malam gua pulang jalan kaki anjrit,,, untungnya gua ketemu ama temen gua Cindy " teriaknya

Aku yang ketika itu hanya tersenyum saja sambil membalikan kunci motornya. "  Ya elah ,, sok ngambek lohh... lagian u juga main sama Cindy kan " kataku
" Sok tau luh " katanya
Lalu saya bergegas ke kamar mandinya untuk kencing sambil berteriak.
" Itu di leher u ada bekas cupangan... kalau boleh tau Cindy itu siapa ? manis gak? bagi-bagi donk " teriakku.

Tampak terkaget Jaka pribadi berlari ke cermin dan benar saja terlihat cupangan merah di lehernya.
close