Ngewe dengan cewe anggun alasannya salah sms - Perkenalkan nama saya Nala (nama samaran saya), lulus kuliah gres bulan kemarin di suatu sekolah tinggi tinggi tekemukan di Jogya, dongeng ini gres saya alami dalam bebrepa bulan kemarin tepatnya bulan Januari, dimulai dari saya kirim SMS ke seorang cewek yang sudah usang tidak berjumpa,
karena sudah usang tidak berafiliasi saya kehilangan nomer kontaknya, kemudian saya meminta temenku nomernya (katanya ia sih punya) suatu ketika pribadi saya kirimkan SMS kepada ia yang berisi bahwa saya kangen ingin bertemu dengannya.
Saat sudah saya kirimkan SMS tadi saya tunggu berjam juga tidak ada balasan, dan ketika itu saya mengirimkan ulang lagi dengan saya kasih nama saya di belakangnya, selang beberapa waktu yang saya SMS miss call ke hapeku, alasannya saya dalam perjalan naik motor, kemudian saya kirim SMS lagi ke ia yang isinya “bentar saya lagi dalam perjalanan nanti saya hubungi setelah hingga ketujuan”
Setelah yang kujanjikan tadi saya gres telepon si dia, Hallo Anita “tanya saya” ia menjawab “maaf anda salah orang”, ternyata yang saya telepon salah orang sambil menahan aib saya mau kumatikan teleponku, tetapi lawan bicara saya segera bertanya “yang anda cari siapa? dengan nada mendesah” saya jawab “saya sedang mencari sobat usang saya yang hampir 6 tahun tidak ada kabarnya” singkat kata kami kemudian berkenalan ternyata yang saya telepon salah sambung namanya Fitri.
Sejak dikala itu, kami sering berkirim SMS. Kadang-kadang gw malah menelponnya. Namun, tidak ada niat sedikitpun dalam diriku untuk menemuinya, atau melihat wajahnya. Toh tidak ada maksud apa-apa, pikirku. Dua bulan berjalan semenjak perkenalan itu, entah mengapa, isi pesan SMS berkembang menjadi hal-hal yang agak menjurus ke sex.
Tiga bulan berjalan semenjak perkenalan kami lewat telepon. Tiba-tiba, Fitri mengirim SMS yang menyatakan ingin bertemu. Mengapa tidak, kupikir. Toh tidak ada ruginya untukku. Saat itu pikiranku belum berpikir jauh hingga ke sex. Kami janjian sore pukul 17.00. Kebetulan hari itu hari libur. Setelah datang di kawasan yang dijanjikan, gw segera meneleponnya. Gua pake sweater pink, kata Fitri.
Segera kutemui Fitri yang sedang bangun menunggu. Hai, Fitri ya?, tanyagw. Fitri segera tersenyum. Wajahnya memang tidak cantik, tubuhnya pun tidak aduhai ibarat poster swimsuit di majalah Popular. Namun, gw memang tidak terlalu mempermasalahkan penampilan fisik. Segera kuperkenalkan diriku. Gua Nala, katagw. Memang pergaulanku dengan perempuan tidak intens, sehingga dikala itu gw sedikit gugup. Namun, segera kututupi kegugupanku dengan sedikit jaim (jaga image).
AGEN SBOBET PIALA DUNIA 2018
Kami segera menjadi akrab. Kami berbicara sebentar sambil menikmati makanan di sebuah food court.Nala, suka nyanyi-nyanyi gak?, tanya Fitri setelah kami selesai makan. Suka, tapi tidak di depan umum, begitu jawabku. Sama dong.
Kalo gitu, mau gak kau saya ajak utk nyanyi di karaoke? Kita dapat pesan private room kok, jadi tidak ada orang lain. tanya Fitri. Kupikir, asyik juga ya, untuk melepas lelah. Segera kami meluncur ke sebuah karaoke terdekat memakai mobilku.
Setibanya di sana, kami memesan kawasan untuk dua orang. Kami segera dituntun masuk oleh seorang wanita. Ruangannya agak remang-remang, dan ditutupi gorden, jadi memang tidak akan terlihat dari luar. Sambil waitress menyiapkan ruangan, kami memesan minuman. Fitri permisi kepadagw untuk ke toilet.
Tepat setelah waitress menyiapkan ruangan dan minuman, Fitri kembali. Kurasa agak absurd waktu itu alasannya aroma wewangiannya kian tajam. Namun, tidak kupedulikan.Segera kami mulai memasang lagu kesukaan kami, dan kami bernyanyi-nyanyi. Sampai tibalah kami di lagu yang kelima. Fitri memesan lagu yang lembut, dan agak romantis.
Sebelum lagu tersebut dimulai, tak sengaja punggung tanganku menyentuh punggung tangan Fitri. Halus sekali, pikirku. Sayang sekali tanganku untuk berpindah dari punggung tangannya, sehingga kubiarkan saja di situ. Fitri pun membisu saja, tidak berusaha melepaskan sentuhan tangannya dari tanganku. Dingin ya?, tanya Fitri, kepadagw, sambil melihat tanganku. Iya, jawabku mengangguk lemah. Segera Fitri mendekatkan tanganku ke tangannya. Tanganku segera menggenggam jari-jarinya.
Kami bernyanyi sambil menikmati kehangatan tersebut. Pelan-pelan, naluriku mulai berjalan. Ingin sekali gw mengelus pipinya yang lembut, namun gw agak takut-takut. Perlahan-lahan Fitri mendekatkan bahunya ke bahuku sehingga kami duduk sangat dekat.
Wangi aroma badan Fitri segera membius diriku. Tak kupedulikan lagi ketakutanku. Segera kubelai pipi dan kening Fitri. Ia menatapku. Gw balas menatapnya. Lalu kuusap lembut rambutnya. Darah kelelakianku segera berdesir. Kukecup keningnya.
Fitri membisu saja. Kukecup rambut dan pipinya, segera aroma tubuhnya kembali membius diriku. Fitri benar-benar kuperlakukan ibarat pacarku sendiri. Tiba-tiba timbul gairah yang besar untuk memeluknya. Fitri tampaknya mengerti alasannya ia segera mengubah posisi duduknya sehingga memudahkanku untuk memeluknya.
Segera kupeluk Fitri dengan rasa sayang.Tiba-tiba Fitri menarik tanganku ke dada kirinya. Segera kurasakan bab lembut kewanitaannya tersebut. Nikmat sekali, namun dengan rasa agak takut. Pelan-pelan kusentuh buah dadanya yang lembut itu.
Fitri membisu saja. Gw mulai berani. Ku elus-elus buah dadanya, perlahan-lahan, dengan gerakan memutar, tanpa menyentuh bab putingnya. Gw semakin berani. Tangan kananku kumasukkan ke dalam sweater merahnya. Segera ku elus bukit lembut tersebut di bab pinggirannya.
Ku putar-putar tanganku mengelilingi putingnya. Setelah beberapa saat, kusentuh putingnya. Ternyata putingnya sudah mengeras. Lalu kuremas dengan lembut. Fitri mendesah. Ssshh, desahnya.Kulanjutkan penjelajahanku ke dada kanannya. Kuulangi hal yang sama. Lagi-lagi Fitri mendesah. Segera ia memagut bibirku, dan melumatnya. Saat kujulurkan lidahku, segera dihisapnya kuat-kuat.
Oh, nikmat sekali berciuman dikala malam pertama ku ibarat ini, pikirku alasannya memang gw belum pernah berciuman dengan wanita. Badanku bergetar hebat, alasannya gw belum pernah melaksanakan hal ibarat malam pertama ini sebelumnya. Kami lanjutkan permainan kami beberapa saat. Setelah itu, kami berhenti untuk menikmati minuman kami.
Kusodorkan sedotan minumanku untuk diminum terlebih dulu oleh Fitri. Kemudian kami lanjutkan nyanyian kami sambil berpelukan. Nyaman sekali rasanya dikala itu.Kuteruskan permainan tanganku dengan lembut, mengelus dan meremas dengan lembut buah dada Fitri.
Fitri kembali memagut bibirku. Kami berciuman hebat. Tiba-tiba Fitri menarik tanganku, dan memasukan tanganku ke dalam celana panjangnya. Segera terasa bulu-bulu halus kemaluannya tersentuh oleh tanganku. Pelan-pelan kudorong tanganku ke bawah, menuju organ intimnya.
Segera terasa tanganku menyentuh vaginanya yang hangat dan basah. Montok kan punya gua?, begitu ungkap Fitri dikala tanganku mengelus lembut vaginanya. Segera kuiyakan pertanyaannya itu, padahal gw tidak dapat membedakan ibarat apa vagina yang tidak montok. Kuusap terus vaginanya, seraya desahan Fitri mengiringi gerakanku. Sssh.. Oh, Nala.
Baru kau pria yang dapat memperlakukanku dengan lembut di malam pertama, begitu terus desahnya. Tersanjung juga gw dipuji dirinya.Kami terus bercumbu hingga tak terasa dua jam malam pertama ini berlalu. Nala, kau jangan pulang dulu ya. Gw ingin dikelonin sama kamu.
Temani sebentar gw di hotel ya?, tanya Fitri kepada gw. Saat itu, gw agak takut. Takut gw tidak dapat menahan diri untuk tidak tidur dengannya di dikala malam pertama. Segera kuingat ajaran2 agama yang melarangku melakukannya. Namun tampaknya Fitri mengerti ketakutanku. Gw cuma minta dibelai kok. Tidak lebih. Ya, Nala?, tanyanya dengan mata memohon.
Berat sekali rasanya untuk mengiyakan permintaannya. Di satu sisi, gw takut sekali melanggar aliran agama. Lagipula, gw banyak kiprah yang malam itu harus kuselesaikan. Namun sisi kemanusiaanku menciptakan gw tidak tega menolaknya. Baiklah, tapi tidak lebih dari itu ya?, jawabku. Iya, gua kesepakatan deh, kata Fitri lagi.
Kami segera keluar dari ruangan, membayar ke kasir, dan meluncur ke sebuah hotel memakai mobilku. Fitri menjadi penunjuk jalan. Setelah membayar uang deposit di kasir hotel, kami segera melenggang ke dalam kamar.
Di dalam kamar, gw menyalakan televisi. Sejenak kami menikmati sebuah film. Tak usang kemudian, Fitri membentangkan tubuhnya di kamar tsb. Nala, sini dong, kata Fitri. Gw mengubah posisi duduk ku di ranjang mendekati Fitri.
Gw dalam posisi duduk, sementara Fitri sudah telentang. Nala, belai gw lagi ya, kata Fitri. Segera tanganku mengelus dahi Fitri. Kuelus-elus dahinya beberapa lama, turun ke pipi, kemudian ke rambutnya yang panjang.Fitri menikmati gerakanku sambil menutup mata.
Lalu kusandarkan tubuhku ke ranjang, kukecup lembut kening dan dahinya. Fitri membuka matanya, tersenyum. Lalu kucium kelopak matanya. Fitri benar-benar menikmati perlakuanku. Perlahan kukecup lembut bibirnya.
Gw hanya menyentuhkan bibirku di bibirnya. Namun segera Fitri menjerat bibirku di bibirnya. Dilumat bibirku dengan bergairah, sementara tangannya dengan besar lengan berkuasa memelukku. Kujulurkan lidahku untuk menyentuh bibir bawahnya, namun Fitri segera menghisap bibirku tersebut.
Segera kuarahkan ciumanku ke bab telinganya, dan kujilat bab dalam daun telinganya dengan lidahku.Fitri meronta-ronta dan mendesah. Aduh Nala, geli sekali. Teruskan Nala, katanya. Kucumbu Fitri terus di telinganya. Kemudian kuarahkan cumbuanku ke lehernya.
Fitri mendesah hebat. Ssshh.. sshh.. ohh, desah Fitri. Gw tidak dapat menahan diriku lagi. Fitri, boleh kubuka bajumu?, tanya gw pelan kepada Fitri. Fitri mengangguk, tersenyum. Perlahan-lahan kubuka kancing bajunya. Terlihatlah tubuhnya yang putih mulus, dengan bra berwarna biru. Kulanjutkan ciumanku di seputar payudaranya.
Tak lupa kukecup pelan ketiaknya yang higienis tanpa bulu. Fitri mengerang. Nala, buka BH gua dong, pinta Fitri. Segera kuarahkan tanganku ke punggungnya untuk membuka BHnya. Sulit sekali membuka BHnya. Maklum, belum pernah gw membuka BH wanita.
Setelah terbuka, pelan-pelan kutanggalkan BHnya. Segera tampak bukit indahnya yang putih bersih, tanpa cacat, dengan puting kecoklatan. Indah sekali, pikirku. Ingin sekali gw menciumnya. Kupindahkan BHnya dan bajunya ke meja supaya tidak kusut.
Lalu, pelan-pelan kubasahi buah dadanya dengan lidahku. Kuputar wajahku memutari tokednya. Fitri mendesah lagi. Gerakan itu terus kuulang beberapa kali, kemudian berpindah ke toked kanannya. Di sana kuulangi lagi gerakanku sebelum hasilnya lidahku datang di puncak tokednya.
Kubasahi putingnya dengan lidahku, kumain-mainkan, kukulum, dan kuhisap. Fitri mengerang-ngerang. Aduh, Nala..ssh..ssh.. geli sekali. Terus Nala… Sambil mengulum putingnya, pelan2 kuelus bab perutnya. Auw.. yummy Nala.., Fitri menekan wajahku ke dadanya. Kira-kira 15 menit Fitri kuperlakukan ibarat itu.
Nala, bukain celanaku dong.., pinta Fitri. Segera kubuka kancing celananya, dan kupelorotkan ke bawah. Terlihatlah pahanya yang putih bersih, dan kewanitaannya yang masih tertutupi Celana Dalam warna hitam. Masih mengulum putingnya, segera kuarahkan tanganku ke selangkangannya. Kuelus-elus perlahan.
Kugerakan tanganku dari dekat lututnya, terus bergerak bertahap ke arah pangkal pahanya.ohh.., rintih Fitri menahan kenikmatan yang kuberikan. Kuelus vaginanya yang masih tertutupi CD. Ternyata CD-nya sudah basah.
AGEN SBOBET, MAXBET DAN CASINO ONLINE
Kubelai pelan-pelan bab tersebut. Fitri meronta-ronta, dijepitnya tanganku dengan kedua belah pahanya. Oh.. ohh.. ronta Fitri. Gantian tangan Fitri yang masuk ke celana dalamku. Dipegangnya Kontolku, kemudian dikocok pelan-pelan. Uuh, nikmat sekali rasanya..
Nala, buka celana dalam gua.., pinta Fitri. Jangan Fitri, gua gak berani melaksanakan itu.. kata gw.Gw bukan bermaksud munafik, tapi gw memang benar-benar takut dikala itu, alasannya belum pernah melakukannya. Tak apa-apa, Nala, tidak usah dimasukin. Gua cuma minta diciumi aja, pinta Fitri memohon. Akhirnya kubuka celana dalam Fitri. Kunikmati pemandangan indah dihadapanku. Oh, indah sekali makhluk berjulukan perempuan ini, pikirku. Elus lagi, Nala.., pinta Fitri.
Perlahan-lahan, tanganku mulai mengelus bibir vaginanya yang sudah basah. Kuputar-putar jariku dengan lembut di sana. Lagi-lagi Fitri meronta. Ohh..ohh. Ke atas lagi Nala. Elus klitorisku, begitu desahnya perlahan. Gw tidak tahu persis di mana klitoris. Gw terus mengelus bibir vaginanya. Segera tangan Fitri membimbing tanganku ke klitorisnya.Baru sekali itu gw tahu bentuk klitoris.
Mungil dan menggemaskan. Dengan lembut kuputar-putar jariku di atas klitorisnya. Setiap 5 putaran, Fitri pribadi mengepit tanganku dengan pahanya. Sepertinya ia benar2 menikmati perlakuanku. Nala, tolong hisap klitorisku, yah?, pinta Fitri. Gw sedikit ragu, dan jijik. Pake tangan aja yah, Fitri.., gw berusaha menolak dengan halus. Tolong dong, Nala.
Sekali ini saja. Nanti gantian deh , pinta Fitri. Gw masih berat hati menghisapnya. Fitri, maaf ya. Tapi kan itu kemaluan. Apa nanti… Belum selesai gw bicara, Fitri segera memotongku. Kemaluanku higienis kok, Nala. Gw selalu memakai antiseptik. Tolong ya.. sebentar saja, kok, pinta Fitri lagi.Perlahan-lahan kudekatkan mulutku ke memeknya Fitri.
Ngewe dengan cewe anggun alasannya salah sms
Segera tercium aroma yang tidak dapat kugambarkan. Perlahan-lahan kujulurkan lidahku ke klitorisnya. Gw takut sekali kalau rasanya tidak yummy atau bau. Kukecap lidahku ke vaginanya. Ternyata tawar, tidak ada rasa apa-apa. Terus, Nala..ohh.. yummy sekali, desah Fitri. Kuulangi lagi, pelan-pelan. Lama-lama rasa takut dan jijikku hilang, malah berganti dengan gairah. Kuulang-ulang menjilati vaginanya. Fitri makin mendesah. ooh.. oohh.. ohh.. ohh.
Fitri menggenggam jari telunjukku, kemudian memasukkan ke dalam liang vaginanya. Kamu nanti tidak kesakitan?, tanyaku kepadanya. Ia menggeleng pelan. Lalu, kuputar-putar jariku di dalam vaginanya. Ahh.., Fitri menjerit kecil. Kuputar jariku tanpa menghentikan jilatanku ke vaginanya.Saat kuarahkan jariku ke langit-langit memeknya, terasa ada bab yang agak kasar. Kuelus pelan bab tersebut, berkali-kali. ‘Ya, terus di situ Nala.. ahh.. yummy sekali..
Kuteruskan untuk beberapa saat. Fitri makin membuka lebar-lebar pahanya. Tiba-tiba Fitri menggerakkan pantatnya ke atas dan bawah, berlawanan dengan arah jilatanku. Ah Nala.. gw mau keluaar.. erang Fitri. Fitri makin mempercepat gerakannya, dan tiba-tiba gerakan pantatnya ia hentikan, kemudian dikepitnya kepalagw dengan pahanya. Ahh.. Nala..gw keluar, desahnya. Segera kupeluk badan Fitri, dan kugenggam tangannya erat.
Kubiarkan Fitri menikmati orgasmenya. Setelah beberapa saat, kuelus-elus dahi dan rambutnya. Nala, yummy sekali, kata Fitri. Gw membisu saja.Sekarang gantian, ya, kata Fitri. Gw mengangguk pasrah, antara mau dan takut. Diputarnya tubuhku sehingga tubuhnya menindih tubuhku sekarang. Dibukanya celana dan celana dalamku. Malu sekali rasanya dikala itu. Segera kututupi Kontolku yang masih terduduk lemas.
Sepertinya Fitri mengerti perasaanku. Ia segera mematikan lampu kamar. Gw merasa lebih damai jadinya. Lalu, dibukanya pahagw yang menutupi Kontolku. Fitri segera meraba-raba Kontolku. Oh, geli sekali rasanya. Rasa geli itu membuatku secara refleks menggelinjang.
Fitri tertawa. Enak kan, Nala? tanyanya menggodagw. Sial nih orang, pikirku. Dikerjain gua. Mau diterusin gak, Nala? tanya Fitri sambil menarik hati lagi. Gw hanya mengangguk.Saat itu Kontolku belum berdiri. Aneh sekali. Padahal biasanya kalo melihat adegan yg sedikit porno, punyagw pribadi keras.
Akhirnya Fitri mendekatkan mulutnya ke Kontolku. Dikecupnya ujung Kontolku perlahan. Ada getaran dashyat dalam diriku dikala kecupannya mendarat di sana. Nala, punya kau enak. Bersih dan terawat, ujar Fitri. Geer juga gw dipuji begitu.
Dipegangnya gagang Kontolku, kemudian Fitri mulai menjilati Kontolku. Ya ampun, pikirku. Geli sekali.. Secara reflek gw meronta, melepaskan Kontolku dari lisan Fitri. Kenapa, Nala?, tanya Fitri. Gua gak tahan. Geli banget, sih?, katagw protes. Ya udah, pelan-pelan aja, ya?, kata Fitri. Gw mengangguk lagi. Fitri mulai memperlambat tempo permainannya.
Rasa geli masih menjalari tubuhku, tapi dengan diikuti rasa nyaman.Kuperhatikan Fitri menjilati Kontolku, tak terasa Kontolku segera mengeras. Fitri bahagia sekali melihatnya. Segera dilahap kembali Kontolku itu, kali ini sambil dikocok-kocok dengan tangannya.
Sekali lagi gw disiksanya dengan rasa geli yang amat sangat. Kunikmati permainannya, tak terkira nikmatnya. Ya ampun, gres sekali ini kurasakan kenikmatan malam pertama yang tiada tara ibarat ini. Ah.., tak kuasa gw menahan desahanku. Nala, kumasukan ya punyamu?, tanya Fitri. Nanti kau sakit, gak?, tanyagw. Gw sudah tak dapat menguasai diri lagi.
Ingin sekali rasanya Kontolku dikepit oleh vaginanya. Ya, kalau gw yang ngontrol sih, gak sakit, kata Fitri. Ya udah, kau yang di atas aja, katagw kepadanya.Fitri segera mengubah posisi tubuhnya. Ia kangkangkan pahanya di atas tubuhku, kemudian pelan-pelan dibimbingnya Kontolku menuju liang Kontolnya.
Ditekannya sedikit, masuklah sedikit ujung Kontolku ke dalam. Terasa sedikit lembap dan licin kemaluannya. Didiamkan punyagw di sana utk beberapa saat. Gw membisu menunggu. Lalu ditekannya sedikit lagi. Kali ini punyagw masuk lebih dalam dan makin terasa cairan pelicin kemaluannya.
Sudah sepertiga dari panjang Kontolku yang berada dalam vaginanya. Dia diamkan lagi Kontolku di sana beberapa saat. Ia sedikit mengernyit. Sakit?, kutanya. Iya, tapi gak apa2. , jawab Fitri. Kemudian ia mendorong Kontolku makin dalam, hingga hasilnya semua Kontolku tertelan di dalam vaginanya. Terasa lembap dan hangat vaginanya. Nikmat dan geli sekali rasanya. Setelah beberapa saat, Fitri mulai menggerakkan pinggulnya naik dan turun.
Ahh.. yummy sekali menikmati Kontolku terjepit dalam vagina Fitri. Gerakan pantat Fitri menciptakan Kontolku terkocok, dan segera gw mencicipi kenikmatan yang tiada tara. Fitri pun seperti begitu. Ohh.. ohh.. ohh.. ohh, Fitri mengerang-ngerang.
Fitri terus menggerakan pinggulnya naik dan turun selama beberapa dikala dengan diiringi desahan. Tiba-tiba ia berhenti. Entah mengapa tiba-tiba ada perasaan kesal dalam diriku. Namun, ternyata Fitri tidak berhenti begitu saja.
Kini pinggulnya digerakan tidak naik-turun lagi, tapi maju mundur, dan terkadang berputar. Sepertinya Fitri sangat menikmati gerakan malam pertama ini, terbukti erangannya semakin sering. Ah.. ah.. ahh.. ahh.., desahnya terus, tanpa henti. Kuremas dengan lembut toket nya, Fitri makin merintih. Sssh.. ssh.. sshh.. yummy sekali malam pertama ini.
Makin usang gerakan Fitri makin cepat. Nala, gw mau keluar lagi, Nala.. rintihnya. Gw pun merasa Kontolku berdenyut kencang. Fitri, tolong lepaskan, gw mau keluar, katagw. Gw takut sekali kalau hingga Fitri hamil. Tapi Fitri tidak mau melepaskan Kontolku.
Ditekannya besar lengan berkuasa tanganku dengan kedua tangannya sehingga gw tidak dapat melepaskan diri darinya. Tiba-tiba kurasa Kontolku menyemburkan cairan besar lengan berkuasa di dalam vaginanya. Aduh, Fitri, jangan.. nanti kau hamil.., teriakku, sesaat sebelum cairanku keluar. Tapi semua sudah terlambat. Semua cairanku sudah keluar dalam vaginanya.
Nikmat sekali malam pertama ini, namun terasa lemas tubuhku sesudahnya. Segera otot-otot Kontolku mengerut, dan menjadi kecil kembali.Fitri dengan kecewa melepaskan Kontolku. Fitri, kalo kau hamil gimana, tanyagw dengan setengah takut. Tenang aja, Nala. Gua pake alat kontrasepsi kok. Kamu gak perlu takut, ya?, kata Fitri menenangkan diriku. Kemudian, Fitri segera memijat-mijt Kontolku. Dielus, dan di kulum lagi ibarat tadi.
Tak lama, Kontolku segera mengejang lagi. Segera Kontolku dimasukan lagi oleh Fitri ke vaginanya. Kembali Fitri melaksanakan gerakan maju mundur tadi. ohh.. ohh.. ohh.. oohh, erangnya. Kuremas lembut toked nya. Ssshh.. sshh.. sshh, begitu terus rintihannya.
Selama beberapa dikala Fitri mengocok Kontolku dengan vaginanya, hingga hasilnya ia berteriak. Nala, gw hampir keluar, desah Fitri. Segera Fitri mempercepat gerakannya. Gw pun membantunya dengan menggerakan pinggulku berlawanan dengan arah gerakannya.
Ahh.. Nala, gw keluar, desahnya agak keras. Sejenak ia menikmati orgasme malam pertama nya, sebelum rubuh ke dalam pelukanku. Kubiarkan ia menikmati orgasmenya, kuelus rambutnya, dan kukecup keningnya. Kami berpelukan, dan tidur bugil sampai pagi hari.
Alangkah Indahnya Hidup ini dibentuk oleh fitri dan gw tak akan pernah melupakan kenangan terindah di malam pertama bersama fitri walaupun kini gw gat au kabarnya si Fitri



