
Saat itu, mungkin satu semesteran yang lalu, di kontrakan yang saya tempati bukan anak kampus saja , melainkan juga anak sekolahan saja.
Yang kebetulan anak sekolahan yang masih duduk di dingklik Sekolah Menengah kejuruan kelas 3. Dia berjulukan Rinto, ketika itu Rinto bilang ke saaya kalo nanti akan ada temen nya cewek satu sekolahan mau maen ke ke kontrakan. Nah beberapa jam kemudian yang di katakan Rinto, kesudahannya dateng juga, kemudian Rinto mengajak nya msuk ke dalam kontrakan. Lalu saya juga di kenalkan sama Rinto , temen nya cewek itu yang berjulukan Sari. Berjam – jam kemudian kami ngobrol hingga gak tersa waktu hampir petang.
Saya , Rinto dan Sari kemudian masuk ke dalam kamar ku untuk menonton Film yang beraada Di laptop ku. Tak usang kemudian Rinto , gak tau kenapa mau pergi sebentar , entah apa Rinto mau jemput seseorang atau apa ??saya juga kurang paham. Lalu Rinto ijin untuk keluar.
Nah , yang kini berada di kamar ku hanya lah saya dan Sari. Yang tadi saya katakan, saya dalam hal bahan sangat kecukupan , jadi dalam hal mejaga tubuh saya sangat terjamin dalam hal kesehatan , dan tubuh saya juga atletis dan bugar. Ya termasuk perjaka –cowok yang keren lah. Sari pada ketika itu ,menatap saya ibarat tertegun saja atau barang kali terpesona dengan gaya saya.
Beberapa waktu kemudian ketika menatap saya tanpa adanya Rinto , Sari mulai berani menarik hati saya dengan cara mengelitik ki saya ketika menonton film-film lain nya. Pada ketika itu , saya sangat gak besar lengan berkuasa dengan adanya tingkah Sari yang menarik hati dengan cara menggelitiki ak. Spontan saja , saya kaget alasannya ialah saya pailing sensiitif kalo di gitukan dan lantas saya kemudian membalasnya ke Sari secara terus menerus.
Lama kemudian kami pun bercanda dan sambil cekikikan dengan akrabnya. Setelah itu , kami membisu sejenak alasannya ialah lemas tertawa dan saling memandangi. Beberapa sejenak Sari pribadi menyosor bibirku dan saya cuma diem aja, alasannya ialah binggung juga di buat nya.
Setelah itu, Sari menyosor lagi di bibirku, dan saya msih binggung ada apa dengan cewek ini??? Batin saya.
Lalu Sari kembali tiduran di atas ranjang saya dan sambil menatap dengan pandangan yang meminta dan menarik hati menggairahkan . dan saya pun tak tahu dengan pandangan mata itu, dari feliing saya seakan- akan mau mengajak dan minta jatah dari saya.
Beberapa ketika kemudian , saya mendekati nya dan Sari pun kembali mencium saya. Dan saya pribadi juga membalas ciuman dari Sari. Lalu lumatan demi lumatan berkelanjutan dengan hisapan kecil dari bawah dan atas bibir bercampur air liur. Entah ada setan apa yang masuk ke dalam kamar ku ini . setslah itu kami saling berpelukan dan berciuman habis-habissan.
Kemudian saya rebahkan kembali Sari di atas ranjang dan kami kembali saling berciuman dengan mesra dan panas, saya nekat memberanikan diri untuk menyentuh tetek nya Sari yang berukuran tidak mengecewakan molek dan gede. dan gres kali ini saya melucuti kutang cewek.
Dia mengenakan pakain dalam dan berwarna hitam transparan. Saya kemudian menurunkan pakaian dalam nya dan belum membuka kutangnya. Saya lihat teteknys tersebut sangat menawan meskipun masih tertutup dengan BH. Teteknya begitu mulus dan putih besih tampaknya kenyal dan berisi. Biasanya saya paling-paling lihat ibarat itu di film porno-porno aja namun kini itu benar-benar kesampain di depan mataku sendiri ketika ini.
Tanpa saya ber pikir panjang, kemudian saya serot dan sedot saja teteknya Sari yang kedua-duanya dan saya pilin –pilin ibarat ngenyot permen karet. Sari hanya membisu dan mendesah saja
“Aaahhh… aaahhh… uuhhh…Ahhhssss………”
Saya tidak peduli dan menghiraukan saja gerakan dan gelagat Sari yang tampaknya benar-benar sedang horny yang sudah memucak . Kemudian saya pun kepingin membuka tali BH yang berwarna hijau muda. Lalu saya suruh Sari untuk duduk dan kemudian gres saya melihat ke belakang Sari, untuk mencari kaitan kutangnya. Akhirnya ketemu juga, dan benjolan tetek tersebut lebih mencuat lagi alasannya ialah Sari yang sudah menginjak kelas 3 .
Dengan paras yang elok sehingga nafsu ini dapat terjadi dan kesampain . Saya dengan rakusnya kembali melumat tetek Sari yang tampak kembali mengeras, perlahan-lahan ciuman ku pun turun kea rah pusar dan ke bawah perut Sari dan saya melihat rok OSIS nya Sari yang belum terbuka dan beliau masih bertelanjang dada saja.
Lalu saya memberanikan diri untuk menaikankan rok OSIS nya Sari, dan Sari pun membantu dengan mengangkat kedua pinggulnya. Sari pun tertawa dan berkata,
” Hmmmm.,…..Hayo udah mulai badung yah kamu…” ejek Sari sambil tersenyum girang.
Saya pun dengan nafsu dan dingin menaikannya kembali rok Osis tersebut, dan kali ini barulah kelihatan celana dalam yang berwarna hijau muda dan dipinggir-pinggirnya ibarat ada berenda kecil, kemudian saya pun menurunkanya kembali CD nya Sari dan tampaklah kali ini Sari dalam keadaan telanjang lingkaran tanpa mengenakan BH dan CD.
Barulah kemudian saya melihat pemandangan yang benar-benar istimewa yang terjadi alasannya ialah selama ini saya hanya berimajinasi dan nonton saja. Dan tidak pernah berbuat ibarat ini yang sebenarnya.
Saya cermati dan pandangi dengan mata memburu dari kemaluan Sari dengan seksama yang ditumbuhi bulu halus dan masih sedikit itu. Ingin rasanya mencium dan mencicipi aroma khas dari kemaluan Sari.
Saya pun mencoba mencium perut Sari dan pusarnya secara perlahan dan mengenainyta. Ketika hampir mengenai sasaran kemaluannya Sari pun menghindari dan mengatakan,
” Hhush…Jangan dicium memeknya akh.. geliii…tau!! ” Sari menyampaikan sambil menutup kedua pahanya.
Yah, mau bagaimana lagi, pribadi saja saya tindih Sari, saya cium-cium sambil tangan kiri ku bergerak dan memegang kemaluan Sari dan berusaha memasukkanya ke dalam MISS V nya Sari.
Sontak Sari berontak.
“IIiiihhh… aduuuuh ….GELI..” tutur Sari.
Tahu-tahu Sari mendorong tubuh ku dan terbaliklah keadaan sekarang, saya yang tadinya berada di atas kini berubah dan berganti saya yang berada di bawah, besar lengan berkuasa sekali dorongan cewek ini dengan tubuh yang semok dengan tinggi 167 cm ini, pikirku dalam hati.
Kemudian Sari berkata “Eh… buka juga dong bajunya! masak Sari doang yang telanjang. Namun abang tidak…?” ujar Sari
Lalu saya sambil mencopotkan kaos yang saya kenakan dan saya lagi-lagi hanya membisu dan menuruti apa yang Sari inginkan.
Setelah membuka kaos, kemudian tangan Sari masuk ke dalam celana pendek ku dan bibirnya sambil melumat bibir ku. Gila pikirku dalam hati, nih cewek kayaknya sudah pernah beginian dan beliau lebih berpengalaman dariku.
Perlahan-lahan Sari mulai menurunkan celana pendek ku dan terbitlah penis ku yang besarnya tidak mengecewakan untuk menerjang pertahanan wanita.
Dan penisku Miirp timun suri , ketika itu Sari berdecak kagum dengan timun suri ku , tanpa basa-basi Sari memegangnya dan menuntun nya untuk masuk ke dalam gua miliknya Sari, pribadi saja saya tepis dan tidak jadi timun suriku masuk ke lubang gua nya Sari.
“Eh, jangan dong jikalau buat yang satu ini, soalnya saya juga belum pernah gituan ujar ku dengan polos.
” Lha terus Ngapain kalo kita udah telajang begini jikalau kita tidak ngapa-ngapain !!”
“ Tadi mendingan kita gak usah buka pakaian segala,” ujar Sari dengan nada emosi sesaat.
Akhirnya saya hanya membisu sejenak dan saya hanya menempelkan timun suri ku ke bibir memeknya Sari tanpa memasukkanya.
” Kalo begini aja gimana ya…?” ujarku dengan nada polos.
Sari hanya mengangguk saja dan begitu terasanya penisku bergesek di bibir memeknya Sari tanpa dimasukkan ke dalam lubang memek milik Sari, saya hanya memegang kedua buah pantat Sari yang padat itu . Lama kami hanya bergesekan dan tanpa saya sadari kesudahannya pensi saya sudah masuk di dalam memek Sari dan Sari terus-terusan menggerakkkan tubuhnya dan menggoyang pantatnya naik-turun.
Saya kaget dan bercampur aduk dengan kenikmatan yang WAAAARBIAAASAAAA…….., Karena keperjakaan dalam hal bercinta yang saya jaga selama ini kesudahannya kandas gara-gara anak Sekolah Menengah kejuruan yang menciptakan nafsu ini. Padahal sebelum-sebelumnya sudah ada yang mau menawari juga dan mendekati saya juga , beliau juga masih perawan lebih elok lagi , namun masih saya tolak juga dan kini hanya dengan anak Sekolah Menengah kejuruan perjakaku jadi hilang. DAMN !!!
Lama saya berpikir dan sedangkan Sari hanya naik-turun menggoyangkan pantatnya sejak saya terdiam tadi, mungkin beliau tersenyum puas melihat apa yang gres beliau lakukan terhadap saya . Yach, sudah tanggung juga , apalah boleh buat !!! kepalang tanggung sudah masuk,
Lalu kesudahannya saya membalas menggenjot juga dan pantatku naik-turun secara berlawanan dengan yang dilakukan Sari, dan timbul lah bunyi bunyi yang memecahkan keheningan,
“Ceplok.. ciplok… ceplok…pock…pock….pock…..”
Sari mendesah kenikmatan tak aruan alasannya ialah kocokanku yang besar lengan berkuasa dilubang memeknya. Lama kami berada di posisi tersebut, yang saya di bawah dan beliau di atas.akhirnya saya mencoba mendesak Sari biar beliau mau mengganti posisi, tapi dorongan tangannya yang besar lengan berkuasa membatalkan niatku, tapi masa sih saya masih kalah sama cewek Sekolah Menengah kejuruan ini , pikirku.
Lalu saya dorong Sari dengan sekuat tenagaku dan kesudahannya kami berada di posisi duduk dan kontol ku masih menancap tetap bangkit kokoh tanpa dilepas. Sari tanpa diperintah menggerakkan sendiri pantatnya, dan memang yummy yah gituan, pikirku dalam hati.
Akhirnya saya dorong lagi Sari biar beliau tiduran telentang dan saya ingin sekali melihat memeknya yang menggunduk abuh besar membelah selangkangan memek Sari, makanya saya sambil memegang batang penisku menempelkannya di lubang memek ny a Sari dan
“JLEEEEBB….Bless…leeessss”
Terbenamlah semuanya. Lalu saya tekan dengan semangat Spartan yang membara tentunya alasannya ialah sudah terjadi dan kepalang tanggung . Biarlah saya terima kenikmatan ini, pikirku. Dengan kelembutan dan cepat saya hentakkan maju mundur kontol ku dengan lembut di lubang memeknya Sari dan kembali lagi bunyi itu , yang meramaikan suasana di kamar ku. Dan ternyata lubang memeknya Sari sudah banjir dengan air pelumasnya disana, saya tidak tahu niscaya apakah itu pejuhnya Sari, atau hanya pelumasnya saja? Pikir saya.
Dan Sari berkata,
“Apa kau udah keluar ya…?” ujarnya.
“Husssh…..ngawuuurr!!! saya belom keluar dari tadi..?” ujarku dengan nada ketus.
Karena saya pikir beliau mengejekku alasannya ialah mentang-mentang saya gres pertama kali ngeseks dan seenaknya saja beliau menyangka saya keluar duluan. Kemudian saya mencium kembali Sari dan saya ingin segera mencapai titik orgasme .
Dengan cepat saya keluarkan kontol saya dari lubang mememk nya dan saya keluarkan pejuhku yang ada diperutnya Sari,
“ Crooot….crotttt..Jroooooottt….”
“ Tesss…tes…teeess…..”
Dengan tetesan air pejuh ku yang terakhir, alasannya ialah saya tidak mau bertanggung jawab kalo beliau jadi hamil dan saya keluarin aja di luar lubang memeknya. Kalau Saya pikir ketika beliau jadi hamil,kan saya dapat pusing kepalang dan berabe!!. Saya gres sekali gituan sama cewek.
Gimana nanti dengan kuliah saya dan masa depan saya!
Sari tersenyum dengan puas atas kemenangannya menggodaku untuk berbuat tidak terpuji terhadapnya.
Huuh…, dasar Nasib !!!
Dan sejak ketika itu ,saya sudah mulai menghilangkan kebiasaaan jelek ku yaitu mengocok. Dan saya tidak mau lagi mengulang perbuatan tersebut alasannya ialah sebetulnya saya hanya mau menyerahkannya untuk calon istriku seorang. Saya yang kini dengan usia 22 tahun ketika ini, ingin menata masa depan ku dulu. Setelah itu , gres ngeseks.
