Menikmati Tubuh Janda, Tak Lain Sekertarisku Sendiri

Sehubungan dengan sekretarisku yang megundurkan diri sebab menikah, saya meminta potongan kepegawaian untuk mencarikan sekretaris untukku. Untuk menghemat keuangan perusahaan, saya minta dicarikan dari internal perusahaan saja. Dari potongan lain yang berminat untuk menjadi sekretaris.

Diantara beberapa karyawan yang ditawarkan padaku, ada satu yang menarik perhatianku. Namanya Evi, staf potongan administrasi, umurnya 30 tahun yang berarti 5 tahun di bawah umurku. Dari hasil interview dengannya, saya rasa beliau memenuhi semua kriteria yang saya inginkan. Orangnya smart, wajahnya anggun dan yang membikin saya tertarik padanya yakni bentuk tubuhnya yang bahenol. Tubuh potongan atasnya menonjol oleh sepasang payudara yang cukup besar, sementara tubuh potongan bawahnya tampak pantanya yang lingkaran dan besar. Sungguh bentuk tubuh yang begitu menawan yang sanggup mebangkitkan gelora birah bagi setiap lelaki yang memandangnya. 

Pada awalnya Evi merasa canggung sehingga sering sekali berbuat salah dan merasa kurang nyaman bila harus menghadap aku. Mungkin salah satu yang membuatnya kurang nyaman yakni tatapan mataku yang sangat tajam dan terkadang ibarat sedang menelanjangi tubuh indahnya. Karena memang saya sangat terpesona dengan bentuk tubuhnya yang molek tersebut. Namun berkat keramahan, ketelatenan serta kesabaranku dalam membimbing dia, kini beliau sudah tidak canggung lagi dan hubunganku dengannya juga semakin dekat. 

Evi termasuk tipikal orang yang cerdas sehingga dalam waktu singkat apa yang saya ajarkan sanggup beliau kuasai. Dan dengan cepat pula beliau sanggup mengetahui dan menyesuaikan dengan kebiasaanku. Hingga alhasil beliau sanggup saya andalkan untuk mengatur aktivitas kerjaku dan menyiapkan segala sesuatu yang saya butuhkan berkaitan dengan pekerjaanku. Dan sebab kepandaiannya tersebut dan prestasi kerjanya yang bagus, saya tidak ragu mempromosikannya sehingga gajinya naik hampir dua kali lipat. Sejak mendapat promosi tersebut, ada satu perubahan yang Evi alami yaitu beliau berusaha tampil lebih menarik setiap hari untukku. Hal itu menciptakan saya menjadi semakin betah berada didekatnya.

Hubunganku dengan Evi semakin usang semakin dekat dan dekat. Kini Evi mulai berani curhat wacana kehidupan pribadinya kepadaku. Mulai dari pengalamannya sebelum bekerja ditempatku hingga urusan rumah tangganya. Bahkan hingga dilema kehidupan seksualnya dengan matan suaminya tanpa ragu beliau ceritakan kepadaku. Dari oborlan tersebut alhasil saya mengetahui bila Evi seorang janda dengan satu anak. Mantan suaminya seorang pilot yang meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat terbang. 

Setelah dekat dan mengetahui latar belakang kehidupannya terutama dilema kehidupan seksualnya, saya tahu Evi tipikal perempuan yang memiliki libido seksual tinggi. Hal tersebut menciptakan saya jadi terobsesi untuk sanggup meniduri sekretaris baruku tersebut. Aku membayangkan alangkah nikmatnya seandainya saya sanggup meniduri Evi, sanggup menikmati tubuh sekretarisku yang molek yang cukup menarik bagiku walaupun beliau sudah tidak muda lagi dan bukan gadis perawan.

Akhirnya kesempatan untuk mewujudkan keinginan itu terjadi.

Aku ditugaskan oleh kantorku untuk bertemu klien di Bandung. Karena banyak yang harus saya persiapkan dalam pertemuan tersebut maka saya putuskan untuk mengajak Evi dalam kiprah tersebut.

Kami menginap disebuah hotel bintang lima. Sebenarnya saya ingin pesan satu kamar saja supaya saya sanggup berduaan sekamar dengan Evi, namun sebab sebelumnya saya belum mengkonfirmasi keinginanku tersebut kepada Evi saya tidak yakin bila Evi akan menyetujui keinginanku tersebut. Akhirnya saya putuskan untuk memesan dua kamar namun yang ada pintu penghubung antar kamar. Awalnya Evi ragu namun sesudah saya jelaskan alasannya supaya sewaktu-waktu saya butuh dirinya tinggal ketok pintu penghubung gak perlu keluar kamar. Begitu juga bila beliau butuh konsultasi hasil kerjanya denganku tinggal masuk melalui pintu penghubung tersebut. Dan supaya lebih menyakinkan Evi maka kunci pintu penghubung saya minta supaya Evi yang menyimpan. 

Hari pertama aktivitas meeting benar-benar padat. Meeting berlangsung dari pagi hingga malam. Hal itu menciptakan saya capek sekali. Begitu selesai meeting saya minta Evi supaya jangan lupa menyiapkan materi buat besok pagi. Sementara sebab kondisiku yang agak kurang fit hari itu, begitu tiba di kamar saya eksklusif tidur.

Hal serupa juga terjadi pada hari kedua meeting dengan klienku. Agenda pada hari kedua juga masih padat. Sehingga menguras banyak stamina dan pikiran. Baru pada hari ketiga yang merupakan hari terakhir aktivitas meeting tidak terlalu padat. Hanya menciptakan resume hasil meeting yang akan ditandatangani keduabelah pihak. Akhirnya tepat pukul 13.00 meeting selesai.

Selesai meeting, saya santai didalam kamar hotel. Tiba2 pintu penghubung antara kamarlu dan kamar Evi terbuka, Evi mengetuk pintu dan wajahnya yang manis nongol dari balik pintu.

"Pak boleh saya masuk?" Tanya Evi dengan sopan.

"Eh... kau Vi. Masuk aja." kataku. Aku sangat terkejut begitu Evi sudah ada didalam kamarku. Dia menggunakan gaun kanal yang sangat ketat sehingga walaupun seluruh tubuhnya tertutup namun lekuk2 tubuhnya yang menawan itu tercetak dengan jelas. 

"Kenapa, Pak? Ada yang salah dengan Evi hingga Bapak tidak berkedip gitu melihat Evi." kata Evi sambil tersenyum, seperti beliau tahu saya terpesona melihat tubuhnya yang molek tersebut.

"Lagi ngapain Pak?, kayaknya dari tadi serius banget liatin Tab-nya?" tanya Evi.

"Biasa lihat2 info di twitter dan update status FB" jawabku santai.

"Kirain..., biasanya sih pemuda bila lagi asyik dengan Tab-nya gak jauh2 dari lihat foto2 telanjang cewek atau lihat video porno" ujar Evi sambil duduk ditepi daerah tidur. Aku sempat melirik belahan payudaranya yang besar tersebut.

"Kalau itu sih banyak Vi di laptop aku" kataku.

"Ah yang bener Pak, Evi mau liat dong... itung2 buat refreshing" kata Evi.

"Serius nih, bila mau saya nyalain laptopku." Aku mencoba memancing keseriusan Evi. 

Evi mengangguk malu. Aku buka Video XXX Jepang berformat MP4.

"Kesempatan nih untuk merangsang libido seksual Evi sehingga nantinya saya sanggup menyetubuhi dirinya sesuai keinginanku selama ini." Gumanku dalam hati. Setelah beberapa usang Video saya putar, tiba2 Evi berkomentar,

"Ihhh... Kon tol cowoknya gede banget Pak" seru Evi.
Aku kaget dengan perkataan Evi tersebut sehingga saya menoleh ke araknya. 

"Maaf pak, Evi kelepasan ngomong jorok..." kata Evi sambil membekap mulutnya sendiri, dikala melihat saya menoleh ke arahnya.

Namun komentar tersebut tidak saya tanggapi. Aku kembali membaca Twitter dan FB ku namun sebetulnya saya sudah tidak konsen lagi. Aku sudah tidak sabar untuk cepat2 menyetubuhi tubuh molek Evi.

"Kayaknya Evi sudah mulai terangsang. Dia sudah tidak malu2 lagi menyebut kata kon tol secara terus terang. Tinggal menunggu waktu nih, saya akan sanggup menyetubuhinya." kataku dalam hati. 

Setelah berjalan beberapa menit, saya melihat kea rah Evi yang sedang menikmati adegan demi adegan yang ada dalam video tersebut. Kemudian saya mendekatinya.

"Kamu pernah posisi gitu ga Vi?" tanyaku dikala melihat adegan doggy style di video tersebut. 

Evi menggelengkan kepala, "Gak pernah Pak, semenjak nikah seks kami biasa saja, bahkan Evi jarang digauli Pak. Mantan suami Evi kan pilot pak, jadi jarang ketemunya. Setiap ketemu cita-cita Evi sanggup melampiaskan dahaga seksual Evi dan mendapat kepuasan biologis sebab jarang digauli tapi ternyata mantan suami Evi tidak bisa memberi kepuasan yang Evi inginkan. Padahal sebetulnya nafsu sek Evi itu tinggi Pak..." lanjut Evi sambil matanya tidak berkedip melihat adegan demi adegan dilayar Laptopku. 

"Gimana rasanya ya bila me2k di isep kayak tadi....." tiba2 tanpa sadar Evi berbicara.

"Kalau Evi mau ngerasain me2knya di isep, saya mau kok ngisep me2k Evi?" candaku.

"Emang Bapak mau ngisep me2k Evi?" tanya Evi yang tampaknya birahinya sudah semakin tinggi.

Tanpa menjawab pertanyaan Evi, saya eksklusif melumat bibirnya. Mulanya Evi kaget, namun alhasil beliau membalas ciumanku.

Evi benar-benar sudah dikuasai nafsu birahinya. Saat ini beliau ingin menyalurkan gejolak birahinya yang selama ini terpendam. Sekaranglah saatnya baginya untuk melampiaskan nafsu seksnya yang begitu menggelora yang tidak tersalurkan sepeninggal suaminya. Evi sudah tidak memperdulikan lagi bahwa yang sedang melumat bibirnya yakni aku, yang tidak lain yakni Bosnya. Saat ini kesempatan baginya melampiaskan nafsu seksnya yang tinggi tersebut dan bagiku dikala ini yakni dikala yang tepat untuk mewujudkan keinginanku menyetubuhi Evi yang sudah usang saya pendam.

Evi melepaskan bibirnya dari lumatan bibirku. Lalu beliau berdiri melepaskan gaunnya hingga tinggal mengenakan CD dan BH saja. CD Evi model bikini yang tipis dan minim, sehingga semuanya terlihat dengan jelas. Pantatnya yang molek terlihat lingkaran dan mulus sedangkan potongan depannya tampak bukit me2knya yang tembem dihiasi bulu2 jembut yang cukup lebat hingga sebagian keluar dari samping kanan dan kiri serta atas CD Evi. Dibagian dada, BH yang dikenakan Evi tak sanggup menampung sepasang payudaranya yang cukup besar. 

Begitu menyaksikan tubuh montok Evi yang hanya mengenakan CD dan BH tersebut, akupun segera melepas pakaian yang saya kenakan hingga saya tinggal mengenakan CD yang membungkus kon tolku yang besar. Bagian depan CDku tampak menyembul akhir kon tolku yang mulai tegang melihat tubuh Evi yang seksi tersebut.

Sesaat Evi melirik ke arah depan CDku yang tampak menyembul besar menyembunyikan batang kon tolku di dalamnya. Melihat hal itu, Evi mencicipi 1tilnya berdenyut-denyut dan liang me2knya terasa mulai berair oleh cairan akhir rangsangan birahi yang menderanya. Dengan nafsu yang berkobar-kobar Evi memeluk erat tubuhku. Dengan ganas bibirnya kembali mencium bibirku. 

Dengan tidak kalah ganasnya saya membalas pagutan bibir Evi dan memilin-milin pengecap Evi didalam mulutku. Kemudian tangan Evi masuk ke dalam CDku, dan menemukan batang kon tol yang besar. Perlahan tangan Evi mulai mengocok batang kon tolku. Sehingga beliau mencicipi denyut-denyut batang kon tolku yang perlahan-lahan mulai tegak berdiri. Evi semakin tak kuasa menghadapi kenyataan tersebut. Me2knya semakin terasa gatal dan denyutan cairan kental dan licin semakin memenuhi seluruh rongga yang ada di dalam liang me2knya. Evi melepas bibirnya dari pagutan bibirku, kemudian jongkok tepat didepan selangkanganku. Diplorotkannya CD yang membungkus kon tolku. Dengan berpegangan pada bahu Evi saya mengangkat sebelah kakiku sehingga CDku terlepas dan jatuh dilantai. Kemudian Begitu CDku telah copot, batang kon tolku yang sudah tegang semenjak tadi eksklusif meloncat keluar.

"Eesstt... uukhh... Paaak... gede banget kon tolnya. Evi pingin dipuasin dengan kon tol bapak yang gede ini..." desah Evi ketika rangsangan birahinya semakin tinggi dikala melihat batang kon tolku yang panjang besar dan bengkok itu telah tegak dan keras. Dikocoknya dengan lebut batang kon tolku sehingga batang kon tolku semakin keras dan tegak.

Tiba2 Evi bangun dari posisi jongkoknya. Dengan cepat Evi mencopot BH dan CD yang masih menempel ditubuhnya. Kemudian dengan keadaan telanjang bulat, Evi merebahkan tubuh bahenolnya di daerah tidur. Tubuh molek Evi yang selama ini hanya sanggup saya nikmati dalam balutan pakaian seksinya kini sanggup saya nikmati dalam keadaan telanjang lingkaran tanpa sehelai kain yang menutupinya. Pada potongan me2k hingga sebatas pusarnya, bulu2 jembut yang hitam dan keriting tumbuh lebat sehingga menutupi bukit me2knya yang tembem tersebut. Sementara di dadanya menggantung indah sepasang payudara besar yang dihiasi puting yang berwama kecoklatan. 

Aku menelan air ludah, menahan nafsu yang membara. Begitupun Evi. Tubuhnya bergetar dan jantungnya berdegub kencang mengguncang dadanya. Saat kedua tangan Evi menyibakkan bulu2 jembut yang menutupi me2knya tersebut, tampak permukaan bibir me2knya yang tebal dan 1tilnya yang tampak menonjol telah berair oleh cairan yang keluar dari liang me2knya akhir rangsangan birahinya. 

Evi membuka kedua belah kakinya lebar-lebar sehingga isi di dalam me2knya semakin tampak terang olehku. Aku menelan air ludah menahan nafsu ketika melihat isi di dalam me2k Evi yang tampak berkilat dan berwarna kemerahan. Degub jantungku semakin kencang, tubuhku gemetaran dikala pandangan mataku menatap ke arah lubang me2k Evi yang tampak menganga diantara lebatnya bulu2 jembut yang menutupi me2k tembemnya tersebut. 

Tampaknya Evi ingin supaya saya segera mengoral me2knya. Namun saya tidak eksklusif mengoral me2knya, saya ingin memperlihatkan rangsangan yang maksimak pada Evi, sehingga beliau sanggup benar-benar mencicipi kenikmatan dan kepuasan seksual dikala ML bersamaku. Dengan lembut saya kecup bibir Evi sambil kedua telapak tanganku bergerak meraba-raba payudaranya yang besar. Akibat aksiku tersebut, tubuh Evi menggelinjang hebat mencicipi sentuhan lembut di tubuh potongan atasnya. Mulut Evi mendesah. Kepalanya mendongak ke atas. Kedua matanya terpejam. Kedua payudara Evi bergerak-gerak disaat tubuhnya menggeliat-geliat eratis, sehingga menciptakan saya semakin terangsang. Lalu perlahan-lahan saya mendekatkan bibirku ke payudara kiri Evi. Dengan lembut ujung lidahku mengulasi puting payudara Evi yang mencuat ke atas tersebut dan kemudian puting payudara yang tampak merah agak kecoklatan itu saya lumat dan saya hisap-hisap.

"Ooouuww... uukhh... eesstss... aduh Paaakkk... ssshhh... geliiiii... Paaaaakk... ssshhh..." terdengar erangan manja dari lisan Evi. Tanpa memperdulikan bunyi erangan tersebut, selesai menjilat, melumat serta menghisap puting payudara potongan kiri, mulutku pindah ke puting payudara sebelah kanan sambil tanganku meremas-remas payudara kirinya sehingga tubuh Evi semakin menggeliat-geliat menahan nikmat yang luar biasa.

"Oooooohhh Paaaaaakkk... enaaak bangeeet Paaaakk... oooouuhhh... teruuus Paaaaakk..." bunyi rintihan Evi menikmati aksiku pada payudaranya. 

Puas bermain dengan payudara Evi, cumbuanku mulai merambat turun. Hingga alhasil wajahku tepat berada diselangkangan Evi. Kemudian saya eksklusif mendekatkan mulutku ke permukaan bibir me2k Evi. Semerbak bau harum me2k Evi seketika tercium olehku. Setelah bibirku dekat dengan permukaan bibir me2k Evi, sambil menyibakkan bulu2 jembut yang menutupi belahan bibir me2k Evi, perlahan-lahan saya mengeluarkan ujung lidahku. Dengan perlahan belahan bibir me2k Evi itu saya ulas-ulas dengan ujung lidahku. Jilatan lidahku semakin merambat ke atas kearah 1til Evi dan begitu 1tilnya tersentuh ujung lidahku, seketika itu pula Evi memegang kepalaku sambil merintih mencicipi kenikmatan yang luar biasa. Aku terus menggesekkan lidahku di atas 1til Evi sehingga 1til tersebut makin usang makin membengkak dan keras. Karena mencicipi nikmat yang luar biasa tersebut tanpa terasa Evi menggoyangkan pantatnya, kadang beliau angkat, kadang beliau goyang ke kiri dan ke kanan. Kemudian saya melaksanakan sedotan kecil di 1til Evi kemudian 1til tersebut kupermainkan kembali dengan ujung lidahku. Akibat agresi sedot dan jilat yang saya lakukan pada 1tilnya, menciptakan kenikmatan yang Evi dapatkan menjadi semakin luar biasa, gerakannya makin tak terkendali. Evi mengangkat pantatnya tingi2 sehingga bibir me2knya menempel erat di bibirku.

"Oooowwwww... eeessstss... Paaak... aduh... Paaaakkk... enaaaaakkk..." desah Evi. Tubuhnya ketika itu serasa terguyur air yang menyejukkan dan sejuta perasaan nikmat menyelubungi tubuhnya. Dengan gemas saya terus mengulas-ulas ujung lidahku di belahan bibir me2k Evi. Cairan kental dan agak licin kian menguncur dari pelupuk liang me2k Evi menciptakan me2k Evi menjadi semakin becek.

Namun saya tidak perduli. Aku mau menciptakan Evi orgasme terlebih dahulu, sebab itu pengecap dan wajahku kujauhkan dari me2knya. Ketika saya melihat lubang me2k Evi telah berair oleh cairan kental dan agak licin yang bercampur dengan air liurku, perlahan-lahan jari tengah tangan kananku bergerak masuk mengulas-ulas potongan dalam me2k Evi yang mengkilat berair dan berwarna kemerahan. Di dikala ujung jari tanganku menyentuh benda lembut dan licin didalam liang me2k Evi, tiba2 dinding2 liang me2k Evi seperti menjepit erat jari2 tanganku tersebut dan berdenyut-denyut. Jari tanganku serasa dipijat dan diisep didalam liang me2k Evi. Sambil ujung lidahku menjilati 1til Evi, jari tanganku perlahan-lahan keluar masuk di liang me2k Evi. Gerakan jari tanganku di me2k Evi yang berair itu hingga menjadikan bunyi crreek... crrreeek... crrreeek... creek... crrreeek... 

Aku semakin mempercepat kocokan jari-jariku di me2k Evi, sambil terus menjilat dan mengenyot 1til Evi. Sesekali mataku melirik ke wajah Evi. Mata Evi merem-melek, sementara keningnya berkerut-kerut menahan nikmat.

Crrreek... Crrreeek... Crreek... Crek... Crek... Crok... Crok... Suara yang keluar dari kocokan jariku di me2k Evi semakin terdengar keras. Aku mempertahankan kocokan tersebut. Untuk menambah rangsangan pada diri Evi, sambil terus mengocok liang me2k Evi dengan jariku, tanganku yang lain meremas-remas payudara Evi. Hal tersebut semakin menciptakan birahi Evi tambah memuncak. Tubuhnya semakin bergetar. Aksi yang saya lakukan tersebut semakin menciptakan Evi mencicipi nikmat yang sangat luar biasa.

"Ouughhhh... Paaaaakkk... eenaaaakkk... aakkkuuu mau kelluaarr..." rintih Evi. Tubuhnya menggeliat-liat. Menyadari hal tersebut saya semakin mempercepat kocokan jariku di liang me2k Evi. 

"Ssshhh... aagghhhh... Paaaakkkk... aakkkuuuu keluaaaarrrr...!!!" pekik Evi pinggulnya yang amat aduhai itu menggial ke kiri dan ke kanan.

Ssssrr... sssrrrr... ssssrrrr... me2k Evi memuntahkan lahar kenikmatannya. 
Tubuhnya mengejang, saya mencicipi hangatnya air kenikmatan Evi yang membasahi jari tanganku.

Beberapa detik kemudian Evi terbaring lemas di atas daerah tidur. Matanya memejam rapat. Tampaknya beliau gres saja mengalami orgasme yang begitu hebat. Kocokan jari tanganku di me2knya pun kuhentikan. Kubiarkan jariku tertanam dalam me2knya hingga jepitan dinding me2knya terasa lemah. Setelah lemah. jari tanganku kucabut dari me2knya. Dengan bergantian saya dan Evi menjilati cairan yang membasahi jari tanganku tersebut.

Setelah istirahat beberapa dikala sambil menikmati orgasmenya, kemudian Evi berdiri dari tidurnya. Tubuhku didorongnya sehingga posisiku jadi terlentang. Evi duduk di antara selangkanganku, kemudian digenggamnya batang kon tolku yang telah ngaceng itu dengan telapak tangannya. Perlahan-¬lahan Evi merundukkan tubuhnya sehingga kini mulutnya tepat berada di depan batang kon tolku. 

"Evi isep kon tolnya ya pak... Evi mau ngerasain kon tol bapak yang super gede ini! Gedenya jauh melebihi kon tol mantan suamiku..." kata Evi sambil tangan kirinya menggenggam batang kon tolku dan tangan kanannya mengusap-usap biji pelirku.

Kemudian sluppp..... batang kon tolku masuk kedalam lisan Evi yang hangat. Batang kon tolku dikulum dan diisep-isep didalam lisan Evi. Sesekali Evi menjilati kepala kon tolku dengan ujung lidahnya. Mulut Evi yang mungil tersebut hanya bisa menampung setengah dari batang kon tolku. Kepala Evi mengangguk-angguk mengeluar-masukkan batang kon tolku di mulutnya. 

"Oooww... aaakhh... Viii... ssssshhh..... Enak sekali Viiii..." bunyi desahku sambil menggeliat seraya mengangkat kepalaku menghadap langit-langit kamar. Bukan main nikmat yang saya rasakan dikala itu. 

Evi mengeluarkan batang kon tolku dari dalam mulutnya. Digenggamnya batang kon tolku kemudian dengan bibirnya yang mungil itu, Evi menjilati dan melumat kepala kon tolku yang besar tersebut. Perlahan-lahan jilatan ujung pengecap Evi turun dari potongan atas batang kon tolku ke potongan bawah. Evi menyapu higienis setiap jengkal potongan batang kon tolku dengan ujung lidahnya. 

Setelah beberapa dikala lamanya, setiap potongan batang kon tolku sudah terjilat oleh ujung pengecap Evi. Batang kon tolku tampak higienis dan mengkilat sebab berair oleh air ludah Evi. Kemudian sambil telapak tangannya mengurut-urut batang kon tolku, Evi menjilati kedua biji pelirku. Hal itu yang menciptakan saya semakin menggeliat hebat. 

"Oughhh..... sssshhhh..... enakh..... Viii..." ¬aku melenguh dengan mata terpejam menikmati agresi lisan dan tangan Evi pada kon tolku.

Cukup usang Evi melaksanakan jilatan-jilatan lidahnya pada kon tolku. Aku semakin menggeliat-geliat hebat sebab menahan rangsangan yang semakin meninggi. 

Evi menghentikan aksinya. Kemudian Evi kembali telentang di atas ranjang dengan kedua belah pahanya direntangkannya lebar-lebar sehingga potongan bibir me2knya itu tampak terkuak memperlihatkan isi di dalamnya yang berwama kemerahan dan berkilat. 

"Pak..... Evi sudah ga tahan, masukin aja kon tolnya Pak....." pinta Evi.

Tanpa banyak pikir, saya mengambil posisi berada diantara kedua paha Evi. Kedua kaki Evi saya letakkan di atas pundakku. Sebelum saya memasukkan kon tolku kedalam me2k Evi, saya menempelkan dan menggesek-gesekkan ujung kepala kon tolku pada 1til Evi yang berada tepat di atas bibir me2knya. Tampak 1til Evi sudah sedemikian bengkaknya. Evi mencicipi sensasi yang begitu nikmat yang belum pernah beliau rasakan. 

"Oooh..., Paaaak! Cepat masukin kon tolnya Pak! Buruan entoti Evi... Evi udah nggak tahan lagi pingin dientot....." Evi sudah tak bisa tahan lagi ingin segera disetubuhi olehku. Me2knya yang sudah usang tidak dimasukin kon tol lelaki, sudah sangat gatal pingin digaruk dengan kon tolku.

Perlahan saya mendorong pantatku, sehingga kepala kon tolkupun perlahan mulai membelah celah diantara bibir me2k Evi dan perlahan masuk kedalam liang me2knya. Evi menaikkan pantatnya ke atas menyambut kon tolku sambil tangannya menekan pantatku sehingga batang kon tolku sanggup masuk dalam me2knya dengan sempurna.

"Auuuu paaaak... sakit pakk... pelan-pelan pak... Aaarrrghhh...!!!" Evi menjerit ketika batang kon tolku yang besar itu menembus liang me2knya. Beberapa detik Evi tidak bergerak. Evi merasa liang me2knya penuh sesak dan perih, liang me2knya belum menyesuaikan diri dengan ukuran kon tolku yang besar dan panjang bila dibandingkan dengan milik suaminya ditambah lagi liang me2knya sudah usang tidak kemasukkan batang kon tol. Setelah kon tolku tertanam beberapa dikala di dalam liang me2knya, rasa perih yang Evi rasakan perlahan bermetamorfosis rasa nikmat.

"Ooouuww... aoukhhh... eessstts... lezat Pak!" lenguh Evi dengan mata terpejam-pejam dan kepala mendongak menghadap ke atas.

"Ayo, Vi! Goyangkan pantatmu!" perintahku. Evi menuruti perintahkuku. Evi mencoba untuk mengikuti irama dan gerakan-gerakan nikmat yang saya lakukan. Dan efeknya sungguh luar biasa, dikala kon tolku menggesek potongan dalam lubang me2k Evi yang licin dan nikmat tersebut kurasakan kedutan-kedutan didalam me2k Evi. Batang kon tolku serasa dipijit-pijit dan disedot-sedot didalam me2k Evi. 

"Uuukhh... Viii... Ya begitu!!! Terus goyangkan pantatmu!!! Ssshhh... ooohh..." desahku dengan mata terpejam-pejam menikmati empotan me2k Evi.

Evipun juga menikmati bacokan mantap batang kon tolku. Bahkan beliau memeluk tubuh kekarku dengan erat. Seolah tak ingin berhenti dari permainan nikmat ini.

"Ouughhh... Paakkk... teeruusss... tusuk lebih dalam lagi... aaggghhhh... Paakkk... puaskan Evi dengan kon tol gede Bapak...... ssshhhh... aaaaahhhh..." Evi mengerang kenikmatan menikmati bacokan batang kon tolku yang terus masuk ke lubang senggamanya.

Kudorong pinggulku ke bawah dan terus ke bawah sehingga bleeeesss... kon tolku masuk semua kedalam me2k Evi. Sampai bulu kemaluan kami saling beradu, sedangkan kedua belah mata kami terpejam mencicipi kenikmatan luar biasa yang sama2 kami rasakan.

"Ooohh... Pak... Ssstt... lezat Pak... rasanya me2k Evi penuh banget. Kon tol bapak mentok didalam me2k Evi" erang Evi dikala kon tolku sudah amblas masuk seluruhnya kedalam me2knya. Evi mencicipi nikmat yang sungguh luar biasa. Baru kali ini ia mencicipi batang kon tol yang besar dan panjang bukan main sehingga menciptakan dirinya seakan¬-akan tengah berada di awang-awang.

"Ooooh... Viiii jepitan me2kmu nikmat sekali... aaaahhhh..." saya mendesis-desis mencicipi jepitan dinding2 didalam lubang senggama Evi ketika kon tolku tertancap amblas di lubang me2knya. Kon tolku serasa dipijit-pijit dan disedot-sedot didalam lubang tersebut. 

Perlahan-lahan saya menarik kon tolku sebatas potongan kepalaya, kemudian perlahan-lahan saya menekan pantatku lagi hingga batang kon tolku amblas lagi didalam me2k Evi. Kemudian saya tarik lagi kemudian saya tekan lagi. Begitu berulang-ulang. Awalnya perlahan-lahan kemudian semakin usang semakin cepat.

Keadaan lubang me2k Evi sudah sangat berair oleh cairan pelumas yang selalu menguncur deras dari dalam me2knya. Semakin tergesek lubang me2knya oleh batang kon tolku, semakin banyak pula menguncur cairan tersebut sehingga memperlancar gerakan keluar masuknya kon tolku di dalam lubang me2knya.

Cleb... Cleb... Cleb... decak bunyi pergesekan kelamin kami berdua seperti turut bersenandung diantara desah nafsu birahi kami berdua yang semakin meniti naik ke puncak. Suara decak itu seperti memperlihatkan semangat dan spirit untuk kian melaju menuju puncak orgasme. Hingga akhirnya, 

"Ouughhh... Paaaakkk... aaaakkkkuuu... kkeeelluuarrr...!!!" Evii mengerang tubuhnya mengejang. Ssssrr... ssssrrrr... ssssrrrr... me2k Evi memuntahkan cairan kenikmatannya. Dengan batang kon tolku yang masih berada didalam lubang me2k Evi, sejenak saya menghentikan sodokan kon tolku untuk memperlihatkan kesempatan bagi Evi menikmati orgasmenya sambil menikmati kedutan2 dari dalam lubang me2k Evi yang memijit-mijit batang kon tolku. Sungguh nikmat terasa.

"Gimana Viii? Enak?" tanyaku.

"Enak sekali pak, rasanya nikmat sekali, me2k Evi terasa sesak kemasukan kon tol bapak, abis gede banget sih" Evi menjawab dengan nafas yang masih tersengal-sengal, matanya terpejam menikmati sisa-sisa kenikmatan yang gres saja ia rengkuh.

Tubuh Evi terasa lemas sesudah mencapai puncak orgasmenya. Wajahnya berbinar sebab napsunya telah terpuaskan. Aku tersenyum sambil membelai wajahnya kemudian mengecup keningnya. Kemudian saya melumat payudara Evi dengan batang kon tol yang masih terbenam di dalam me2knya. Mendapat serangan pada kedua titik sensitifnya, menciptakan gairah Evi berdiri kembali. 

"Ayo Pak, Evi sudah napsu lagi, pengen ngerasain kon tol bapak keluar masuk dime2k Evi lagi", kata Evi sambil menggoyangkan pantatnya.

Mendengar seruan Evi tersebut, akupun kembali memompa kon tolku keluar masuk lubang senggama Evi yang sangat nikmat menjepit kon tolku. Evi pun mengimbangi gerakanku dengan menggoyang dan memutar pinggulnya.

Aku terus memompa kon tolku keluar masuk lubang senggama Evi. Kemudian dengan tanpa mencabut kon tolku dari dalam me2k Evi, saya membalikkan posisi sehingga Evi kini menindihku. Mulanya Evi tengkurap di atas tubuhku, tetapi kemudian beliau menduduki batang kon tolku sebab dengan begitu beliau merasa leluasa mengontrol gerakannya. Evi memaju-mundurkan pantatnya. Dan dikala Evi memutar-mutar pantatnya, batang kon tolku terasa ibarat diremas-remas didalam me2k Evi. Me2k Evi memang tergolong me2k yang nikmat disetubuhi. Jepitan dan cengkraman me2knya di batang kon tolku terasa nikmat sekali.

"Oooohhh... Viiii... nikmat banget empotan me2k kamu" erangku menikmati jepitan dan empotan me2k Evi pada batang kon tolku, "Kencang sekali empotannya... ssssshhhh Viiii... nikmat... Viiii..." saya terus mendesah mencicipi empotan me2k Evi yang luar biasa nikmatnya.

Tak usang kemudian, kurasakan otot2 dalam lubang senggama Evi mulai mengencang, mengambarkan beliau akan segera mencapai orgasmenya kembali. Evi pun semakin liar menggoyangkan pantatnya maju mundur hingga alhasil Evipun kembali mendapat orgasmenya.

"Oooooooohhhhh... Paaaaakkkkk... Evi kluaaaaarr laaaggiii... aaaahhh hhhhhhh...." Evi menekan pantatnya kuat2. Sssrrrrr... sssrrrr... sssrrrr... sssrrrrr... me2k Evi kembali menyemburkan lahar kenikmatannya, membasahi batang kon tolku.

Evi ambruk sesudah mendapat orgasmenya. Biasanya perempuan yang gres saja mengalami orgasme maka untuk mencapai orgasme berikutnya sangatlah mudah. Hal itu pula yang dialami Evi. Hanya dalam waktu beberapa menit saja Evi telah mendapat kembali orgasmenya. 

"Aduh pak rasanya nikmat banget dan lemes banget" kata Evi.

Sebenarnya tadi dikala Evi menggoyang patatnya naik turun dan memutar pinggulnya ke kiri dan ke kanan, saya sudah hampir mendapat ejakulasiku. Namun belum sempat saya mendapat ejakulasiku, ternyata Evi sudah lebih dulu mendapat orgasmenya. Maka supaya saya pun sanggup segera memperoleh ejakulasiku, kuminta Evi tidur tengkurap dan menaikkan potongan pinggulnya. Me2knya kusodok dari belakang. Terasa nikmat sekali cengkraman lubang senggama Evi ketika perlahan-lahan kubenamkan batang kon tolku. Dengan posisi tersebut jepitan lubang senggama Evi pada batang kon tolku semakin besar lengan berkuasa terasa. Hal tersebut semakin menciptakan diriku merasa nikmat. Aku pun semakin gencar menyodokkan batang kon tolku kedalam lubang senggama Evi. 

"Ouughhh... Paaaaak... akkuuuu mauuuuu keellluuaaarrr lagi... oooohhhhh... enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii... Paaaaaakkkk..." Evi mengerang. Ternyata dengan posisi DS tersebut, sodokan batang kon tolku dari belakang menyundul-nyundul titik G-Spot Evi, sehingga menciptakan beliau dengan cepat akan mencapai puncak kenikmatannya lagi. 

Sementara itu jepitan dan cengkraman lubang senggama Evi pada kon tolku semakin erat kurasakan, menciptakan saya merasa akan mencapai puncak kenikmatanku. 

"Ouuughhhhh... Viiii.... Aaakkkuuuu juga mau kelluaaaarrr..... aaaagghhhhhh... enaaakkk sekaaalliiiii...... ooougghhhh.... Viiii... saya gak taaahhaaannn laagi..." erangku. Kemudian dengan satu hentakan, saya menyodokkan batang kon tolku kedalam lubang senggama Evi kuat-kuat.

"Viiii... aaakkkuuuu kelluaaaarrr..... aaaagghhhhhh...!!!!" saya menjerit mencicipi puncak orgasmeku.

Croootttt... croooottt... croooottt... sssrrr... sssrrr... sssrrr...

Aku menyemprotkan pejuhku didalam me2k Evi. Cairan spermaku menyiram hangat rahim Evi. Pada dikala saya ejakulasi, Evipun mendapat orgasmenya kembali. Me2k Evi kembali menyemprotkan cairan kenikmatannya. Akupun mencicipi hangat dibatang kon tolku sebab disiram oleh cairan kenikmatan Evi tersebut.

Setelah kon tolku berhenti menyemprotkan spermaku, akupun mencabut batang kon tolku dari dalam me2k Evi. Begitu batang kon tolku tercabut, tampak cairan putih kental meleleh keluar dari lubang me2k Evi. Cairan itu merupakan adonan antara spermaku dan cairan orgasme Evi. Akupun kemudian merebahkan tubuhku disamping tubuh Evi. Sesaat kemudian Evi memelukku dengan mesra.

"Terima kasih Pak. Bapak telah memperlihatkan Evi kepuasan yang belum pernah Evi dapatkan sebelumnya" Evi berkata sambil mengecup pipiku.

"Sama2 Vi, saya juga puas banget ngen tot dengan kamu. Me2k kau nikmat banget, empotannya terasa banget" kataku memujinya sambil memperlihatkan kecupan di keningnya. Kemudian kami berdua berpelukan. Karena tubuhnya yang amat lemas akhir beberapa kali mencapai orgasme, Evi pun tidak besar lengan berkuasa menahan kantuknya. Dan sebentar kemudian Evipun sudah tertidur pulas.

Tak terasa ternyata 2 jam lamanya saya dan Evi berpacu dalam birahi. Persetubuhan siang itu cukup melelahkan dan menyita stamina kami berdua namun penuh dengan kepuasan. Aku berdiri dari daerah tidur menuju ke kamar mandi membersihkan diriku dan sekeluarnya dari kamar mandi saya membawa handuk berair yang hangat. Dalam keadaan tertidur pulas, me2k Evi saya bersihkan dari sisa2 spermaku dan cairan orgasmenya yang hingga meleleh keluar dari me2knya. Begitu pulasnya Evi tertidur, sampai2 dikala me2knya saya bersihkan beliau tidak bangun sama sekali. Setelah bersih, tubuh Evi yang masih telanjang saya tutupi dengan selimut tebal. Evi sudah mendengkur halus. Kemudian dalam keadaan masih telanjang, akupun ikut masuk ke dalam selimut. Tak usang kemudian saya pun sudah tertidur.

close