
Sungguh memang sudah rejekiku, ketika saya memang bermaksud untuk tinggal sendiri kebetulan saudaraku mengatakan saya untuk menghuni apartemen miliknya, alasannya dia akan dibawa untuk tinggal bersama suaminya ke Malang, jawa timur. Pada hari pertama saya akan tinggal di apartemen saudaraku itu, maka saya harus lapor kepada Pengurus Apartemen.
Setelah melapor saya dimintai untuk ikut menjaga adik perempuan ketua pengurus apartemen yang kebetulan adiknya tinggal di sebelah kamar apartemen saudaraku, adik perempuan ketua pengurus apartemen itu ternyta berjulukan Tante Silvi . Singkat kisah Hari kedua aku-pun sebagai penghuni gres mulai mencoba berkenalan dengan Tante Silvi .
Dan ternyata sesudah berkenalan ternyata dia tidak terlalu tua, dan kalau saya perkirakarakan usianya sekitar 35 tahunan. Tante Silvi ini tipe perempuan yang ramah dan baik sekali. Namun dalam perkenalan dan dialog kami ketika itu saya agak sedikit heran, alasannya pada usianya yang sudah terhitung matang sekali tante Silvi belum juga menikah.
Yah mungkin saja tante Silvi punya masih focus dengan karirnya kali yah, alasannya saya melihat pada usianya yang segitu dia sudah mapan sekali kehiduoanya, buktinya tante Silvi sudah memiliki apartemen dan 2 kendaraan beroda empat All New CRV dan All new civic. Tante Silvi ini memiliki 2 pembantu, yang satu supir dan yang satu tangan kanan rumah tangga di apartemennya.
Sampai pada suatu hari Tante Silvi menitipkan kunci Apartemen-nya alasannya pada ketika itu pembantu dan supir-nya sedang cuti alasannya pada ketika itu hari raya idul fitri. Sehingga dia tingal di rumah kakaknya di lantai 12. Oh iya citra Tante Silvi sebagai berikut, dia memiliki tinggi tubuh sekitar 166 cm, memiliki pinggul yang besar, pantat yang bulat, pinggang yang ramping, perut singset dan ukuran Bra sekitar 34B.
Hal itu sanggup dimiliki oLeh Tante Silvi karena tante Silvi rajin senam aerobic, fitness, dan renang yang diikutinya secara rutin. Dengan wajah elok dan warna kulit yang putih bersih, wajarlah kalau Tante Silvi menjadi harapan banyak lelaki baik-baik maupun lelaki hidung belang.
Hingga pada suatu sore, ketika saya pulang kerja saya mendengar ada ketukan pintu di apartemenku , kemudian saya intip dari lubang pintu ternyata Tante Silvi ,
“ Iya sebentar, oh ada tante ada yang sanggup saya bantu tante ???, ” ucapku sambil membuka pintu.
“ Ngga Ndro ada surat atau tagihan kartu kreditku ngga dari Front Office depan?, ” jawab Tante Silvi .
“ Sepertinya ngga ada tante, ” jawabku
“ Eh saya numpang ke kamar mandimu ya, ” sambil meringis, mungkin dia udah kebelet pips he he he.
“ Silahkan tan tapi kamar mandinya ngga sebersih punya tante lho maklum bujangan, ” ucapku sambil tertawa.
“ Ngga apa apa, ” jawabnya.
Baru saya sadar bahwa Tante Silvi memakai baju pembinaan tipis mungkin gres lari atau fitness di lantai 2,
“ Abis lari ya tan, ” tanyaku.
“ Iya tapi nyari kamar mandi susah mana liftnya usang lagi, ” ujar Tante Silvi sambil ngeloyor ke kamar mandiku.
Sambil jalan ke dapur saya berfikir kok kayaknya ada yang salah ya dengan membiarkan si tante ke kamar mandi tapi apa ya ?. Ya ampun tadi khan saya lagi nonton film porno di laptop memang kebetulan mau onani sih maklum belum ada pasangan/pacar. Wah mati gue tertangkap berair dah sama Tante Silvi . Ah bodo amat bodo amat kaya dia ngga pernah muda aja.
Begitu keluar dari kamar mandi si tante senyum-senyum, wah aib deh aku,
“ Hayo kau tadi lagi ngapain Ndro? tanya si tante.
“ Ngga ngapa-ngapain kok Tan, ” jawabku sambil menunduk kebawah.
Dan tanpa saya sadari tiba-tiba dia mencekal tangan saya,
“ Ndro, ” ungkapnya tiba-tiba dan terlihat agak sedikit ragu-ragu.
“ Ya Tante ?, ” Jawab saya.
“ Eee… nggak jadi deh, ” Jawabnya ragu-ragu.
“ Ada yang sanggup saya bantu, Tante ?, ” Tanya saya agak galau alasannya melihat keragu-raguannya.
“ Eee… nggak kok. Tante cuma mau nanya, ” jawabnya dengan ragu-ragu lagi.
“ Kamu sering ya nonton film itu di kamar mandi ?, ” tanya dia.
“ Iya sih tan. Maklum tan belum punya pasangan ?, ” jawab ku terpaksa.
“ Terus pake sabun ya ? he he he, ” ucap Tante Silvi sambil tertawa.
“ Iya tan, udah ah saya tengsin nih aib ditanya terus, ” Tegasku sambil ngomel.
“ Jangan murka dong , biasa lagi bujangan yang penting jangan main pelacur, jorok nanti kena penyakit, ” jawab Tante Silvi .
“ Eee… mau , dibantuin Tante nggak ?, ” sambungnya.
“ Maksud tante ?, ” Tanyaku.
Wah menyerupai ada lanjutan dari film ku tadi nih. Kayaknya si tante horni abis,
“ Iya kau nonton bareng tante khan biar ngga aib lagi, ” sambil melayang tangan Tante Silvi ke selangkangan ku.
“ Sana ambil laptop mu, ” ucapnya.
Asik banget dah pikirku tanpa tendeng aling-aling saya berlari kekamar madi dan membawa keluar laptop itu. Kemudian saya setel lebih dulu film yang tadi saya tonton dan belum habis. Beberapa menit kemudian Tante Silvi duduk disebelahku sambil membawa teh panas dengan amis tubuh yang segar.
Saya selidiki tiap sudut tubuhnya yang masih terbalut baju pembinaan dan kemudian dia melepas atasannya sehingga terlihat tanktop tipis biru muda yang agak menerawang tersebut, sehingga dengan leluasa mata saya melihat puncak buah dadanya alasannya dia tidak menggunakan Bra. Tanpa kusadari, di antara degupan jantungku yang terasa mulai keras dan kencang.
Saat itu kelaminku juga sudah mulai menegang. Dengan santai dia duduk sempurna di sebelahku, dan ikut menonton Film Porno yang sedang berlangsung,
“ Cakep-cakep juga yang main, ” alhasil dia memberi komentarnya.
“ Dari kapan Ndro mulai nonton film beginian ?, ”tanyanya.
“ Udah dari dulu Tante, ” ucapku.
“ Mainnya juga bagus dan tidak kasar. Ndro udah tahu rasanya belum ?, tanya dia lagi.
“ Ya sempet sih tan waktu di rumah sakit sama suster, ” ucapku.
“ Wah lezat dong lagi sakit di servis suster, ” tanggapanya.
“ Iya tapi udah usang tan udah lupa rasanya, tapi kata temen-temen sih enak. Emang kenapa Tante, mau ngajarin saya yah? Kalau iya boleh juga sih, ” ucapku.
“ Ah Ndro ini kok jadi badung yah sekarang, ”, ungkapnya sambil mencubit lenganku.
“ Tapi bolehlah nanti Tante ajarin biar kau tahu rasanya, ”, tambahnya dengan sambil melirik ke arahku dengan agak menantang.
Tidak usang berselang, tiba-tiba Tante Silvi menyenderkan kepalanya ke bahuku. Seketika itu pula saya eksklusif membara. Tapi saya hanya sanggup pasrah saja oleh perlakuannya. Sebentar kemudian tangan Tante Silvi sudah mulai mengusap-ngusap kawasan tubuhku sekitar dada dan perut.
Rangsangan yang ditimbulkan dari usapannya cukup menciptakan saya canggung.
Jujur, alasannya gres kali ini saya diperlakukan oleh seorang perempuan yang usianya diatasku. Kelaminku sudah mulai semakin berdenyut-denyut siap bertempur. Kemudian Tante Silvi mulai menciumi leherku, kemudian turun ke bawah hingga dadaku. Sampai di kawasan dada, dia menjilat-jilat ujung dadaku, secara bergantian kanan dan kiri.
Tangan kanan Tante Silvi juga sudah mulai masuk ke dalam celanaku, dan mulai mengusap-usap kelaminku. Karena dalam keadaan yang sudah sangat terangsang, saya mulai memberanikan diri untuk meraba celana yang dia pakai. Aku remas payudaranya dari luar tanktop, dan saya remas-remas, terkadang saya juga mengusap ujung-ujung tersebut dengan ujung jariku,
“ Sssss… Oughh… ya situ, ” ucapnya setengah berbisik.
Tiba-tiba dia memaksa lepas celana pendekku, dan diusapnya kelaminku. Akhirnya bibir kami saling berpagutan dengan penuh nafsu yang sangat membara. Dan dia mulai menjulur-julurkan lidahnya di dalam mulutku. Sambil berciuman tanganku mulai bergerilya melalui celana trainingnya yang saya pelorotkan ke bawah.
Sesampai-nya pada permukaan celana dalamnya, yang rupanya sudah mulai menghangat dan agak lembab. Aku melepaskan celana dalam Tante Silvi . Satu persatu kami membuka baju, sehingga kami berdua menjadi telanjang bulat. Kutempelkan jariku di ujung atas permukaan Vagina-nya.
Dia kelihatan agak kaget ketika mencicipi jariku bermain di kawasan seputar clitoris-nya. Lama kelamaan Aku masukkan satu jariku, kemudian jari kedua,
“ Aghhh… Ssssss… Oughhh… terus Ndro, terus, ” ucap lirih Tante Silvi .
Ketika jariku terasa mengenai selesai lubangnya, tubuhnya terlihat agak bergetar,
“ Eughhh… Ndro terus, Aghhh… Sssss… Aghhh… enak, sebentar lagi, Oughhh…, ” ujar Tante Silvi .
Seketika itu pula dia memeluk tubuhku dengan sangat erat sambil menciumku dengan penuh nafsu. Aku mencicipi bahwa tubuhnya agak bergetar (yang kemudian gres saya tahu bahwa dia sedang mengalami orgasme). Beberapa ketika tubuhnya mengejang-ngejang menggelepar dengan hebatnya. Yang diakhiri dengan terkulainya tubuh Tante Silvi yang terlihat sangat lemas di sofa,
“ Aku kapan Tante, kan saya belum dienakin sama Tante?, ” tanyaku.
“ Nanti dulu yah sayang, sebentar, beri Tante waktu untuk istirahat sebentar aja, ” ucap Tante Silvi .
Tapi alasannya sudah sangat terangsang, kuusap-usap bibir Vagina-nya hingga mengenai clitoris-nya, saya dekati payudaranya yang menantang itu sambil kujilati ujungnya, sesekali kuremas payudara yang satunya. Sehingga rupanya Tante Silvi juga tidak tahan mendapatkan paksaan rangsangan-rangsangan yang kulakukan terhadapnya.
Sehingga sesekali terdengar bunyi erangan dan desisan dari mulutnya yang Sexy. Aku usap-usapkan kelaminku yang sudah sangat amat tegang di bibir Vagina-nya sebelah atas. Sehingga kemudian dengan terpaksa dia membimbing batang kemaluanku menuju lubang Vagina-nya. Pelan-pelan saya dorong kelaminku biar masuk semua.
Kepala Penis-ku mulai menyentuh bibir Vagina Tante Silvi ,
“ Sssss… Aghhhh…. ” rasanya benar-benar tidak sanggup kubayangkan sebelumnya.
Lalu Tante Silvi mulai menyuruhku untuk memasukan kelaminku ke liang Vagina-nya lebih dalam dan pelan-pelan. So wow Man… gres masuk kepalanya saja saya sudah tidak tahan, kemudian Tante Silvi mulai menarik pantatku ke bawah, supaya batang kelaminku yang perkasa ini sanggup masuk lebih dalam.
Bagian dalam Vagina-nya sudah terasa agak licin dan basah, tapi masih agak seret, mungkin alasannya sudah usang tidak dipergunakan. Namun Tante Silvi tetap memaksakannya masuk,
“ Oughhhh… Ndro, ” Desah Tante Silvi .
Saat itu rasanya memang benar-benar luar biasa walaupun kelaminku agak sedikit terasa ngilu, tapi nikmatnya luar biasa. Lalu terdengar bunyi erangan Tante Silvi . Lalu Tante Silvi mulai menyuruhku untuk menggerakkan kemaluanku di dalam Vagina-nya, yang membuatku semakin gila. Dia sendiri pun mengerang-ngerang dan mendesah tak karuan.
Beberapa menit kami begitu hingga suatu saat, mirip ada sesuatu yang menciptakan liang Vagina-nya bertambah licin, dan makin usang Tante Silvi terlihat mirip sedang menahan sesuatu yang menciptakan dia berteriak dan mengerang dengan sejadi-jadinya alasannya tidak kuasa menahannya. Lalu tiba-tiba kejantanan-ku terasa mirip disedot oleh liang senggama Tante Silvi .
Tiba-tiba dinding-dinding Vagina-nya terasa mirip menjepit dengan berpengaruh sekali, bisa-bisa kalau begini terus saya sanggup ngecrott cepet nih,
“ Sssss… Aghhhhhhhhhhhhhh… Tante keluar lagi nih, ” ucapnya dengan keras.
Saat itu juga makin basahlah di dalam Vagina Tante Silvi , tubuhnya mengejang berpengaruh mirip kesetrum, ia benar-benar menggelinjang hebat, menciptakan gerakannya semakin tak karuan. Dan alhasil Tante Silvi terkulai lemas, tapi kelaminku masih tetap tertancap dengan mantap.
Aku mencoba membuatnya terangsang kembali alasannya saya belum apa-apa.
Tangan kananku meremas payudaranya yang sebelah kanan, sambil sesekali kupilin-pilin ujungnya dan kuusap-usap dengan ujung jari telunjukku. Sedang payudara kirinya kuhisap sambil menyapu ujungnya dengan lidahku,
“ Sssss… Oughhh… Aghhhh…, ” desah Tante Silvi sudah mulai terdengar lagi.
Aku memintanya untuk berganti posisi dengan doggy style. Aku mencoba untuk menusukkan kelaminku ke dalam liang Vagina-nya, pelan tapi pasti. Kepala Tante Silvi agak menengok ke belakang dan matanya melihat mataku dengan sayu, sambil dia gigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit yang timbul. Sedikit demi sedikit saya coba untuk menekannya lebih dalam.
Kelaminku terlihat sudah tertelan semuanya di dalam Vagina Tante Silvi , kemudian saya mulai menggerakkan kelaminku perlahan-lahan sambil menggenggam buah pantatnya yang bulat. Dengan gaya mirip ini, desahan dan erangannya lebih keras, tidak mirip gaya konvensional yang tadi.
Aku terus menggerakkan pinggulku dengan tangan kananku yang kini meremas payudaranya, sedangkan tangan kiri kupergunakan untuk menarik rambutnya biar terlihat lebih merangsang dan Sexy,
“ Sssss… Aghhh… Oughhh… terus Ndro… terus… Aghhh… Oughhh…, ” Tante Silvi terus mengerang.
Beberapa menit berlalu, kemudian Tante Silvi merasa akan orgasme lagi sambil mengerang dengan sangat keras sehingga tubuhnya mengejang-ngejang dengan sangat hebat, dan tangannya mengenggam ganjal sofa dengan sangat erat. Beberapa detik kemudian penggalan depan tubuhnya jatuh terkulai lemas melekat pada sofa itu.
Saat itu lututnya terus menyangga pantatnya biar tetap di atas, dan saya merasa kelaminku mulai berdenyut-denyut dan saya memberitahukan hal tersebut padanya, tapi dia tidak menjawab sepatah kata pun. Yang keluar dari mulutnya hanya desahan dan erangan kecil, sehingga saya tidak berhenti menggerakkan pinggulku terus.
Aku mencicipi tubuhku agak mengejang mirip ada sesuatu yang tertahan, tampaknya semua tulang-tulangku akan lepas dari tubuhku, tanganku menggenggam buah pantat Tante Silvi dengan erat, yang kemudian diikuti oleh keluarnya cairan maniku di dalam liang Vagina Tante Silvi . Tubuhku terasa sangat lemas sekali.
Setelah kami berdua merasa agak tenang, saya melepaskan kelaminku dari liang nikmat milik Tante Silvi . Dengan raca kecapaian yang luar biasa Tante Silvi membalikkan tubuhnya dan duduk di sampingku sambil menatap tajam mataku dengan lisan yang agak terbuka, sambil tangan kanannya menutupi permukaan Vagina-nya.
“ Wah kok ngga ditarik sih Ndro, nanti saya hamil lho ?, tanyanya dengan bunyi yang agak bergetar.
“ Maaf tan saya lupa abis keenakan sih, ” jawabku
“ Ya sudahlah… tapi lain kali kalau sudah kerasa kayak tadi itu eksklusif buru-buru dicabut dan dikeluarkan di luar ya ?, ” ungkapnya menenangkan diriku yang terlihat takut.
“ I… iiya Tante, ” jawabku sambil menunduk.
“ Ya santai aja saya bergotong-royong udah minum pil kok Ndro, ” jawan Tante Silvi .
Wah rupanya nih tante udah pengalaman dalam hal beginian, tapi ngga apa-apa dah gua belagak culun aja. Kemudian kami berpelukan di sofa, dan melaksanakan perbuatan itu sekali lagi tapi di kamar mandi. Doggie style terus bro, mantap. Itulah sepenggal kisah sex pada kehidupan nyataku yang telah saya curahkan.END
