Cerita Sex Cukup Umur Ml Di Sanggar Beladiri Mua Thay

Cerita Sex Dewasa ML Di Sanggar Beladiri Mua Thay

Cerita Sex Dewasa - Aku seorang dewasa berstatus sebagai seorang mahasiswa tingkat 2. Namaku Sony, hobi latihan beladiri, dan tubuhku tidak mengecewakan proposional. Sebagai seorang cowok jama kini beladiri yakni suatu hal yang sangat penting, alasannya yakni selain baik untuk kebugaran tubuh, beladiri juga sanggup sebagai pelindung kita dari orang jahat, hhe.

Usiaku kini 19 tahun, saya semenjak sekolah dasar memanglah sudah gemar dengan menyebarkan macam beladiri. Selain Mua Thay saya dulu juga juga pernah berguru beladiri taekwondo dan pencak silat. Jika kata teman-teman main atau kampusku mereka memanggilku dengan sebutan jet lee, hha. Yah mungkin aja alasannya yakni saya jago beladiri dan mataku sipit menyerupai keturunan Chinese,hhe.

Aku menekuni beladiri Mua Thay semenjak saya kelas 1 SMA. Kini saya sudah ditingkat Pro dan menjadi instruktur disalah satu sanggar beladiri Mua Thay dibandung. Untuk lokasi sanggar-nya sengaja tidak saya sebutkan, alasannya yakni itu privasi, hhe. Oke saya kira cukup perkenalan perihal saya, dan pribadi saja yah masuk kecerita saya.

Disini saya akan menceritakan dongeng sex yang saya alami dengan salah satu murid perempuan yang berlatih disanggar Mua Thay dimana kawasan saya mengajar. Pada hari selasa yakni hari dimana hanya para perempuan saja yang berlatih Mua Thay. Ketika itu hanya terang cardio dan Advance saja yang ebrlatih, bila untuk kelas Pro ada hari sendiri.

Hari itu saya melatih dengan 1 temanku yang berjulukan Hendra, menyerupai biasa kami memulai latihan dengan latihan fisik dulu untuk kelas cardio dan Advance.Pada hari itu ada 15 perempuan yang berlatih, 7 dinataranya kelas cardio dan 8 diantaranya kelas advance. Hari itu latihan berjalan sepeti biasa.

Kurang lebih ketika itu 2 jam latihan-pun telah selesai, kebetulan malam itu yakni jam kloter terakhir untuk latihan. Singkat dongeng ketika itu-pun semua murid dan Hendra puang duluan, untuk kunci sanggar beladiri diserahkan kepadaku. Karena sudah selesainhya latihan aku-pun segera kekamar mandi sekaligus kamar ganti.

Kamar mandi cowok dan cewek kebetulan disanggar Mua Thay itu jadi satu. Pintu kamar mandi yang ada disanggar itu memakai stabiliser, jadi sesudah dibuka maka akan tertutup sendiri, kurang lebih menyerupai pintu minimarket gitu deh. Karena ketika itu saya berfikir semua orang sudah pulang maka aku-pun menentukan salah satu kamar mandi.

Aku bukalah salah satu kamar mandi,

“ Ngeeeeekkk.., ” bunyi pintu terbuka.

“ Siapa tuh…, ” teriak seorang perempuan dari dalam kamar mandi.

“ Ma… Maaf, saya kira tidak ada orang, ” ucapku kaget.

Seketika saya tertegun dengan sesosok perempuan yang telanjang bundar dengan tubuhnya yang penuh dengan busa sabun,

“ Aduh kakak gimana sih, emngnya nggak tahu yah kalau Arhin sedang mandi, ” ucapnya sembari menutupi payudara dan vaginanya dengan tanganya.

“ Aduh Arhin, kau gimana sih, mandi kog nggk dikunci pintunya, kan balasannya begini, ” ucapku dengan posisi bangkit dipintu kamar mandi.

“ Ihhhh… kakak niscaya sengaja yah, kakak niscaya nafsukan sama Arhin, Huwwww…, ” ucapnya manja.

“ Aduh Rhin maaf banget yah, Abang nggak tau kalau masih ada orang, soalnya sanggar udah sepi tnggal saya sama kau aja, ” ucapku menjelaskan.

“ Yaudah maaf yah, kakak mandi disebelah aja, ” ucapku lagi,
Ketika saya akan pergi tidak saya sangka Arhin menarik tanganku,

“ Udah nanggung bang, masak iya sih Abang nggak nafsu sama Arhin, ” ucapnya sembar menarik saya kedalam kamar mandi.

“ Rhin Ja……, ”

Belum selesai saya berbicara tiba-tiba saja Arhin meremas penisku kemudian diciumlah bibirku. Melihat perlakuan Arhin yang menyerupai itu tanpa ragu aku-pun meladeni perlakuan mesumnya padaku. Aku membalas ciumanya dan saya remas payudara montoknya,

“ Shhhhh… Eummmmm… Euhhhhh.., ” lenguh Arhin.

Didalam kamar mandi itu kami-pun mulai memicu nafsu birahi kami. Tidak saya sangka Arhin yang cenderung pendiam ternyata beliau sangat liar sekali. Dia melumat habis bibirku dengan gemas sembari meremas-remas penisku yang masih terlindung dengan celana boxerku. Merasa agak terganggu Arhin-pun meyuruhku melepas celana boxer dan kaos singletku,

“ Bang, kau bugil dong biar kita sama-sama telanjang, ” ucapnya berbisik dengan manja.

“ Iya Rhin, ”

Dengan cepatnya aku-pun mulai melepas semua kain yang melekat ditubuhku, seketika itu kami-pun telanjang bulat. Setelah saya telanjang kamipun kembali bercumbu dengan penuh nafsu liar. Arhin mulai mengocok penisku dengan tanganya yang penuh sabun cair dan aku-pun meremas payudara dan pantatnya yang semok.

Arhin yakni tipe perempuan yang bertubuh sintal, tinggi sedang, berkulit putih, cubi, dan menggairahkan. Saat itu kami bercumbu dengan penuh gairah. Kocokam Arhin menciptakan penisku semakin mebesara dan panjang saja,
“ Rhinn.. Ouhhhh… Shhhhhhh…, ” desah nikmatku.

“ Enak ya bang ??? Ouhhhh… mainin itil saya bang, Ouhhhh…, ” pintanya.
Tanpa menjawab tanganku yang tadinya meremas pantat, ketika itu berpindah pada vagina Arhin,

“ Sssshhhhh… yummy bang, Ouhhhh… gesek terus itil saya bang… Ouhhh, ” desah arhin penuh gairah sex.

Kami sama-sama merasakn kenikmatan sex yang luar biasa. Aku sungguh tidak menyangka sanggup bercumbu dengan perempuan secantik dan sesexy Arhin. Kami saling memperlihatkan rangsangan supaya nafsu kami semakin memuncak. Sesekali saya masukan jari tengahku kedalam vagina Arhin,

“ Bang… Ouhhhhh… terus kobel memek Arhin bang.. Ssshhhh… Ahhhh…, ”

“ Iya Rhin… Ahhhh…, ”

Arhin nampak sekali menikmati permainan jari tengahku didalam vaginanya. Selama percumbuan kami Arhin terus meracau sembari terus mengocok penisku dengan gemasnya. Dia kocok dan beliau genggam penisku dengan tanganya,

“ Uhhhhh… Ssssshhhh… kocokan kau yummy Rhin… Ahhhh.., ”

Penisku dikocok Arhin dan vagina Arhin saya sodok dengan jari tengahku. Lendir kawin Arhin mulai keluar dari dalam vaginnya. Terbukti ketika itu liang senggamanya terasa licin dan hangat. Sesekali saya juga mengarahkan jariku pada G-spotnya,

“ Uhhhhhh… Bang… Ouhhhh… Udah Bang… Arhin nggak berpengaruh lagi, Ahhhh…, ”
Melihat Arhin yang sudah menyerupai itu aku-pun melepaskan jariku dari dalam vaginanya,

“ Yaudah yuk ML ya Rhin sekarang, soalnya udah malem nih, ” ajakku.

“ Iya Bang, Arhin yang diatas ya bang, ” pintanya.

“ Iya terserah kau aja, ” ucapku pasrah.

Kami-pun ketika itu segera mengatur posisi sex kami. Aku duduk bersandar tembok dengan kaki saya luruskan kedepan. Arhin yang sudah nampak berpengalaman dalam berhu Bungan sex, maka beliau segera duduk diatasku kemudian meraih kejantananku dan dibenamkanlah penisku,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbb…, ”

“ Euhhhhhhhhhhhhhhh…., ” lenguh kami bersamaan disela masuknya penisku pada vagina Arhin.

Begitu sudah masuk penisku, Arhin segera bergoyang dengan pantatnya yang ada diatas pangkuanku. Sembari begoyang tanganya berpegangan pada pundaku. Arhin sungguh lincah bercinta dengan posisi sex WOT (women on top),

“ Ouhhhh… Bang…. Ssssshhhh… Euhhhhh… Bang… Ahhhh.., ” desahnya peuh gairah sembari menggoyang penisku didalam memeknya.

“ Enak Rhin, terus Rhin, Ouhhhh… Sssssshhhh…, ”

Melihat saya merasa nikmat Arhin-pun semakin gila daalam bermain sex ketika itu. Dia bergoyang memutar, maju mundur, naik turun sembari terus mendesah hebat. Hubungansex kami malam itu sungguh terasa memuncak sekali. Aku serasa oleh gadise belia yang gres doyan-doyanya ngentot. Penisku yang besar dan tahan usang menciptakan Arhin semakin liar,

“ Bang… Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh… keluar saya bang, Ouhhhhhhhhhhh, ” teriaknya seiring didapatkanlah klimaksnya.

Arhin semakin gila saja sesudah orgasme ketika itu. Dia memaju mundurkan pantanya dengan cepatnya,

“ Ouhhhh… Euhhhh..Sssssshhh… Ahhhh…, ” desah Arhin semakin liar saja.
Baru saya rasakan kekerabatan sex yang seliar ini. Penisku serasa tertaririk dan terjepit dengan vagina Arhin yang gemuk dan masih sempit itu. Tidak terasa kami sudah bercinta cukup lama, hampir 30 menit kami berafiliasi sex didalam kamar mandi sanggar Mua Thay itu. Desahan Arhin dan desahanku saling mengisi.

Seakan desahan sex kami menyerupai dikomando saja ketika itu. Detak jantung kami bedetak dengan kencang, nafas kami saling memburu, dan racauan-racaun liar kami terus mengiringi kekerabatan sex kami ketika itu. Karena Arhin begitu hebatnya dalam berafiliasi sex, saya mulai merasa ada penisku mulai berdenyut-denyut,

“ Rhin saya mau keluar nih, buruan bangkit kamu,… Ouhhhh…, ” pintaku.

Aku meminta Arhin bangkit supaya spermaku tidak keluar didalam vagina Arhin. Mendengar itu Arhin-pun segera menyingkir dari pangkuanku,

“ Bluppppppppppppppp, ” keluarlah penisku dari vagina Arhin.
Aku segera bangkit dan saya kocok penisku dengan penuh nafsu. Merasa akan keluar spermaku, segera saya arahkan penisku kedalam verbal Arhin. Arhin yang sudah tanggap diapun segera mengkulum penisku dengan gemasnya. Baru berapa detik saya dikulum rasanya batang penisku sudah tidak tahan lagi menahan birahiku, lalu,

“ Crottttttttttttt…. Crottttttttttttt…. Crottttttttttttt…. Crottttttttttttt…., ”

“ Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…. Keluar Rhin… Ouhhhhhhhhhhhh…, ” ucapku puas mendapat orgasmeku.

Tertumpalah semua sperma didalam verbal Arhin dengan derasnya. Arhin dengan lahapnya mengkulum dan menelan semua spermaku sampai tidak tersisa setetespun. Sungguh kekerabatan sex yang tidak pernah saya bayangkan. Hubungan sex kami terasa memuaskan hinggga kami sama-sama mendapat kepuasan sex.

Singkat dongeng sesudah kami mendapat kepuasan, kami-pun mandi bersama sembari bercumbu mesra. Karena hari semakin larut kami-pun cepat-cepat menuntaskan mandi kami. Selesai mandi kami berganti baju higienis dan sesudah selesai kami keluarlah dari kamar mandi. Segera kami keluar dari sanggar beladiri dan kami-pun pulang kerumah masng-masing.

Sejak bencana skandal sex kami malam itu, Arhin-pun hampir setiap hari bernagkat berlatih Mua Thay. Kami selalu pulang belakangan hanya demi berafiliasi sex semata. Aku dan Arhin-pun semakin sering saja ML, maupun itu disanggar Mua Thay, dikostku, ataupun dihotel. Seperti itulah kisah sex yang saya lakukan dengan Arhin. Selesai.Cerita Panas
close